Sorot

Diduga Sinjai Darurat Korupsi, Kinerja Kejari Menuai Sorotan.

Ket.sumber foto dok: Anca Mayor

Target Tuntas.co.id,_Di Sinjai, Sulawesi Selatan darurat dugaan Kasus korupsi, kinerja kejaksaan negeri (Kejari) menui Sorotan, Ungkap sumber dari berbagai kalangan.

Sejumlah kasus dugaan kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (kejari) Sinjai, menjadi sorotan Aktivis pemerhati sosial, Andi Darmansyah dalam aksi orasinya di Tugu Taman Tappekkong, Sinjai Utara, kabupaten Sinjai, Rabu (02/06/2021).

Yang menjadi sorotan pria yang akrab disapa Ancha Mayor ini diantaranya dua kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yakni dugaan kasus korupsi proyek pemngerjaan Masjd Islamic Centre di Tanassang, Kelurahan Biringere dan dugaan kasus proyek pengerjaan Trotoar di Kecamatan Sinjai Utara.
Menurut Ancha Mayor, dugaan kasus Tipikor yang ditangani Kejari Sinjai dianggap tebang pilih, dimana sanksi hukum terhadap terduga pelaku berbeda.

” Dugaan Dua kasus Tipikor, itu tapi penerapan sanksi hukumnya berbeda. Oknum Konntraktor Islamic Centre hanya diberikan sanksi pengembalian kerugian negara, sedangkan Oknum kontraktor pengerjaan Trotoar dituntut pidana penjara,” tandas Ancha Mayor mengkritisi.
“Ini ketidakadilan dijajaran APH, kenapa kedua terduga pelaku diberikan sanksi yang berbeda,” katanya seraya mempertanyakan kinerja penyidik Kejari Sinjai ihwal pasal apa yang diberlakukan, kepada kedua dugaan kasus korupsi ini.

“Apakah ada pasal karet atau pasal besi, kenapa sanksi yang diberikan tidak sama, sedangkan dugaan kasus keduanya sama-sama dugaan korupsi,” tegasnya.

DIANGGAP MANDEK.
Pada kesempatan yang sama, puluhan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Laskar Berantas Korupsi (LABRAK) kabupaten Sinjai melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mereka menuntut penyelesaian sejumlah dugaan kasus korupsi yang ditangani Kejari Sinjai, diantaranya.dana kapitasi, anggaran covid-19,dugaan kasus tower, insentif,dan dugaan pungli pengurusan dokumen kapal baru di Syahbandar.

“Kami minta dugaan kasus yang diduga menyebabkab negara dan rakyat rugi ini agar diselesaikan secepatnya sesuai aturan hukum yang berlaku. Jangan terkesan diam dan tidak ada penyelesaian sama sekali,” tandas Erfin selaku Jendral Lapangan aksi.

Di sela-sela orasi mereka, turut disebut beberapa pejabat daerah diduga terlibat dalam dugaan kasus ini termasuk Bupati Sinjai yang diduga meminta fee 10% ke mantan direktu PDAM Sinjai Suratman melalui AAM.

Aparat Penegak Hukum (APH) di Sinjai, tambah Erfin, telah buta dan tuli, Kini Sinjai di Duga Darurat Korupsi. kenapa? Banyaknya dugaan kasus korupsi yang merajalela di Sinjai kenapa APH pada diam, ada apa?

Apakah ada intervensi dari oknum pejabat?.

Dalam aksi unjuk rasa itu, Labrak juga secara bergantian meneriakkan kasus dugaan korupsi pengerjaan Islami Center Sinjai, menuntutnya, penyelesaian dugaan kasus korupsi Islami Center itu dengan mengembalikan kerugian uang negara tidak menghapus proses hukumnya, apa bedanya dengan dugaan kasus korupsi pengerjaan trotoar di Sinjai sama-sama sudah mengembalikan kerugian uang Negara kenapa tetap diproses dengan menjatuhkan hukuman, sementara dugaan kasus Islami Center begitu sudah mengembalikan kerugian uang negara langsung proses hukum dihentikan, ada apa Kejaksaan Sinjai?.

“Ini menandakan bahwa Kejaksaan Negeri Sinjai tidak profesional menjalankan tugasnya selaku APH yang sudah disumpah, patut dicurigai dan diduga menerima suap,” teriak pendemo secara bergantian.

Menanggapi aksi unjuk rasa yang meminta dugaan kasus Tipikor diselesaikan, kepada wartawan yang menemuinya Kajari Sinjai, Ajie Prasetya menjelaskan, pihaknya masih mendalami dugaan kasus-kasus korupsi yang ada di Sinjai dan akan segera dituntaskan.

Untuk dugaan kasus Korupsi Pembangunan Masjid Islamic Center, kata Ajie Prasetrya, pihaknya belum menindaklanjuti. Sejauh ini hanya pengembalian saja sesuai dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kuncinya.(TT)

Editor Nurzaman Razaq

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button