Berita UtamaSinjai

Mengutip , Perjalanan Kipra Kepemimpinan Mansur Kades Boto Lempangan ,Sinjai

Target Tuntas.co.id,_ Sinjai,Informasi dirangkum Majalah Target Tuntas dan online melalui Pantauan Muh.said matteroang aktivis Lembaga Aliansi Indonesia LAI Rabu 23 Juni 2021, Sejak 1970 -1973,Mansur R terjun ke dunia Pemerintahaan, Pertama kali menjabat kepala desa di Gunung Perak kala itu.

Menurut ungkapan kades Mansur kepada LAI, waktu itu belum ada yang namanya gaji atau Tunjungan apapun.

Bahkan harus jalan kaki jika ada surat yang dia antar ke desa beberapa hari sebelum pertemuan. Kendati demikian semangat pengabdian Mansur tak pernah surut.

Lanjut kata dia ditirukan ” di tahun 1977 ia pernah mengabdi di sektor kehutanan.

tak terhenti sampai disitu Mansur kembali terjun ke dunia Pemerintahaan, bertepatan pada saat pemekaran wilayah Desa Boto Lempangan pada tahun 1989.

Sejak 1989 -2007 mansur kembali memimpin selaku kepala desa Boto lempangan.

Keberhasilan seseorang pria sejati tentu tak lepas dari dukungan seorang wanita (pendamping hidup-Red).

Kelihaian kades Mansur Bersama ibu kades, Terbukti melalui pemilihan suara masyarakat setempat ,kades Mansur hingga kini memimpin wilayah Boto lempangan.

Sebelumnya jabatan kades sempat di ganti oleh istri satu periode 2008-2014.

Mansur menegaskan“Jadi kalau berbicara pengalaman di pemerintah pahit manisnya sudah saya rasakan.imbuhnya Sembari menitip pesan jika ingin memilih pemerintah jangan memilih pemimpin tetapi pilihlah orang yang mau melayani.

Kata dia “seorang Kepala Desa adalah pelayanan bagi masyarakat tidak perduli siang atau malam jika memang kita di butuhkan harus siap”.

“Adapun persoalan selama menjabat terkait perdata itu selalu saya selesaikan di desa tanpa harus menempuh jalur hukum,”ujarnya.

Sosok Mansur selain mampu menebas hambatan Pembangunan dirinya juga mampu menyelesaikan permasalah di wilayah yang dipimpinnya.

“Sebagai kepala desa juga harus pintar-pintar mengambil hati masyarakat dan setidaknya mempelajari setiap karakter -karakter masyarakat ,tidak jarang jika ada masyarakat yang tidak mau di mediasi di kantor, saya yang langsung mendatangi rumahnya membujuk dan untuk mencari solusi.

“Karena apalah gunanya saling benci satu dengan yang lainnya jika hanya persoalan kecil” hingga berbuntut panjang, untuk itu saya selalu berupaya untuk menyudahi , mencari solusi jika ada permasalahan.

Tak ada gunanya jika suda di berhadapan ,dijalur hukum, baru mau memperbaiki.menurunya tak ada gunanya.itu yang kami wanti- wanti.

“Ko purani taue si olong di meja.ijoe Nappa tau’E elo si parakai , itulah yang saya wanti wanti agar tidak terjadi hal demikian,” terangnya.

Jadi saya berharap siapa pun nantinya yang jadi kepala desa agar tetap menjadi pelayan masyarakat ,yang di cintai oleh seluruh lapisan masyarakatnya.kuncinya

Sumber : Said LAI Sinjai
Editor : SuBur TT

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button