Wajo

Bantah Jual Beli Hentraktor

Drs. Burhanuddin Kabid Khotikoltura

Wajo, (targettuntas.co.id) – Belum lama ini masyarakat di Kabupaten Wajo di giurkan berbagai macam bantuan haentraktor oleh oknuk yang tidak bertanggung jawab, bahkan masyarakat dimintai uang DP sebesar Rp. 1.000.000. (satu juta rupiah) bahkan ada sampai Rp. 50.000.000. (Lima puluh juta rupiah). modus oknum tersebut mengimingi korbannya dengan bantuan hentraktor dan juga mobil panen Combaen, dan beberapa masyarakat kini sudah masuk dalam jebakannya.

Berdasarkan info dari warga sekaligus korban yang berenisial KM 39 tahun yang di konfirmasi wartawan media ini mengatakan, ” saya suda menyetor uang sebesar Rp. 1.000.000. (satu juta rupiah) karena yang saya minya hanya handtraktor jadi begitu barangnya datang saya setor lagi sisanya sebesar Rp. 9.000.000. (sembilan juta rupiah), tapi saudara menantu saya suda menyerahkan uang sebesar Rp. 50. 000.000. (Lima puluh juta rupiah) karena yang ia pesan mobil panen (Kombaen), dan kini kami tinggal menunggu datangnya bantuan itu dari pertanian”, ungkapnya.

Setelah mendengar percakapan warga wartawan media ini pun langsung menyambangi kantor dinas pertanian Kab. Wajo dan mengklarefikasi hal tersebut dengan kepala dinas pertanian Muh. Ashar. “Selama ini kami belum perna memperjual belikan bantuan apa pun yang di berikan oleh pemerintah baik daerah provinsi maupun pusat. dan saya sangat sayangkan jika ada oknum yang ingin mencedrai dinas pertanian Kab. Wajo. kami sangat berharap kepada rekan media agar menyampaikan kepada lapisan masyarakat jika ada yang mencatut nama dinas pertanian wajo jangan di tanggapi”, tegasnya.

Kabid Kholtikoltura Drs. Burhanuddin juga membantah, ” selama saya di dinas pertanian belum ada peraturan yang seperti ini, oknum yang mengelabui masyarakat dengan mencatut nama dinas pertanian Kab. Wajo sangat tidak wajar. Apa lagi setahu saya segala bantuan untuk petani semua suda ada yang memiliki melalui jalur profosal mereka, apakah itu dari aspirasi atau dari kementrian. saya harapkan masyarakat jangan ada yang percaya, apa lagi sampai di mintai uang”, tegasny. (Lap. Ai)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button