SinjaiSorot

Buntut Berita Bedah Rumah Di Borong Disorot BPAN-LAI”Ada Kecemburuan Sosial”Benarkah?.

Target Tuntas.co.id,_Sinjai-Sebelumnya diberitakan beberapa jam lalu,sekira pukul 12:57 ( Jumat 9/7)
Muhammad Said Aktivis/Tim Sinjai Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia BPAN-LAI Menyoroti terkait pembangunan bedah rumah di kecamatan Sinjai borong, kabupaten Sinjai provinsi Sulawesi Selatan.

aromah praktik culas kongkalikon di Endus oleh pihaknya kepada wartawan Target Tuntas online dan cetak Said, menduga adanya praktik culas Oknum didalam pengelolaan.dimana menurutnya ada perbedaan harga di material (ramuuan rumah-red).

sementara itu pihak , kordinator maupun tim penanggung jawab turut di mintai tanggapan”.

Said salah satu Aktivis BPAN LAI, mencontohkan” ungkapan koordinator, Heri, melalui via WhatsApp katanya Kamis 08/07/2021.

Hery mengatakan bahwa “masalah RAB itu kapasitas pendamping kalau saya cuma mengusulkan,” ketusnya

Sementara itu ditempatkan terpisah,Asran selaku pendamping ,saat di hubungi ia meengatakan jika semua itu sudah sesuai ketentuan.”Dan tidak ada melebihi harga standar kabupaten,” ungkapnya.

Lanjut ditambahkan ” penanggung jawab /koordinator Tim pak Mimin
iye pak kalau cash dan yang saya tau semua tetap mengacu ke kabupaten dalam menentukan harga,dan terkait penyedia memang banyak pak , tergantung toko, yang mau di kerja samakan dengan siapa,demi kelancaran pelaksanaan nya.ketusnya.
Ungkap said menirukan data yang dihimpun media Target Tuntas TT dan Online (9/7).

Menanggapi hal tersebut satu orang sumber untuk sementara tidak ingin di sebutkan jati dirinya, kepada media Target Tuntas Jumat 9/7/2021 pukul 13:58 Waktu setempat. Ia,menduga ada kecemburuan sosial didalamnya.

(Mengapa-red? )

Pertanyaannya?.kata sumber”.Apakah penerima bedah Rumah tidak atau belum memakai atau memasang batu bata dan kayu.(ramuan)?

Sementara sesusi fakta sudah di pasang dan disaat di bawakan tidak ada yang menolak, yang sama artinya disepakati antara kedua belah pihak, telah di Terimah oleh masyarakat.

Yag tidak menerima itu Oknum jika ada “entah dari pihak mana”Kemungkinan ada Kecemburuan sosial?

Lanjut kata dia,Ada Ke Cemburuan Sosial di dalamnya?

Karena penerima bantuan ” katanya” menolak batu bata dan kayu.(ramuan)

Tapi faktanya si penerima saat di antarkan bahan material ( ramuan) tidak menolak dan bahkan sekarang sudah memasang (dan atau memakai ).jadi apanya yang mau di persoalkan?.

Kemudian Kalau dalam perjanjian kontrak tidak ada jenis batu bata Bulukumba ukuran seperti yang disebutkan pihak lain .kuncinya.

Sebelumnya,Pihak BPAN-LAI said Tim Sinjai,juga menyebutkan adanya pengakuan salah seorang yang enggan disebutkan namanya dalam berita, kata Said, sumber mengatakan toko hanya sebagai pelengkap administrasi tidak semua material di ambil di toko itu.

Penggiat Sosial Lainnya turut dihimimpun datanya, pukul 14:13 waktu setempat, Safak(37) sapaannya tersoal harga yah, terkadang bedah tergantung besar dan banyaknya material serta jenisnya, hal yang perlu dipahami contoh semen 50 kg dan semen 40 kg jelas berbeda harga, Kemudian tahun lalu dengan tahun ini Kemungkinan ada kenaikan harga, intinya pada semua nya perlu di kaji ditelusuri lebih lanjut, yaaaa, kami ini hanya sekedar memberikan pandangan saja, tidak ada unsur lain, apalagi saya ini hanya Penggiat Media sosial (Medsos) dinda. Kuncinya.

(Editor SuBur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button