SorotSulsel

Mengutip Pesan WhatsApp Anca Mayor Tanpa Editan.Isinya Bahas Uang Rp.300Juta

Andi Darmawansyah pria yang akrab disapa Anca Mayor, atau identik dengan istilah Latuyu.Tepat Pukul 21:50 WITA Senin malam (16/5/2021).

Terdapat satu pesan rilis ,Melalui akun WhatshApp peribadi (Anca Mayor-red) di dalam grup lintas informasi NKRI, Seperti dikutip majalah target tuntas dan online.

Pesan rilis Anca Mayor Sebagaimana dikutip tanpa editan.

BISMILLAH…
“LILLAHI TA ALA, DE KUDUPPAI DESYEKKU LINO AKHIRAT, IYAKKO TANIA NAPAU’E PAK SURATMAN KU POSTING”

Sinjai-Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa, Perintahkan A.Awal meminta fee 10% Dana hibah air minum perkotaan yang bersumber dari APBN.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mantan Direktur PDAM Sinjai, Suratman, menanggalkan jabatannya sebagai Direktur di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sinjai.

Ditemui di salah satu tempat dibilangan jalan Sungai Tangka Kecamatan Sinjai Utara,Kelurahan Balangnipa Senin,16/5/21, Suratman membeberkan beberapa bukti terkait permintaan fee 10 % tersebut, diantaranya Chating melalui Aplikasi WhatsApp dan kedatangan A.Awal (Perantara) di Kantor PDAM yang disaksikan oleh salah satu Staf serta pertemuan Suratman dengan A. Awal di rumah makan cepat saji di Kota Makassar ketika dirinya (Suratman) masih menjabat sebagai Direktur PDAM Sinjai.

“Saya sudah begah dengan perlakuan Bupati Sinjai,olehnya itu saya membuka kebobrokan Bupati Sinjai. Ada 3 hal yang membuat saya mengundurkan diri dari jabatan saya selaku Direktur PDAM Saat itu, pertama, korban Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dimana Santer terdengar Bupati terpilih (Andi Seto Ghadista Asapa)akan mendudukan orang dekatnya sebagai Direktur PDAM, sehingga bebagai cela (Kesalahan) yang di carikan,supaya saya lengser dari jabatan dna itu terbukti saat ini.

Kedua, Surat keputusan (SK) pengangkatan saya selaku Direktur oleh Pelaksana Tugas (PLT) Bupati saat itu ( Andi Fajar Yanwar) periode 2018-2023, diduga bermasalah (Cacat hukum), namun yang membuat tekad saya bulat untuk mengundurkan diri pada saat itu, adanya permintaan Fee 10% dari Bupati Sinjai melalui A.Awal,”ungkapnya .

“Adapun fee 10% yang diminta Bupati melalui A. Awal saat itu “Untuk meyakinkan saya, A. Awal memperlihatkan saya Permitaan tersebut melalui HPnya, dan betul Nomor tersebut Nomor Kartu Telpon Hpnya pak bupati, saya tahu, karena di Hp saya, No tersebut juga ada, pesan Permitaan tersebut melalui Chat Via WhatsApp” Dana hibah air minum perkotaan APBN khusus sambungan rumah, khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dimana dana hibah saat itu sebanyak 3 Milyar, jika dikalkulasikan yang diminta oleh Bupati melalui A.Awal nominalnya sebesar Rp.300 juta, sebab menurutnya sistemnya sama dengan di PUPR yang melalui tender, padahalkan tidak, sebab di PDAM dikerjakan sendiri oleh pegawai teknik PDAM atau swakelola sesuai pedoman pelaksanaan program hibah APBN, dan Karena saya tidak sanggup ditambah memang tidak ada uang maka saya menolak,” tambahnya.

Keterangan Langsung Pak Suratman kepada Saya “TIMUNNA NA SYOLIU” pada Tanggal 16 Mei 2021, setelah sholat dhuzur

Sinjai, 18 Mei 2021
Pukul 20.53 Wita

Anch@ M@yor

Jengg@l@ Syinfic@te

Anca Mayor dihunbungi Wartawan mengaku itu murni apa yang saya rilis merupakan hal yang sesuai hasil yang kami ketahui.tandasnya.

Laporan Wartawan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button