Politik

Terkait Fakta Elite Politikus,Mantan Wasek AMPG Sinjai Angkat Bicara

Politik,_Target Tuntas.co.id-Andi Darmawansyah (Anca Mayor)Mantan WASEK Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sinjai Kembali angkat bicara terkait elite politik mantan Plt DPD Partai Golongan Karya.(Golkar).

Kali ini Pria yang akrab disapa Anca Mayor Menyuarakan Pernyataan Mantan Plt. Ketua DPD Partai Golkar Sinjai Andi Iskandar Zulkarnain Latief (Andi Icul) Kata Anca bahwa yang di nyatakan Andi Icul kurang Sesuai Faktanya.(Kamis 27 Mei 2021)

“Penyataan Icul Sangat kurang berbanding lurus dengan fakta yang ada”imbuhnya sambil menyebutkan siang tadi sempat saya baca, Dikutip dari salah satu media cetak”.

Lanjut Anca Mayor Mengatakan kepada awak media “bahwa dia (Andi Icul-red)mengaku minta mundur dari jabatan sebagai Plt Ketua Golkar Sinjai, saya rasa salah, bukan dia meminta mundur, tapi masa Aktinya sebagai Plt sudah berakhir”ujar Anca.

Anca Menegaskan”bahwa DPD Golkar Sulsel Otoriter, dan memerintahkan untuk dia memenangkan calon tertentu, yaitu Hj. Andi Kartini Ottong, saya rasa dia sudah menjilat ludahnya sendiri, sebab bukanka dia(icul)sendiri yang meminta dan menyampaikan ke beberapa petinggi Golkar di Sulsel bahwa calon penerus saya di Partai Golkar Sinjai setelah Musda Golkar Sulsel adalah Andi Kartini Ottong, Bu Andi ini Kader Tulen Golkar, ujar Anca menirukan pernyataan Icul “banyak saksi lho……yang mendegar penyataan tersebut,” lanjutnya.

Secara Visual dengan Alod Suara Anca Mayor, kepada MajalahTarget Tuntas (TT) dan Online “Saya mau paparkan beberapa poin terkait sistem pemilihan ketua Golkar, Maaf saya angkat bicara sebagai mantan Wakil Ketua AMPG Golkar Sinjai, disinilah kita melihat, siapa si..h yang sebenarnya Otoriter dan memaksakan calon tertentu?atau emang tidak paham Regulasi”

(Mengapa-Red?)

“bahwa harus dipahami, dalam pemilihan Ketua Golkar, regulasinya diatur dalam PETUNJUK PELAKSANAAN DPP PARTAI GOLONGAN KARYA NOMOR : JUKLAK-2/DPP/GOLKAR/II/2020 TENTANG MUSYAWARAH-MUSYAWARAH DAN RAPAT-RAPAT PARTAI GOLONGAN KARYA”

Selain itu“bahwa terkait Tata Cara Pemilihan sebagaimana pengaturan Ketua, diatur dalam Pasal 49, itu terbagi atas 3 (tiga) bagian antara lain :

  1. TAHAPAN PENJARINGAN,
  2. TAHAPAN PENCALONAN, dan 3.TAHAPAN PEMILIHAN

“Di Tahap Penjaringan huruf (b) angka romawi IV Penetapan Bakal Calon, namun pada huruf (c) BAKAL CALON DINYATAKAN SAH apabilah memenuhi syarat-syarat, diantaranya tertuang di angka Romawi I “ Perna jadi Pengurus selama 1 (satu) Periode Penuh, lalu pada Angka Romawi IX Berdomisili di Wilayah Kabupaten/Kota bersangkutan”

“Setelah BAKAL CALON DINYATAKAN SAH karana Syarat-Syaratnya Terpenuhi, barulah Ke TAHAPAN PENCALONAN, adapun ditahap Pencalonan, seorang Calon boleh ditetapkan langsung sebagai Ketua, bila mendapatkan Dukungan 50% +1 dari Pemegang hak Suara, namun bila tidak, Barulah masuk pada TAHAPAN PEMILHAN”

Pertanyaan saya sederhana….”APAKAH YANG DI USUNG BELIAU UNTUK MENJADI KETUA GOLKAR SINJAI, ITU SUDAH DINYATAKAN SAH SEBAGAI BAKAL CALON atau TIDAK BERDASARKAN JUKLAK”, bila tidak, sebenarnya siapa yang ngotot dan otoriter, yang parahnya lagi, siapa yang melanggar” dan saya ingin katakan dalam Pepatah Bugis….“TARO ADA TARO GAU, TANIA MAGAU SALAH, MAPPAU BELLE”

Untuk itu, saya kembali tegaskan bahwa DPD Golkar Sulsel Otoriter, dan memerintahkan untuk dia memenangkan calon tertentu, yaitu Hj. Andi Kartini Ottong, saya rasa dia sudah menjilat ludahnya sendiri, sebab bukanka dia sendiri yang meminta dan menyampaikan ke pada beberapa petinggi Golkar di Sulsel bahwa calon penerus saya di Partai Golkar Sinjai setelah Musda Golkar Sulsel adalah Andi Kartini Ottong .kuncinya.(TT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button