Sulsel

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Kasus Korupsi di Sinjai

Target Tuntas.co.id,_Menyelenggarakan kesejahteraan menjadi terganggu dan terhambat, disebabkan adanya permainan suap, pemerasan dalam jabatan, nepotisme dan kolusi dalam pemborongan proyek, gratifikasi, yang diartikan sebagai tindak menyalahgunakan kewenangan karena jabatan/kedudukan yang dapat merugikan keuangan dan perekonomia negara.
Dalam kondisi seperti itu, yang dirugikan adalah rakyat yang menjadi korban, karena para koruptor bukan hanya merampok uang negara dan uangnya rakyat, tetapi juga merampas kesempatan bagi rakyat untuk memperoleh kesejahteraan.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri pernah mengingatkan tentang akar korupsi yang berawal dari minimnya integritas. Ia mengutip kembali pernyataan seorang sejarawan moralis Inggris, John Emerich Edward Dalberg Acton atau Lord Acton yang terkenal, “Power tend to corrupt, absolute power corrupt absolutely.”

“Kalau kita bicara tentang korupsi, orang bisa korupsi karena dia tidak berintegritas. Karena rumus korupsi = kekuasaan + kesempatan – integritas. Terkadang bukan karena serakah, atau adanya kesempatan, atau bahkan persoalan kebutuhan belaka. Namun sistem yang lemah, buruk ataupun gagal, justru membuka celah korupsi,“ tegas Firli.

Dia berharap, agar dapat merenungkan kembali bahwa yang terpenting ialah menguatkan akar integritas di dalam diri tiap-tiap individu.

MENEGAKKAN KEJUJURAN.

Ada pesan moral yang bisa dipetik dari kasus dugaan korupsi Nurdin Abdullah. Bahwa kejujuran sesungguhnya masih bisa ditegakkan di negeri ini, asalkan ada kemauan kuat disertai dengan Tindakan konkrit dan keberanian menanggung konsekwensi serta resikonya.
Yang ada selama ini hanya semata-mata membicarakan, membahas, mendiskusikan atau memperdebatkan masalah moral, karakter, termasuk kejujuran.

Namun tidak pernah ada Tindakan konkret untuk penegakannya. Karenanya, integritas bisa menjadi pondasi yang kuat dalam bersikap tentu di atas pijakan kejujuran.

PERAN MASYARAKAT.

Dalam hal upaya pencegahan tindak pidana korupsi, peran serta masyarakat sangat penting, untuk dimaksudkan mewujudkan hak dan tanggungjawab masyarakat dalam penyelenggaraan negara yang bersih dari tindak pidana korupsi. Di samping itu, dengan peran serta tersebut masyarakat akan lebih bergairah untuk melaksanakan kontrol sosial terhadap tindak pidana korupsi.

Peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, diwujudkan dalam bentuk antara lain; mencari, memperoleh, memberikan data atau informasi tentang tindak pidana korupsi, dan hak menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggungjawab terhadap pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Bentuk peran serta masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi tercantum dalam Undang Undang No 31 tahun 1999.

BILA SANG BUPATI SINJAI DILAPOR

Berita yang dilansir beberapa Media Online Kamis 24 Juni 2021 tentang dugaan Kasus Korupsi dan Gratifikasi di kabupaten Sinjai kembali di suarakan oleh Penggiat Anti Korupsi Yang tergabung dalam 3 Lembaga yaitu KATIK Sinjai, GERMAB Sinjai dan Suara Indonesia, tentu menghentakkan publik.

Dalam keterangan kepada “media” juru bicara Atas nama Lembaga penggiat anti korupsi, Arjuna menyampaikan, ada beberapa kasus yang telah di laporkan ke pengaduan KPK. “Sudah ada tiga yang dilaporkan diantaranya dugaan kasus korupsi dana penanganan Covid 19, dugaan Korupsi beberapa pembangunan Infrastruktur dan yang paling terakhir adalah dugaan penerimaan Gratifikasi/Suap Bupati Sinjai oleh eks direktur PDAM sinjai,” ungkap Arjuna.

Arjuna menambahkan bahwa beberapa kasus yang telah dilaporkan tersebut wajib menjadi Atensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Dalam aksi demo di depan Kantor KPK di Jakarta, Arjuna meminta agar KPK menindaklanjuti kasus dugaan korupsi di Sinjai dengan memanggil dan memeriksa Bupati Sinjai.

Tuntutan tersebut tampaknya mendapat dukungan dari Gerakan Masyarakat Bawa Indonesia (GMBI) yang berjanji akan mengawal kasus dugaan korupsi itu hingga tuntas. Termasuk para ketua-ketua Distrik GMBI Se DKI Jakarta.

Sebelumnya,26 Juni 2001, Persaudaraan Bugis Sinjai (PBS) di Jakarta, melalui Ketuanya Muzakkir Muhlis, turut mendesak KPK untuk memanggil dan memeriksa Bupati Sinjai atas laporan yang masuk ke KPK.”Kami PBS sekali lagi meminta kepada KPK untuk memanggil Bupati Sinjai atas beberapa laporan dugaan tindak pidana korupsi yang masuk ke KPK,” tandas Muzakkir Muhlis.

PERLU SECARA BERTANGGUNGJAWAB.

Diakui, hak masyarakat dalam menyampaikan pengaduan dan pelaporan atas indikasi tindak pidana korupsi ke Aparat Penegak Hukum (APH), memang diperlukan dan hal itu ada perundang-undangan yang mengaturnya. Namun harus dibarengi secara bertanggungjawab.

Dan patut diyakini bahwa, pengaduan masyarakat atas dugaan tindak pidana korupsi yang diterima oleh KPK tetap menjadi harapan untuk diproses pengaduan yang masuk sesuai dengan prosedur penanganan pengaduan dugaan kasus korupsi. Hal itu juga telah disampaikan pihak KPK saat menerima para demonstran, “KPK akan mengevaluasi semua laporan-laporan yang masuk di Pengaduan, termasuk laporan yang baru masuk dari GMBI DKI Jakarta,”

Dijelaskan, proses tindak lanjut pemeriksaan administrasi dan substansi pengaduan berdasarkan Pasal 9 ayat (2) PP No 43 Tahun 2018 bahwa paling lama 30 hari terhitung sejak pengaduan diterima. Sedangkan untuk penyampaian jawaban dari bagian KPK kepada pelapor, berdasarkan Pasal 10 ayat (2) PP No 43 Tahun 2018 paling lambat 30 hari kerja terhitung sejak tanggal pertanyaan diajukan.
Publik hanya berharap, bentuk laporan dan pengaduan para lembaga penggiat anti korupsi ke KPK patut dihargai, tak ada pihak yang bisa menghalanginya.Dan publik hanya berharap untuk saat ini memberi ruang dan kesempatan pihak KPK untuk menelaah dan mencermati laporan tersebut.

Kejadian seperti ini, menjadi sebuah ironi di tengah masa pandemic Covid-19 yang masih melandai negeri ini. Dimana Pemerintah masih terus berupaya mengatasi problema dalam mengatasi sosial kemasyarakatan, Kesehatan dan ekonomi.

Penulis Nurzaman Razaq Mantan Wakil ketua PWI sulsel.

Editor :SuBur TT

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button