Sultra

Oknum Kades Saponda Laut Menahan Gaji Honor

Sultra, Target Tuntas – Akhir-akhir ini manajemen pengelolaan anggaran yang bersumber dari APBD Tahun anggaran 2020- 2021 yang dikelolah oleh pemerintah Desa Saponda Laut, Kecamatan Soronipa, Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara menuai sorotan.(11/10/2021)

Anggaran yang dimaksud khusus yang dialokasikan untuk pemenuhan pembayaran gaji jajaran pemerintah Desa Saponda Laut.

Saat dijumpai di Selah kesibukannya Abdul Aziz Kades Saponda Laut,kepada wartawan media ini,bahwa dirinya memang benar melakukan penahanan gaji tenaga kesehatan Desa, namun terkait gaji aparatnya, sudah jau hari sebelumnya telah berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Konawe.dan sudah ada solusinya.ungkapnya (11/10/2021).

Ditanyakan tersoal gaji tenaga kesehatan Mengapa dilakukan penahanan,sejak berapa bulan yang ditahan (-Red?)

“Sebelumnya sejumlah pihak di duga menerima informasi dari tenaga kesehatan hingga berbuntut kabar tidak sedap dalam sistem pemerintahan saya, lantas saya merasa kurang terima dengan adanya kabar yang beredar, saya pun meminta pihak berwajib untuk menengahi persoalan tersebut, agar semua menuai titik terang.laporan saya masuk ke kantor polisi tempat. kenapa saya masih menahan gaji tenaga kesehatan?, karena sudah berapa kali diminta untuk hadir ke ruangan pihak berwajib untuk memberikan klarifikasi ,agar nama baik saya tadinya terdengar miring ditengah masyarakat kembali memulih”Jawab Kades Lewat wawancara.

Lanjut kata dia, saya sangat berharap kepada yang bersangkutan agar memberikan keterangan klarifikasi di Polsek Soronipa, lagian yang bersangkutan telah mendapatkan Informasi melalui sambungan telepon genggam pihak berwajib di minta untuk datang.saya tidak mau memperpanjang masalah ini, Lantas setelah Inisial SY tenaga kesehatan,hadir memberikan keterangan klarifikasi dan semuanya Klir saya pun turut bersedia membayar honor yang tertunda.kuncinya

Menanggapi hal tersebut, SY, yang disebut tenaga kesehatan, mengakui telah ada panggilan pihak berwajib melalui siaran via WhatsApp.Namun belum pernah di panggil melalui persuratan hitam diatas putih.

“Belum pernah ada panggilan hitam diatas putih dari polsek, yang ada cuma undangan klarifikasi lewat WA satu kali dan mel telpon Satu kali
Jadi kurang pas kalau saya menghindari panggilan klarifikasi”ungkapnya (11/10/2021) pukul 20:05 WITA

Lanjut dia mengatakan, bahwa tidak ada kaitannya dengan adanya informasi beredar dengan gaji saya.sebab gaji saya merupakan anggaran negara sesuai peruntukannya.sayapun sampai hari ini aktif dalam menjalankan tugas pokok sebagai tenaga kesehatan Desa.

Jika gaji berdasarkan dibayar berdasarkan ada atau tidak adanya informasi yang dianggap menyudutkan pemerintah Desa, saya rasa ada kekeliruan dalam manajemen pengelolaan anggaran Untuk gaji tenaga kesehatan.pungkasnya mengakhiri.

Sementara ungkapan kades terkait Dinas PMD telah menemukan titik terang terkait gaji Aparatnya, sampai berita ini diterbitkan pihak terkait masih berusaha untuk dikonfirmasi.

Laporan : SuBur

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button