DaerahSinjai

Bukti Laporan Bupati ke KPK Mencuak,SR Beberkan Waktu Menyerahkan Uang 20 Juta Rupiah, Dan Siap Mengikuti Peroses Hukum Sampai Tuntas.

Sinjai,_Polemik Uang 20 juta rupiah yang diserahkan Suratman kepada bupati sinjai kini ditangani oleh pihak KPK, Informasi dihimimpun Wartawan Majalah Target Tuntas dan online melalui sumber terpercaya.pada Selasa 1 Juni 2021.

Sedangkan Suratman(SR) mantan Dirut PDAM Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.di ketahui menyerahkan uang saat masih menjabat selaku Dirut PDAM, sejak tahun 2020 lalu SR dinyatakan terganti.

Sebelumnya berbagi upaya di lakukan SR untuk mempertahankan jabatan di PDAM Sinjai.

Alih-alih tetap menjabat di PDAM,malah yang di impikan Justru berbanding terbalik.kenapa?

“Meskipun 20 juta rupiah telah diserahkan kepada Sekertaris peribadi (sekpri) Bupati Sinjai, namun jabatannya tetap tak bisa dipertahankan.tak ada permintaan dari bupati terkait uang 20 juta itu, hal ini dilakukan atas inisiatif SR, dengan harapan agar tetap menjabat sebagai direktur utama PDAM Sinjai”.sesaat setelah penyerahan tidak ada komentar penolakan baik dari sekpri maupun Bupati,meski Sampai pada akhirnya saya kembali melakukan giat Perjalanan Dinas pada tahun 2019, sebelum saya dinyatakan Non Job.(terlenser).

Waktu penyerahan 20 juta yang terkemas aplob warna coklat, kala itu diterima oleh Sekpri Bupati, tepat sore 18 Oktober 2019 lalu, bertempat di salah satu apartemen dikota jakarta.saat penyerahan 20 juta ada bupati saat itu, saya serahkan didalam ruangan/kamar. SR juga menyebutkan Terkait 20 juta rupiah kenapa baru muncul sekarang,Kata dia saat dihubungi Wartawan Majalah Target Tuntas (TT) dan online Selasa malam (1/6/2021).

“Peristiwa penyerahan uang 20 juta, terjadi pada tgl 18 oktober bertempat di Apartemen Fraser Residence menteng Jakarta.Peristiwa ini sudah berlalu 1 tahun 5 bulan atau 17 bulan “tetapi baru muncul sekarang?, kenapa tidak dimunculkan waktu itu, pertanyaan saya kenapa inspektorat waktu itu hanya mempersoalkan legalitas SK Direktur dengan tujuan pemberhentian saya padahal ada kasus yang lebih besar dan kuat sekali dijadikan dasar memecat saya”

Lanjut SR, Membeberkan Waktu penyerahan 20 juta, bupati belum dapat dipastikan melihat/mengetahui saat saya serahkan,namun sekpri Bupati Sinjai, sempat bertanya “berapa disini? SR menjawab 20 juta rupiah, ungkap SR menirukan.

“Sepri yang bertanya berapa disini saya jawab 20 jt. sudah itu saya langsung kehotel grand cemara menteng”bebernya.

Setelah menyerahkan uang 20 juta tersebut”SR Membeberkan, beberapa menit kemudian lalu saya bergeser ke hotel di tempat saya nginap sambil menunggu info lanjutan.
Hingga saya tiba dikabupaten sinjai belum ada kejelasan dengan status jabatan saya.dalam artian tetap bertahan.ketusnya

Dipertahankan Motif tujuan memberikan uang 20 juta yang disebut untuk bupati?

SR menjawab agar tetap menjabat selaku direktur, sebenarnya tidak ada permintaan terkait uang tersebut, hanya saja ia, Suratman (SR), menyikapi bahwa beberapa waktu lalu ada permintaan fee 10% yang katanya di minta oleh Bupati melalui orang dekatnya.

Tak ada permintaan terkait uang sebesar Rp 20 juta, namun saya berpikir hal tersebut sekaitan dengan Fee 10% Terkait adanya permintaan dari orang yang disuruh minta uang 300 juta pada bulan agustus 2019 lalu.ketusnya.

Suratman juga Berharap dalam hal ini Segera ditindaklanjuti oleh pihak penegak hukum, saya siap mengikuti proses hukum dan saya tetap tegar mengikuti situasi yang berkembang saya pun siap mengikuti proses hukum sampai tuntas.

“Saya Siap apapun langkah yang akan ditempuh Andi Seto Gadista Asapa Bupati Sinjai, saya tetap teguh pendirian akan mengikuti proses hukum selanjutnya demi keadilan terhadap diri saya yang merasa dizalimi.

Semua ini adalah bagian rentetan dari permintaan uang oleh pak Bupati 300 juta melalui suruhannya, waktu itu saya katakan tidak ada dan saya tidak sanggup membayar Fee 10% namun seiring berjalannya waktu pikiran saya terbebani terus menerus.

Rasa cemas terus menghantui pikiran saya, kemungkinan akan berimbas sesuai issu keinginan Bupati mengganti saya .issu beredar waktu itu ,orang terdekatnya akan menggantikan posisi saya, tentu dilakukan memberhentikan atau mencopot jabatan saya.

Maka dari itu saya berusaha menempuh cara ini walau hanya punya kemampuan membayar 20 juta” inisiatif saya” demi memperjuangan hidup karena takut kehilangan pekerjaan.

Saya berpikir panjang setiap hari bagaimana kalau saya di copot dari jabatan, sementara jabatan saya raih, murni hasil seleksi/UKK tahun 2014 masa Bupati SBY menjabat.

Ini tentu saya harus berusaha mempertahankan sebab kalau dicopot susah mencari pekerjaan lain pasti membuat keluarga saya sengsara sementara Keluarga hanya mengandalkan pekerjaan saya.

Anak 7 orang jika tidak ada pekerjaan
Nasib mereka bagaimana.
Istri hanya ibu rumah tangga biasa.

Oleh karena uang yang diminta 300 juta sangat besar nilainya, bagi saya tentu tidak sanggup memenuhi.

Untuk itulah saya mencoba penuhi sesuai kemampuan hanya 20 juta tetapi mungkin dianggap terlalu kecil nilainya, namun waktu itu tetap saja diterima.

Saat itu tidak ada penolakan dan tidak ada upaya mengembalikan kepada saya.

Selain itu tidak ada konfirmasi bahwa uang tersebut tidak diambil, melainkan dilaporkan ke komisi pemberantasan korupsi ( KPK ), adapun terkait laporan ke KPK itu urusan beliau, Insya Allah atas izin Allah saya siap mengikuti proses hukum yang berlaku saya pun berharap agar hal ini di peroses sampai tuntas.beber Suratman mengakhiri.

Sekedar kabar Suratman Menyebutkan nama saksi sesasaat sebelum menyerahkan uang 20 juta, inisial AAS ,di sebutkan sipembawa uang sebelum penyerahan uang. Hingga berita ini diterbitkan AAS masih berusaha untuk di konfirmasi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button