HukumSorotSulsel

Inspektorat dan Aktivis Laporkan Dugaan Aroma Suap ke KPK, Satu Laporan Dikawal PBS Sinjai. Endingnya Nanti?

Ket Foto dok islt.

Target Tuntas.co.id,_ SuLsel, Sinjai-Muncul satu demi satu Informasi fakta terkait Dugaan Praktik Culas Berbuntut Aroma Suap, Transaksi di Apartemen Kota Jakarta, Dua Laporan Resmi dari pihak berbeda telah resmi masuk keruangan Komisi pemberantasan Korupsi KPK RI.(10/7/2021).

Data dihimimpun, satu dari sumber terpercaya,belum lama ini, munculnya istilah Sumber Terpercaya mengandeng info fakta unik seputar kongkalikon peraktik dugaan kasus suap di Sinjai, Sulawesi Selatan.di duga uang tunai puluhan juta terbungkus amplop warna coklat,kini menjadi rahasia umum di kabupaten Sinjai.betapa tidak, muncunya sebutan sumber terpercaya diketahui Pihak Inspektorat kabupaten Sinjai telah Resmi melaporkan ke KPK, bahwa di kabupaten Sinjai ada dugaan indikasi percobaan suap, yang diduga dilakukan oleh oknum eks Dirut PDAM ( SR ) kepada Oknum Bupati Sinjai, transaksi pemberian /Penerimaan melalui SR dan Oknum Sekertaris pribadi (sekpri), di kota Jakarta 2019 lalu.

Sementara Informasi Terkait prihal Laporan Inspestorat ke KPK” berdasarkan intruksi Bupati Sinjai Tahun 2021.

Sedangkan uang tunai puluhan juta yang di sebutkan Diduga suap turut di ungkapkan dan di benarkan oleh SR eks Dirut PDAM, kepada wartawan media online dan cetak/ media ini 1 Juni 2021 pekan lalu.

SR , memaparkan secara jelas, uang tersebut di serahkan kepada sekpri bupati dengan tujuan untuk bupati sinjai, sebesar 20 juta rupiah diserahkan SR kepada sekpri bertempat di ruangan apartemen, kota Jakarta pada tahun 2019 lalu.kata SR.

Lanjut kata dia” Transaksi “Peristiwa penyerahan uang terjadi pada tgl 18 oktober di Apartemen Fraser Residence menteng Jakarta.Peristiwa ini sudah berlalu 1 tahun 5 bulan atau 17 bulan lalu. tetapi baru muncul sekarang kenapa tidak dimunculkan waktu itu, pertanyaan?kenapa inspektorat waktu itu hanya mempersoalkan legalitas SK Direktur dengan tujuan pemberhentian saya padahal ada kasus yang lebih besar dan kuat sekali dijadikan dasar memecat saya.uang tersebut diterima Sekpri sekertaris pribadi didalam kamar apartemen, ada bupati dikamar saat itu,penyerahan uang dalam amplop warna coklat.Bupati Mengetahui karena beliau ada dikamar apartemen saat penyerahan uang Tgl 18 oktober 2019 atau sekitar 17 bulan lalu. Sangat berhubungan dengan permintaan fee 10 persen sebelumnya Pada Bulan november 2019.ungkap SR dengan Jelas.

Sebelumnya”SR, Sempat membeberkan terkait dugaan adanya permintaan fee di peroyek PDAM ,dan viral di berbagai media Facebook, WhatsApp dan media pers, kendati demikian SR merasa tidak sanggup untuk memenuhi karena menurutnya nilainya ratusan juta, namun SR Nekat menyodorkan sebuah amplop warna coklat dengan isi uang tunai Rp 20 juta., ujarnya .dikutip dari pernyataan SR pada akhir bulan Mey 2021 lalu.

“Dugaan Percobaan suap menyeret nama Oknum Bupati dan oknum mantan Direktur PDAM Sinjai.terjadi pada tahun 2019 ,lalu pada waktu itu tidak ada pihak yang menyoalkan hal tersebut meski kata SR, Sejumlah pihak yang berkompeten mengetahui hal tersebut, termasuk Bupati Sinjai”.

Sementara di ketahui Laporan pihak berwenang /Inspestorat ke KPK di ketahui secara pasti pada tahun 2021.tenggang waktu 17 bulan seusai Transaksi dugaan suap terjadi 18 Oktober 2019

Aroma dugaan Suap semakin terkuak.komentar berbagai kalangan aktivis Penggiat Anti korupsi, bahkan pihaknya telah melakukan pelaporan /aduan ke komisi pemberantasan Korupsi KPK, beberapa waktu lalu.

Dua pihak yang telah melaporkan ke KPK atas dugaan kasus yang sama, (Inspestorat dan para Lembaga Penggiat Anti korupsi).

Meskipun demikian, pesan tertulis melalui pesan WhatsApp diterima awak media ini belum ada panggilan dari Pihak KPK terkait laporan Insfestorat. Tulis SR.

Menyikapi lebih lanjut lebih dari 3 lembaga KATIK GERMAK Suara Indonesia dan GMBI serta PBS Turut melaporkan ke KPK terkait dugaan kasus Suap ,bukan cuma di Laporkan secara tertulis , selain diring-iringan dengan aksi unjuk rasa ( Unras),Ban bekas dibakar dan benda menyerupai bentuk keranda turut menjadi saksi di depan kantor KPK waktu Unras.

Tak terhenti sampai disitu ,Ketua PBS Muzakkir Muhlis.ditirukan ungkapan ketua PBS “katanya” akan mengawal laporan tersebut (Laporan di KPK) hal ini diungkapkan oleh Juru bicara lembaga para aktivis Penggiat Anti korupsi, Arjuna Ginting (Jubir-red)

Belakangan Arjuna, kembali angkat bicara, terkait dugaan kasus yang telah pihaknya Laporanka ke KPK.Belum ada keterangan resmi atas laporan tersebut, tidak ada di paparkan kapan pihak KPK melakukan pemeriksaan di kabupaten sinjai, Perkembangan atas laporan yang telah di terima KPK belum dapat di beberkan secara visual basic detail(Privasi).Kendati demikian Arjuna Ginting kembali Membidik rencana unik? Aksi unjuk rasa (Unras) susulan.

Kata dia”saat angkat bicara, setelah covid-19 redah Terkhusus di JKT (Jakarta) pihaknya akan kembali ke KPK untuk melakukan unras, dan mengawal Laporan tersebut.

Lanjut di tambahkan pihaknya juga akan mengajukan laporan ke Mabes Polri dan ke Kejagung RI, namun sementara waktu masih menunggu Kesimpulan dari pihak KPK.

Masih info, bersumber dari jubir Arjuna Ginting, pihak KPK, saat menerima aspirasi Unras, sekaligus loporan GMBI. Pihaknya (KPK) akan mengevaluasi semua Laporan-laporan yang telah diterima termasuk Laporan GMBI. ada 16 tutuntan di dalam isi laporannya, satu diantaranya terkait Dugaan Kasus suap.”sebutnya.

“Tak terasa waktu terus berputar rasanya begitu cepat, telah usai waktu Berhari-hari bahkan berminggu-minggu,namun info tindak lanjut dari pihak KPK belum juga ada indikasi keseriusan tindak lanjut dari pihak KPK baik terhadap Laporan Inspestorat maupun Laporan Penggiat Anti korupsi padahal keduanya resmi telah diterima oleh KPK”.

Hal itu senada dengan apa yang di tirikukan terkait ungkapan SR ataupun pihaknya, kata sumber (10/7).SR yang bersangkutan dalam laporan tersebut /orang yang dilaporkan ke KPK belum juga menerima informasi pemeriksaan/panggilan atau surat pemberitahuan oleh pihak KPK ,(Aneh Kan)! alias penuh tanda tanya (?)”Ungkap sumber dari berbagai kalangan menirukan, satu diantaranya bertanya Endingnya nanti?

Informasi Faktanya Terkuak, Terungkap saat Andi Salahuddin SH Kuasa hukum SR di konfirmasi Wartawan 7 Juli pekan kemarin.

Salahuddin SH kuasa hukum SR menegaskan kepada Awak Media melalui rilis akun WhatsApp nya.

“Belum ada panggilan KPK terkait hal tersebut,mungkin akibat covid-19 atau di berlakukannya PPKM”tulisnya.

Sebelumnya 1 Juni, SR mengutarakan kepada wartawan, dirinya siap menempuh dan mentaati jalur hukum.

Selain pihak KPK yang mengendus Aroma dugaan kasus Suap di kabupaten Sinjai pihak penegak hukum wilayah provinsi Sulawesi Selatan juga demikian , tertanggal 28 Mey ,nama SR tertulis dalam laporan yang di duga dari pihak berwajib/kantor Aparat Penegak Hukum APH (polisi) resort kota Makassar. Bahkan LP tersebut sempat viral diberbagai jejaring sosial Facebook dan WhatsApp, Rabu kemarin/Juli 2021

Menanggapi hal tersebut, Salahuddin kuasa hukum SR menyayangkan perihal munculnya Poto yang menyerupai Surat LP kliennya, Salahuddin menegaskan belum saatnya, karena masih menunggu perkembangan, kendati berikut Salahuddin membenarkan bahwa beberapa waktu lalu kliennya (bapak SR) sempat didampingi saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

“LP itu Benar dan saya hadir mendampingi klien saya waktu dimintai keterangan, intinya sekecil apapun hak klien saya akan saya perjuangkan, saya disini hanya membatu klien untuk mendapatkan hak nya tidak lebih dan tidak kurang” LP tersebut masih menunggu perkembangan belum saatnya di publikasikan secara transparan.Kuncinya.

Mengingat ungkapan Ketua Persaudaraan Bugis Sinjai PBS Muzakir Muhlis,yang disebutkan akan mengawal laporan di KPK berhasil di hubungi melalui sambungan via WhatsApp Sabtu pukul 15 :18 waktu setempat Sabtu sore (10 Juli ).

hingga berita ini disiarkan, nampaknya ketua PBS belum bersedia untuk membeberkan perkembangan atas apa yang dikawalnya masih bersifat data privasi(rahasia)

Penulis: Wartawan Target Tuntas

Editor :SuBur

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button