Sinjai

Sekertaris ABDESI Sinjai : Tidak Benar?

Target Tuntas.co.id,_Sinjai , Beberapa pekan lalu Sempat beredar diberbagai media sosial Facebook maupun WhatsApp, pekan kemarin diberitakan berbagai media massa pers. terkait aksi Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Cabang Sinjai, yang diduga dibayar Rp15 juta oleh oknum, Senin 21 Juni di klarifikasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Cabang Sinjai.

Pemerintah Desa dan pemerintah kabupaten Sinjai tak ingin isu tersebut menyimpan tanda tanya , terkait kebenarannya, Mendapatkan respon dari sejumlah pihak terkait termasuk Bupati Sinjai, Pertemuan dilangsungkan alhasil ditanggapi dengan serius , Informasi yang dihimpun wartawan majalah target tuntas online dan cetak, ternyata isu miring tersebut diragukan kebenarannya Selasa( 22/6)

Abd. Rajab Sekertaris ,bersama Ketua Apdesi Sinjai, Andi Azis Soi telah melakukan pertemuan dengan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) turut di hadiri Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sinjai, Andi Hariyani Rasyid untuk mencari tahu kebenaran informasi itu.

Kepada wartawan ,Sekretaris Apdesi, Abd Rajab mengatakan jika polemik tersebut sudah kelar dan informasinya tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya

“Kami datang untuk mengklarifikasi soal isu tersebut secara dingin, kita ketemu secara kekeluargaan untuk mengetahui kebenaran informasi itu,” kata Abd. Rajab Kepala Desa Talle, Senin kemarin (21/6) seperti yang beredar dalam pemberitaan.

Oleh karena itu, dia memastikan, jika isu tersebut tidak benar alias Hoax. Informasi yang beredar di media sosial tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Pihaknya juga mewaspadai adanya oknum tertentu yang ingin membenturkan antara Apdesi dan Pemkab Sinjai.

Lanjut ditambahkan“Sudah selesai, sudah kelar semua, tidak ada lagi masalah, kita berharap tidak ada lagi informasi yang beredar yang tidak perlu untuk diketahu.

Sebelumnya, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Cabang Sinjai, Mirwan membantah tudingan aksi yang digelar di halaman Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sinjai ditunggangi pihak tertentu.

Menurutnya, unjuk rasa PMII Sinjai murni sebagai bentuk protes terhadap kegiatan studi banding puluhan kepala desa asal Sinjai ke Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Studi banding itu dinilai sebagai pemborosan anggaran dan tidak efektif karena dilaksanakan di akhir masa jabatan para kepala desa.

“Jadi saya tegaskan bahwa isu aksi kami dibayar Rp15 juta adalah fitnah yang keji yang dihembuskan oknum yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Abd rajab dihunbungi majalah Target Tuntas TT dan Online “Selasa 22/6″ membenarkan adanya pertemuan tersebut, dan semuanya sudah kelar”

“Benar kami dari abdesi melakukan pertemuan kemarin,dan semuanya sudah kelar, dalam artian dapat disimpulkan secara resmi, isu tersebut tidak benar adanya, dan sudah tidak ada masalah”.kuncinya.(Tim)

Editor: SuBur

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button