SorotSultra

Kurang Transparan,Usut Tuntas Kongkalikon Oknum Nakal.

Koltim,_Target Tuntas.co.id-Masyarakat wajib tahu setiap kegiatan pemerintah Desa.

Merujuk pada Prioritas Penggunaan Dana Desa, untuk publikasi termaktub dalam Pasal 13 Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019. yang bunyinya :

Prioritas penggunaan Dana Desa di bidang pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019 wajib dipublikasikan oleh Pemerintah Desa kepada masyarakat Desa di ruang publik yang dapat diakses masyarakat Desa.

Hal tersebut belum dapat menjadi acuan setiap Pemerintah Desa, Masih ditemukan adanya Oknum bahkan terkesan kurang terbuka di mata publik( secara meluas ).

Seperti yang belum lama ini terungkap Kurang Transparan” ,Oknum Kades Terciduk Sembunyi,Kejujuran Anak Kecil Mengukap Fakta?.

Kepala Desa Iwoimea, Terciduk Sembunyi sejumlah anak kecil,Mengukap fakta hal ini terkuak pada bulan April lalu.

Bermula dari informasi satu Item Peroyek pelebar Jalan antar Pemukiman yang terletak di Desa Iwoimea, Tinondo, Kolaka Timur, menelan anggaran Dana Desa DD Tahun Anggaran T.A.2021, Cukup terbilang mengejutkan.

Selain Papan Peroyek tidak ditemukan dilokasi menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak termasuk warga.ruas jalan tersebut sebelumnya pernah di aliri uang negara yang juga masih bersumber dari APBN Dana Desa.

Waktu itu Perkerasan jalan Pada tahun 2018.kata warga setempat.nampak terlihat dengan jelas sepanjang jalan yang tadinya telah dilakukan perkerasan dengan menggunakan material bebatuan (krikil/cipping) kini malah di tertimbun material tanah dari galian pelebaran jalan.ungkap warga sekitar saat awak media majalah Target Tuntas melakukan peliputan dilokasi.

Inisial B Warga setempat menyuarakan
Masukan (saran-red) yang ditujukan kepada pemerintah Desa”seharusnya pada tahun kegiatan pembangunan infrastruktur jalan 2018 lebih awal dilakukan pelebaran, kemudian tahun berikutnya(2021) di laksanakan perkerasan/pengarasan.atau material tanah hasil galian pelebaran tidak diharapkan diatas ruas jalan.ketika musim hujan Sangat berlumpur., Dan kalu bisa pepohonan yang terindikasi akan Tumbang sebaiknya di lakukan penebangan ,mengingat sudah ada satu pohon yang tumbang. jalar ini merupakan salah satu jalan alternatif menuju pusat perkotaan, imbuhnya terenyuh.

Pada Bulan April 2021 Awak media menghubungi satu orang pihak pendamping Desa lokal inisial D. mengingat D gencar kelokasi proyek, dipartanyakan soal papan proyek serta keluhan/masukan warga.

Papan proyek Ada dilokasi, kemudian soal tanah yang terhambur di sepanjang jalan, secepatnya di lakukan pembersihan.tulis D melalui sambungan WhatsApp.

Namun ironisnya Ungkapan D Pendamping Desa justru berbanding terbalik dengan fakta lapangan. mengapa?. dilokasi tidak ditemukan adanya papan proyek sedangkan untuk kegiatan pembersihan belum ada tanda-tanda saat Media dilokasi.

Sementara pasca di ketahui oknum kades Terciduk,dan terkesan menghalangi tugas Wartawan saat hendak dikonfirmasi, sebelumnya oknum tersebut sedang sembunyi didalam ruangan kerjanya.

Saat Media menanyakan keberadaan kepala Desa,satu orang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan kades tidak ada di kantor kemungkinan ada dirumahnya.awak media lalu menyambangi kediaman nya untuk di konfirmasi terkait kegiatan peroyek yang sedang dikeluhkan warga.

Seiring beberapa menit, Awak media pun ,tiba di depan rumah kades yang berjarak sekitar kurang lebih 40 meter dari kantor Desa.

Waktu itu Tidak ada orang dewasa sekitaran Lokasi,adanya sejumlah anak kecil yang sedang bermain.

Tanpa ditanya anak- anak bersuara kepada wartawan Target Tuntas online dan cetak, tujuan ketemu dengan pak desa? Pak.desa tidak ada dirumah ,pak.desa ada di kantor, itu disana kelihatan dijendela Kantor.”Suara gemuruh anak-anak.

Pintu kantor dalam keadan terbuka ditemukan diteras sepasang sendal warna coklat diduga milik orang dewasa.

Ucapan Salam awak media, tidak terjawab seakan tidak ada satupun manusia didalam kantor, walau demikian terdengar desukan nafas ngos-ngosan yang perlahan hilang, tak dapat di deteksi secara jelas dari mana sumber desukan nafas tersebut.

Sejenak awak media istirahat (duduk) sekira 3 menit , lalu datang satu orang tokoh muda Inisial SL warga sekitar ,menyapa awak media.

Perbincangan dilakukan dominan tentang sepasang sendal orang dewasa, kata SL, Kalau aparat Desa memang tidak ada yang berkantor hari ini, tetapi sepengetahuan saya pak.kades, saya yakin itu sendalnya, tapi kenyataannya tidak ada satupun orang yang kita temukan didalam kantor, sementara ada sendal dan pintu kantor Terbuka.Aneh? Ujar SL, sembari menyebutkan jika kades ada didalam ruangan apa alasannya sehingga tidak mau di konfirmasi sama Wartawan kenapa harus sembunyi?
benar anak kecil yang disana mengatakan bahwa keberadaan kades “katanya”dikantor?.

Lanjut SL, dengan nada Bugis, Komahossangngi Messu itu pak desa ‘ka, Dee ,Gaga AC’kipas angin dee to Gaga,
(Kalau kades lagi kepanasan pasti keluar karena didalam ruangan tidak ada AC apa lagi kipas angin). imbuhnya.

Detik demi detik, tak terasa sudah 10 menit awak media Bersama satu orang Tokoh mudah.duduk Bersama didalam kantor.

Tak disangka,pintu ruangan terbuka Oknum Kades Tiba-tiba muncul dari dalam ruangan kerjanya. Lalu berkata Apa Kau ambil disini, tanpa sadar oknum kades mengelola anggaran Negara Anggaran APBN Dana Desa DD.

Disampaikan tujuan Wartawan untuk konfirmasi , sedangkan tujuan tokoh muda, hanya ingin memastikan kebenaran Sepasang sendal warna coklat milik siapa?.

Kades, yang terkesan kebakaran jenggot, enggan memberikan tanggapan Konfirmasi, melainkan meninggalkan lokasi kantor,menuju rumahnya,dengan mengunakan sepasang sendal warna coklat, yang tadi terparkir di teras Kantor.

Anak kecil, lalu lari berhamburan ketika melihat kades keluar dari kantor.

Entahlah apa lagi yang di sembunyikan oleh Oknum kades sehingga terkesan berkelakuan kurang transparan, serta alergi terhadap Wartawan Majalah Target Tuntas dan online.

Tak dapat dipungkiri bahwa dipemerintahan lingkup desa terdapat beberapa polemik yang berusa dibungkus rapi oleh oknum nakal,seperti seputar informasi kongkalikon Oknum Pemerintah Desa Iwoimea yang Berhasil Terungkap faktanya melalui hasil penelusuran/liputan awak media Target Tuntas,sejak tahun 2020.

“Pemalsuan Tanda tangan ketua BPD” Oknum BPD mengaku tidak pernah bertanda tangan selama menjabat, sedangkan oknum kades mengakui memalsukan Tanda tangan ketua BPD dengan dalil BPD kurang aktif diungkapkan saat dikonfirmasi,(terungkap Agustus 2020 lalu).

Peran Fungsi TPPK/kaur pembangunan Diadopsi oleh kepala Desa, hal ini diungkapkan oleh Oknum TPPK dengan menyebut sejak menjadi TPPK semuanya perbelanjaan kades yang melakukan, saya hanya terima beres.Kan Ade(saudara PK.desa juga bendahara disini).

Pada bulan April,Misteri penyimpanan Anggaran Dana Desa DD yang di peruntukan untuk pengembangan Badan Usaha milik Desa (Bumdes),Eks bendahara mengutarakan tidak pernah melihat wujud Anggaran sampai dinyataka tidak aktif.sedangkan ungkap ketua Bumdes kurang lebih Rp.50 juta rupiah Anggaran Dana Bumdes masih ditangan Eks PJ Kades.waktu itu Kades Tiba-tiba juga menghilang saat hendak dikonfirmasi. sementara kabar bermunculan dari pihak kecamatan eks PJ sudah melakukan pengembalian terkait Dana Desa, Hal ini pun di benarkan oleh eks PJ inisial M ,saat dijumpai di kediamannya tidak disebut Anggaran Dana Desa Bumdes atau temuan lainnya yang dikembalikan ,nama istansi (tempat) dimana dikembalikan. Juga enggan di sebutkan. “yang pada intinya saya sudah melakukan pengembalian Sebesar Rp.45 juta ungkap eks PJ kades Iwoimea (Maret lalu 2021)”.

Untuk itu sangat diharapkan pihak yang berkompeten untuk mengusut tuntas Terkait segala bentuk dugaan pelanggaran Oknum.

Rabu 19 Mei pekan kemarin Kepala Insfestorat kabupaten Kolaka Timur di hubungi Wartawan media ini melalui telepon seluler, dengan singkat ,”sebentar saya telpon balik, saya sedang ada kegiatan pertemuan di pemda (rapat) ” ucap Insfestorat mengakhiri. sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan lanjutan dari pihak Insfestorat.

Sementara itu, pihak kecamatan melalui sambungan WhatsApp Ahmad S.Pd M,si camat Tinondo dihunbungi 25/5 pekan kemarin , menyebutkan” Terkait semua perogram Pemerintah Desa sekecamatan Tinondo sudah rampung Terkhusus tahap Anggaran pencairan tahap satu.kuncinya

Laporan wartawan ( TT ).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button