Sulsel

Buntut 9 Desember “16 Tenaga Honorer Dipecat”Untuk Apa Ada Hak Pilih?

Koltim,_Target Tuntas.co.id-Buntut pesta Demokrasi 9 Desember “ajang pemilihan kepala daerah kabupaten Kolaka Timur “Tingkat Bupati”Berimbas Pada pemecatan sejumlah tenaga honorer.
Ungkap sumber dari berbagai kalangan.

Satu sumber yang enggan di tuliskan jati dirinya, kepada target tuntas Minggu malam pukul 22.05 ” dampak politik pasca pilkada 9 Desember kemarin (2020) merupakan salah satu cerminan dangkalnya birokrasi dan demokrasi, betapa tidak, Ironisnya berbuntut pada polemik pemecatan terhadap tenaga honorer , lebih lagi marak nya isu insentif tenaga honorer masuk dalam kategori mandek alias belum rampung terbayarkan.lanjut untainyan sumber “Jika beda pilihan menjadi suatu alasan sehingga puluhan tenaga honorer di berhentikan berarti , untuk hak pilih,? untuk apa?

Masih seputar polemik 9 Desember seperti Dikutip dari Salah satu media online Minggu 16 Mei 2021, Kurang lebih 16 tenaga honorer di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ‘dipecat’ tanpa alasan yang jelas dan masuk akal.

Hal ini diungkapkan salah satu tenaga honor Mustafa Rasyd yang sudah diberhentikan sejak Maret 2021. Dirinya menuturkan dia dikeluarkan sejak awal Maret 2021″ bersama teman -teman kami yakni 8 orang perempuan dan 8 orang laki -laki.

“Kami di keluarkan dari Honor dengan alasan bukan Tim pemenang Pilkada lalu, itu menurut Kabag Umum, tapi honor kami sejak Januari hingga Februari 2021 sudah dibayarkan, namun Maret hingga seterusnya sudah tidak lagi karena kami sudah di keluarkan,” tandasnya pada media, Minggu (16/5/2021).

Selain katanya untuk SK Honorer mereka ada dan lengkap bahkan bukti absensi juga ada, dasar dibayarnya honor itu tertuang nama di SK. ”Namun dengan alasan tidak masuk akal tersebut kami tetap di keluarkan,” terangnya.

Kabag Umum Rajolin yang dikonfirmasi wartawan “membenarkan adanya pemberhentian, memang benar beberapa tenaga honor di berhentikan.

“Pasca Pilkda kemarin itu diberhentikan, itupun bukan kebijakan saya tapi kebijakan pimpinan, saya terima beres saja, itu pasca Pilkda kemarin karena mereka ini pasang status di media sosial terkait Pilkada,” kata Rojalin.

Menurut pimpinan kata Kabag Umum Pemda Koltim, waktu Pilkda mereka berkoar koar, pasang status, ketika ketemu bu Merry mereka hindari.

”Itu alasan mereka di berhentikan, sedangkan tenaga honor yang lama masih ada, mereka tidak di keluarkan karena mereka diam, tidak pasang -pasang status di medsos dan tidak berkoar – koar, ” pungkasnya.

Sekedar kabar orang nomor satu di lingkup pemerintahan dikabupaten kolaka Timur PJ bupati koltim Hj.Andi Merya Nur SIP, dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggam “via WhatsApp” belum memberikan keterangan terkait pemecatan terhadap sejumlah tenaga honorer.”pesan singkat media ini belum terbuka”. kuncinya Supriadi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button