Sorot

Anca Mayor Bahas Uang Rp 300 Juta. Eks Dirut PDAM Sinjai Jawabannya Menyayat Hati.

Target Tuntas.co.id,_Sinjai, Pekan Kemarin,Pernyataan Suratman Mantan Dirut PDAM Kabupaten Sinjai, Melalui rilis Anca Mayor Diterima Target Tuntas di dalam salah satu grup WhatshApp,( Selasa malam 18/5/2021).

Pesan tersebut dikirim langsung oleh Anca Mayor, dengan menggunakan akun WhatshApp resminya”.

Dalam ulasan via WhatsApp, Andi Darmawansyah atau akrab disapa dengan sebutan Anca Mayor, Secara urai dalam tulisannya menegaskan.

Sesuai pernyataan Eks Dirut PDAM., bahkan diakhiri stetmem Anca Mayor.
“Dengan” Keterangan Langsung Pak Suratman kepada Saya “TIMUNNA NA SYOLIU” pada Tanggal 16 Mei 2021, setelah sholat dhuzur. Kata Anca lewat tulisan itu.

Anca Mayor, di hubungi melalui sambungan telepon genggam, (18/5) Kepada media ini, Anca mengakui bahwa semua yang ditulisnya itu benar sesuai keterangan pernyataan Eks Dirut PDAM.

“Benar, itu semuanya sesuai pernyataan pak Suratman mantan Dirut PDAM sinjai”.
Kata Anca.

Suratman Mantan Dirut PDAM, yang disebutkan memberikan Pernyataan kepada Anca Mayor, turut membenarkan bahwa apa yang di ulas oleh Anca Mayor itu benar adanya.hal ini di ungkapkan Suratman kepada target tuntas online dan cetak saat di konfirmasi (19/5).

“Benar itu kemarin pernyataan saya.
Rilis tersebut memang betul adanya dinda”kata dia.sembari menyambung dengan pesan dan Harapan,Kita senantiasa berpegang teguh hanya kepada Allah Subehanahu Wataala ketika kita di zholimu Insya Allah cepat atau lambat akan datang pertolongan dan pembalasan dari Allah Subehanahu Wataala.Allahu Akbar.

“Sementara sampai berita ini disiarkan berbagi sumber masih terus berusaha untuk dikomfirmasi.

Sekedar informasi, kutipan ulasan Anca Mayor yang sempat beredar di berbagai grup WhatsApp.

BISMILLAH…
“LILLAHI TA ALA, DE KUDUPPAI DESYEKKU LINO AKHIRAT, IYAKKO TANIA NAPAU’E PAK SURATMAN KU POSTING”

Sinjai_,Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa, Perintahkan A.Awal meminta fee 10% Dana hibah air minum perkotaan yang bersumber dari APBN.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mantan Direktur PDAM Sinjai, Suratman, meninggalkan jabatannya sebagai Direktur di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sinjai.

Ditemui di salah satu tempat dibilangan jalan Sungai Tangka Kecamatan Sinjai Utara,Kelurahan Balangnipa Senin,16/5/21, Suratman membeberkan beberapa bukti terkait permintaan fee 10 % tersebut, diantaranya Chating melalui Aplikasi WhatsApp dan kedatangan A.Awal (Perantara) di Kantor PDAM yang disaksikan oleh salah satu Staf serta pertemuan Suratman dengan A. Awal di rumah makan cepat saji di Kota Makassar ketika dirinya (Suratman) masih menjabat sebagai Direktur PDAM Sinjai.

“Saya sudah bedah dengan perlakuan Bupati Sinjai,olehnya itu saya membuka kebobrokan Bupati Sinjai. Ada 3 hal yang membuat saya mengundurkan diri dari jabatan saya selaku Direktur PDAM Saat itu, pertama, korban Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dimana Santer terdengar Bupati terpilih (Andi Seto Ghadista Asapa)akan mendudukan orang dekatnya sebagai Direktur PDAM, sehingga bebagai cela (Kesalahan) yang di carikan,supaya saya lengser dari jabatan dna itu terbukti saat ini.

Kedua, Surat keputusan (SK) pengangkatan saya selaku Direktur oleh Pelaksana Tugas (PLT) Bupati saat itu ( Andi Fajar Yanwar) periode 2018-2023, diduga bermasalah (Cacat hukum), namun yang membuat tekad saya bulat untuk mengundurkan diri pada saat itu, adanya permintaan Fee 10% dari Bupati Sinjai melalui A.Awal,”ungkapnya .

“Adapun fee 10% yang diminta Bupati melalui A. Awal saat itu “Untuk meyakinkan saya, A. Awal memperlihatkan saya Permitaan tersebut melalui HPnya, dan betul Nomor tersebut Nomor Kartu Telpon Hpnya pak bupati, saya tahu, karena di Hp saya, No tersebut juga ada, pesan Permitaan tersebut melalui Chat Via WhatsApp” Dana hibah air minum perkotaan APBN khusus sambungan rumah, khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dimana dana hibah saat itu sebanyak 3 Milyar, jika dikalkulasikan yang diminta oleh Bupati melalui A.Awal nominalnya sebesar Rp.300 juta, sebab menurutnya sistemnya sama dengan di PUPR yang melalui tender, padahalkan tidak, sebab di PDAM dikerjakan sendiri oleh pegawai teknik PDAM atau swakelola sesuai pedoman pelaksanaan program hibah APBN, dan Karena saya tidak sanggup ditambah memang tidak ada uang maka saya menolak,” tambahnya.

Keterangan Langsung Pak Suratman kepada Saya “TIMUNNA NA SYOLIU” pada Tanggal 16 Mei 2021, setelah sholat dhuzur

Sinjai, 18 Mei 2021
Pukul 20.53 Wita

Laporan: wartawan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button