Takalar

Hasbi Sekda Takalar : ISBI Sulsel tidak Ada

Takalar, Target Tuntas – Harapan masyarakat kabupaten Takalar untuk memiliki perguruan tinggi Seni Budaya Indonesia (ISBI) telah kandas. Lahan seluas 31 Ha yang sedianya diperuntukan buat pembangunan kampus, kini telah beralih fungsi menjadi pasar harian.

“ISBI kan sudah berhenti programnya maka tanahnya sebagai asset pemda kita manfaatkan keprogram lain yang dibutuhkan masyarakat yakni pasar harian”,jelas sekretaris daerah kabupaten Takalar H. Muhammad Hasbi, S.STP.,M.AP seusai pelantikan dirinya selaku sekda di tribun lapangan Makkatang Dg Sibali Takalar.

Menurut Hasbi, lahan tersebut merupakan milik pemerintah kabupaten Takalar dan tidak pernah dialihkan ke Yayasan ISBI, sehingga pemerintah kabupaten Takalar bebas menggunakannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Walau begitu, Hasbi mengakui kalua dulu ada kerja sama antara pemerintah kabupaten Takalar dengan Yayasan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) untuk pembangunan kampus di lahan seluas kurang lebih 31 Ha tersebut, namun kerjasama itu batal karena pihak ISBI sendiri yang tidak mampu memenuhi janjinya untuk melakukan pembangunan dilahan itu. “Dulu ada Kerjasama, rencananya kerjasama. Kalua saat itu dibangun oleh ISBI maka setelah pembangunan, lahan tersebut akan di serahkan ke pihak ISBI, tapi karena tidak dibangun oleh ISBI maka pemerintah kabupaten juga tidak menyerahkannya:,jelasnya.
Namun berdasarkan penelusuran wartawan media ini, ditemukan beberapa dokumen terkait rencana pembangunan kampus ISBI di kabupaten Takalar. Bahkan salah satu dokumen tersebut terdapat tanda tangan ketua DPRD Kabupaten Takalar, Jabir Bonto yang isinya menyetujui pembangunan ISBI di lahan seluas 31 Ha yang berada di desa Banggae Kecamatan Mangarabombang.

Selain itu, terdapat juga dokumen berita acara serah terima lahan yang ditanda tangan bupati Burhanuddin Baharuddin selaku pemerintah kabupaten Takalar dan disaksikan Jabir Bonto selaku ketua DPRD Kabupaten Takalar.

Bahkan lahir keputusan bupati Takalar pada tahun 2012 yang isinya adanya perubahan tanah dari empang ke kampus ISBI Sulawesi Selatan.
“Dasar itulah yang membuat dilakukannya penimbunan. Dan bahkan dana yang dipergunakan untuk menimbun berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Takalar,”ungkap sebuah sumber yang belum bersedia disebutkan namanya. (A.Irsyad)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button