PendidikanSorot

Terkait ,Insentif Honorer dan Kadis Pendidikan Sinjai Marah-marah”Penyebab dan tujuannya?

ket.sumber foto.ilst (google).

Sinjai /Panrita kitta,_Sejak Beberapa waktu lalu ,dunia pendidikan khususnya dikabupaten sinjai mengalami perubahan dan perkembangan (Kemajuan-Red) Melaui tangan kepemimpinan Andi Jefry Anto Asapa kepala Dinas pendidikan (Kadisdik) Sinjai.

Sejak ia, menahkodai jabatan selaku kadis telah banyak inovasi , inovatif , gebrakan melalui ketegasan dan ide cemerlang nya, tak sedikit gagasan yang ia, bidik hingga tuntas.

“Namun sayang kata banyak kalangan” Mengapa?

Dibalik sosoknya yang tegas,dan inovatif , kadis pendidikan Andi Jefry Anto Asapa ternyata memang benar seringkali Memarahi bawahannya hal ini terungkap di Target Tuntas TT/Online (5/7/2021).

Salah seorang tenaga pendidik sekolah menengah atas negeri SMP N, yang tidak ingin ditulis jati dirinya dan nama lengkap sekolah tempat mengajarnya, menyebutkan “Kadis pendidikan sering kali lantang suaranya terdengar, terkesan marah -marah.baik di acara kegiatan rapat maupun saat kunjungan ke sekolah secara langsung.ketusnya

Terkai itu,isu miring tersebut tak terhenti sampai disitu,Banyak pihak di dunia pendidikan turut menyebutkan hal senada

Beberapa diantaranya di mintai tanggapan Terkait kebenaran Informasi tersebut, termasuk kadis pendidikan (Andi Jefry-red).

Dihimpun dari lingkup kepala sekolah dan tenaga pendidik, baik SDN maupun SMP Negri, tak satupun yang di minta keterangan, tidak membenarkan Informasi tersebut.

Rupanya hal tersebut sejak lama.
ragam komentar di himpun media ini.

Ada yang berkomentar itu bagian karekter seseorang dan cara mmimpin pasti berbeda.

Sementara Satu diantaranya menyebutkan “menurutnya” itu suatu fakta, namun kita semua sebagai manusia biasa tentu ,jika “ada marah karena ada sebab”. Ujarnya sambil menyebutkan pernah menyaksikan kadis pendidikan Saat lagi memarahi satu orang kepala sekolah.

Senada yang di tulis dalam komentar salah satu Tokoh pendidikan”kala ia, mengomentari terkait Insentif tenaga honorer”,sempat menyentil kabar kurang sedap terkait kadis pendidikan kabupaten Sinjai.

Betapa tidak tulisan dikometarnya tersiar melalui grub WhatsApp sejak pekan kemarin.

“Dimana itu janjinya akan mensejahterakan guru sekarang, guru mual dengan sikap arogannya kadis pendidikan tiada hari tanpa marah kurang layak menjadi kadis pendidikan”. Tulisnya terurai.

Sebelumnya keluhan satu orang tenaga honorer dari lingkup sekolah Dasar Negeri SDN”ditahun 2018 tenaga honorer dapat insentif ( setiap bulan sebesar Rp 100 ,000) setelah tahun 2019 tidak lagi.ujarnya ( 2/7/2021)

Secara simpul Andi Jefry Anto Asapa kadisdik sinjai, di hubungi Majalah Target Tuntas/ online.terkait insentif tenaga honorer, dan terkait karakter yang disebut biasa marah-marah ( Senin 5 Juli 2021)

(Kadis Jefry-ref) menjelaskan dana insentif yang bersumber dari APBD ditiadakan karena ada Anggaran Honorer bersumber dari Dana BOS.

“Persoalan insentif melalui APBD di tiadakan disebabkan terjadi duplikasi penggunaan anggaran degan Item yang sama, melalui Dana Bos juga di bayarkan Insentif bagi tenaga Honorer, sehingga untuk menghindari temuan BPK maka salah satunya harus di tiadakan dan Insentif yang diterima melalui dana Bos di pertahankan karena lebih besar nominalnya di bandingkan Insentif dari APBD.”sebutnya.

Lanjut ditanggapi Terkait info dirinya disebut sering marah-marah.

Andi Jefry menegaskan bahwa dilakukan karena menginginkan perubahan dan untuk meningkatkan kedisiplinan kepada bawahannya.

“Persoalan karakter saya sebagai Kadis,
yang dikatakan setiap Pimpinan pasti punya target dalam menjalankan tugasnya dan amanah, saya juga seperti itu. target saya bahwa Kabupaten Sinjai dapat menjadi Kiblat pendidikan di sulawesi selatan, dan ini butuh kerja ekstra untuk mencapainya!!!”

Lebih simpul dan detail, alasan dan penyebab nya sehingga Kadisdik sering marah-marah.di utarakan Andi Jefry kadis lebih lanjut “sering marah-marah, itu terserah kepada setiap individu menilai, karen tidak ada orang yang normal apabila marah tanpa ada sebab, dan hanya orang tidak waras saja marah- marah tanpa sebab.

Wajar bagi saya kalo dalam menjalankan Tata Tertib dan penegakan aturan serta untuk meningkatkan kinerja menerapkan ketegasan, dan suatu kewajaran jika berulang kali dilakukan pembinaan tetapi yang di bina tidak melakukan perubahan.

Harus di lakukan penekanan degan nada yang tinggi agar yang melakukan kesalahan tidak mengulang lagi kesalahannya atau dapat meningkatkan kinerjanya.

Satu hal yang perlu di ketahui bahwa setiap pimpinan pasti punya karakter memimpin dan tentunya penerapannya pasti di sesuaikan dengan keadaan.

Seperti itu halnya, pada dinas pendidikan pada saat saya pertama kali bertugas yang harus berhadapan degan situasi Pandemi Covid 19 di mana dibutuhkan ketegasan agar anak didik dan para Tenaga Pendidik serta tenaga kependidikan terjamin keselamatannya.

Sementara disatu sisi saya diperhadapkan dengan sorotan dari berbagai arah termasuk DPR Kab. Sinjai terkait Kedisiplinan teman-teman pendidik /guru”.ungkap Andi Jefry “mengakhiri”

Penulis: Wartawan Target Tuntas (TT)

Editor SuBur

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button