SorotSulsel

17 Juni Seputar Informasi, Polemik Fee Proyek”Dugaan Suap” Suratman: Belum Ada Panggilan KPK

Ket.Foto ilustrasi

Sinjai,Target Tuntas.co.id-Belum lama ini Pengiat Media Sosial (medsos) digegerkan, “kenapa? ungkapan Suratman eks Dirut PDAM Kabupaten Sinjai, melalui postingan salah satu akun Facebook Anca Mayor.

Isi postingan Akun Facebook Anca Mayor, pernyataan Suratman, sewaktu Suratman Masih menjabat dirinya dimintai Fee proyek di PDAM, permintaan fee peroyek dalam pernyataan Suratman Menyebutkan nama Bupati Sinjai.

Bukan cuma melalu jejaring sosial Facebook, Andi Darmawansyah atau karib disapa Anca Mayor turut menviralkan pernyataan Suratman beredar diberbagai grup WhatshApp.

Sontak sejumlah awak media menayangkan berita terkait hal tersebut Suratman yang di sebutkan oleh akun Facebook dan WhatsApp Anca Mayor saat dihubungi wartawan mengatakan sekaitan postingan Anca mayor itu benar adanya.

“Itu benar adanya sesuai ungkapan saya saat bertemu dengan Anca mayor”.kata
Suratman kepada media.

Selang beberapa waktu kemudian, Pemerintah Kabupaten Sinjai mengelar jumpa pers melalui Dinas komunikasi dan informatika (Kominfo) Sinjai, sejumlah pihak yang berkompeten turut hadir waktu itu, termasuk Inspestorat.bertempat di ruangan kantor Dinas Kominfo Sinjai.

Tamsil Binawan menegaskan kepada sejumlah awak media yang sempat hadir dalam acara jumpa pers.

“Dugaan yang disampaikan di sosial media adalah tidak benar bahwa Bupati meminta fee sebesar 10% kepada saudara (SR) melalui (AW). Itu hanya asumsi atau dugaan yang mencatut nama Bupati seperti yang disampaikan di sosial media,” tegas Tamsil menirukan sambungan kelarifikasi Bupati. Selasa 25 Mei 2021 lalu.

Sementara A. Adeha Syamsuri , mengemukakan ada beberapa Polemik di PDAM termasuk SK Suratman, selain itu Suratman disebut di duga melakukan percobaan suap sebesar Rp 20 juta rupiah ,kepada Bupati Sinjai.

Lebih urai, di utarakan bahwa pihaknya telah menyikapi lebih lanjut terkait dengan uang yang di berikan Suratman kepada bupati melalui Asisten peribadi (Aspri) bupati , hal itu di nilai masuk kategori suap.

Kata dia” Bupati sinjai memerintahkan kepada pihak Inspestorat untuk melaporkan hal tersebut ke komisi pemberantasan korupsi KPK.

Laporan dugaan kasus suap kini telah dilaporkan ke KPK melalui Inspestorat. Ketusnya.

Tak terhenti sampai disitu, Sejumlah Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah DPRD kabupaten Sinjai, duduk bersama sejumlah pihak , Rapat dengar pendapat RDP di langsungkan (gelar).

Kendati demikian polemik di PDAM baik SK Suratman maupun Laporan ke KPK belum dapat disimpulkan, lebih lagi rincian bukti Laporan ke KPK belum dapat di ketahui secara visual, hingga giat RDP usai hari itu.

Belakangan Informasi dihimimpun melalui sumber terpercaya , terkait denga laporan ke KPK benar adanya.

Sementara bukti laporan ke KPK dua pekan kemudian , muncul di permukaan publik secara meluas.

Suratman yang disebutkan dilaporkan ke KPK, dihunbungi majalah Target Tuntas TT dan Online Kamis malam 17 Juni 2021
Kepada awak media mengaku belum ada panggilan KPK.

“Terkait semua urusan sepenuhnya saya sudah serahkan kepada kuasa hukum saya, kata dia, sambil menyebutkan sampai saat ini belum ada panggilan KPK”.

Sebelumnya Suratman menyebutkan kepada Awak Media TT, terkait uang tunai yang disebutkan diserahkan kepada Bupati melalui Sekpri , dibenarkan dan diakui diserahkan di salah satu apartemen dikota Jakarta

Sampai berita ini diterbitkan , kuasa hukum Suratman, dan KPK masih berupaya di konfirmasi.

Laporan: TIM TT

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button