DaerahSorot

Oknum Guru Diduga Runtuhkan Kebebasan Pers, kepala Wartawan Nyaris Dicangkul

Target Tuntas.co.id,_Semakin terancam profesi PERS.kenapa? belum tuntas masalah kasus percobaan pembakaran rumah Wartawan Bamby Lubis di Pematang Siantar SumateraUtara.

Malah muncul peristiwa baru, Seorang Guru SD di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara di duga mencoba meruntuhkan kebebasan Pers , betapa tidak, saat hendak dikonfirmasi Oknum Guru Nyaris Mencangkul kepala Wartawan.

Nampak nyata oknum yang menggunakan baju warna putih tertangkap lensa kamera saat sedang mengarahkan cangkul ke arah Wartawan.

Informasi dirangkum Wartawan Target Tuntas TT online dan cetak (18/6)Oknum tenaga pendidik mengambil Cangkul dari belakang kantor sekolah dasar SD lalu mengangkat dan mengarahkan ke wajah wartawan, ketika mau konfirmasi terkait penggunaan Dana Bos.

Kronologis awalnya, terjadi di SD Negeri 091260 Perkebunan Serapuh Nagori Margo Mulyo,Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, 2 orang wartawan yakni R Silaban bersama rekan nya hendak konfirmasi tentang penggunaan Dana BOS disekolah SD tersebut.

Guru SD berinisial MS malah marah-marah.

Kata Wartawan ,Kami hanya Konfirmasi /mempertanyakan tentang penggunaan dana BOS bu?

“Naik pitam” onkum Guru SD, MS langsung ke belakang mengambil cangkul dan mengangkat keatas mengarahkan ke wartawan.

Rekan R (Wartawan-red)langsung merekam kejadiannya, Guru SD angkat cangkul ,rekaman Video pun sempat viral beredar di media sosial melalui aplikasi YouTube.

MS menangtang Wartawan.
” Tulis dan lapor kan, saya tak takut,” tantang MS.

Akhirnya, rekan Wartawan melaporkan kasus oknum Guru SD, MS ke Polsek Bangun Polres Simalungun, Kabupaten Simalungun ,Provinsi Sumatera Utara.
Dalam penanganan pihak kepolisian kedua belah pihak resmi berdamai.

Sebelumnnya Ketua PWI Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,Hasuna Damanik (16/6/2021) menanggapi kasus Guru SD mengancam Wartawan dengan cangkul tersebut dan mengatakan, tak pantas dilakukan seorang Guru SD melakukannya.

” Apalagi menghalang-halangi tugas Pers,”ujarnya.

“Kapolsek Bangun Polres Simalungun,AKP Lambok S. Gultom, S.H membenarkan kasus tersebut, dijelaskan kepada awak media, bahwa kedua belah pihak telah bedamai, MS Guru SD tersebut telah membuat pernyataan, disepakati R Bersama rekan-rekan media
Isi surat pernyataan MS berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya,” Pungkas Kapolsek Bangun.

Editor: SuBur

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button