Berita UtamaHukum

OlehSambar : Rindu Penegak Hukum Yang adil Di Bumi Panrita Kitta

Opini Oleh sambar. Sinjai,_Target Tuntas.co.id-Sejak Indonesia di hempas bencana non alam covid-19 termasuk di bumi Panrita kitta ,kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Virus Corona (covid 19) di kenal mematikan, terkini covid-19 belum berhenti menjangkit elemen masyarakat sinjai, pekan kemarin bahkan telah menerobos hingga kejantung dunia pendidikan, sedikitnya 8 orang pelajar dikabarkan terkonfirmasi.

Dibalik berjatuhan nya korban akibat dampak keganasan covid 19. Ada soal, yang tak kalah penting di sikapi, ragam Polemik bermunculan satu demi satu” tak sedap” Aromanya” menyelimuti Bumi Panrita Kitta.

Sejumlah tokoh muda baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum serta Penggiat dan pemerhati sosial media sosial berpartisipasi ,menyikapi hal tersebut., namun justru terkesan di Sudutkan bahkan ada yang di Laporkan kepihak berwajib.

Kendati Selanjutnya belum semua polemik/ kasus dikabupaten sinjai diperoses secara transparan, banyak contoh terpampang di masa lampau, aneh satu contoh Penegak hukum hingga terkini belum menuntaskan dugaan kasus tower (pemancar jaringan).

Padahal semuanya tahu, bak pepatah walaupun langit Runtuh hukum wajib ditegakkan,Penegak hukum wajib berlaku adil.agar seribu citra dan kemilau Penegak hukum tidak ternodai.

Semrawutnya tatakelolah Pemerintahaan bermuara pada konspirasi berbuah manis bagi kalangan oknum nakal,betapa tidak, ajang gemuk terjadi di mana- mana, Oknum nakal mendulang keuntungan
Dibalik derita rakyat jelata semogah Sinjai tidak demikian.

Meski kongkalikon di PDAM Sinjai, aromanya ada dua sisi, “dugaan suap Oknum eks Dirut PDAM untuk Oknum Bupati”InspesktoratLaporan ke KPK.

Dugaan kasus pemerasan Oknum terhadap oknum eks Dirut PDAM ” laporan Eks Dirut, ke pihak penegak hukum wilayah provinsi Sulawesi Selatan (Makassar).

Kerinduan terhadap Penegak hukum yang berkeadilan ?

Aktivis pemerhati sosial di vonis berstatus satu bulan penjara.

Sementara dugaan suap/pemerasan dan kasus tower serta aroma kongkalikon pada tahun 2019 yang menyeret nama Oknum eks kepala ULP, masih menjadi tanda tanya , tindak lanjut nya.

Belum lagi tersoal Konstitusi atas perintah negara terkait pengibaran bendera merah putih, UU no 24 huruf B.

“Luntur/,kusam,dan sobek , Bendahara Merah Putih lambang negara yang dikibarkan di depan kantor dinas kesehatan kabupaten Sinjai”

Pertanyaannya instansi penegak hukum yang mana yang bertindak menegakkan hukum waktu itu?

Belum lagi penganiayaan anak dibawah umur yang di duga dilakukan oleh oknum dishub di parkiran pasar rakyat Manimpahoi kecamatan Sinjai Tengah.

Orang tua korban merasa Dipimpong oleh Oknum penegak keadilan, terungkap saat orang tua korban mendatangi kantor pengadilan negeri kabupaten Sinjai belum lama ini, diduga keadilan bersinar ibarat kunang-kunang berkedip -kedip ada apa di Bumi Panrita kitta? Jawabnya ada di pundak kita masing-masing.

Laporan wartawan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button