SorotSulsel

TAMBANG NAKAL BAK GURITA.LSM-SEKAT RI UNJUK TARING APH DAN BUPATI MAROS JANGAN TUTUP MATA.

Bak Gurita Tambang C Beroperasi, Warga Maros Dibalut Polusi.SEKAT RI Unjuk Taring APH dan Bupati Jangan Tutup Mata.

Target Tuntas.co.id,_Sulsel-Tambang Galian C kembali marak di Desa Mongcoloe Bulu Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, setelah beberapa pekan terakhir tidak beroperasi akibat curah hujan.

Akibat aktivitas penambangan tersebut mengundang polusi udara yang berdampak kepada kesehatan masyarakat, Pantauan Wartawan di lokasi melalui laporan Dg.toneng di sadap Target Tuntas Senin 26/4/ 2021

Belum diketahui secara pasti apakah perusahaan pengelola tambang mengantongi izin tambang dan Surat Keterangan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Pemerintah Pusat ada atau belum.?

Kalau memiliki izin, paling tidak perusahaan tersebut harus memperhatikan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Memang secara medis belum ada data korban akibat polusi udara yang ditimbulkan dengan kegiatan penambangan tersebut.

Namun, secara fisik kondisi alternatif (jalan-Red) yang dilewati armada pengangkut tanah timbunan roda 6 (enam) hingga 10 roda berbuntut pada indikasi kerusakan jalan.

Kendati demikian salah satu penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Maros diduga penggundulan hutan akibat maraknya penggalian Tambang ‘Ilegal’ di area bukit-bukit yang terletak di wilayah Kecamatan Moncongloe, Tanralili, Tompobulu dan Simbang Kabupaten Maros.

Sebut saja Salah satu lokasi Tambang Galian C di Desa Mongcoloe Bulu Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros yang dikelola oleh salah seorang pengusaha Tambang Galian C, dalam beberapa pekan ini marak melakukan penambangan yang menimbulkan tanda tanya dari banyak pihak.

Puluhan Armada mobil truk roda enam bolak balik mengangkut tanah timbunan.produksi polusi udara pun tak tanggung-tanggun (akibatnya-Red).

Diperdisik maksimal ,puluhan mobil truk sampai 100 kali mengangkut tanah timbunan dalam sepekan.

Keluhan dari berbagai elemen masyarakat kerap disampaikan kepala desa Moncongloe polemik tersebut sering kami kemukakan di rapat umum di kantor bupati tetapi hasilnya tetap beroperasi jadi kami minta Pihak ESDM Provinsi dan Kepolisian untuk turung karna sumber mata air kami berkurang belum lagi dampak yang ditimbulkan bagi warga kami.

” Selain debu yang selalu bertebaran dan material yang tidak di bersihkan di jalan kami juga minta ESDM Provinsi dan Kepolisian untuk menertibkan”imbuh kades kepada pers.

UPT ESDM kabupaten Maros melalui komfirmasi Wartawan Mengutarakan, terbilang ada beberapa Tambang Tanpa izin dan dokumen diduga ‘Palsu’ yang ditemukan di beberapa lokasi waktu lalu.

“Iya ada beberapa tambang Tampa dokumen dan diduga palsu, itu kan sebenarnya ranah kepolisian ” ucapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Sejumlah lembaga Unjuk Taring kenapa…?
“Penambang C bak Gurita”Selain berdampak pada kesehatan dan lingkungan hal ini juga diduga kuat telah melanggar hukum, mestinya pihak penegak hukum tidak terkesan tutup mata.”(Semoga tidak-Red)

Mengetahui kabar tersebut Ketua LSM Sorot Indonesia, Ismar, menantang Bupati Maros dan Penegak Hukum untuk segera menertibkan tambang liar tersebut

Tambang liar bak gurita” di wilayah kabupaten Maros itu sangat menimbulkan keresahan masyarakat. Oleh karena itu, LSM Sorot meminta ke Bupati dan penegak hukum untuk segera turun menertibkan tambang liar tersebut.

“Kami minta Bupati dan Kepolisian untuk segera turun menertibkan tambang ‘liar’ yang meresahkan masyarakat” tegasnya Senin (26/4/2021)

Terpisah Humas DPP SEKAT RI, Muh Darwis mendesak Bupati dan Kepolisian untuk segera turung menertibkan tambang ‘liar’ yang meresahkan warga.

“Iya kalau ini di biarkan terus menerus hutan semakin gundul yang akan menimbulkan nantinya banjir, apa lagi sumber Mata air Semakin berkurang ” imbuhnya

Sampai berita ini diterbitkan sejumlah sumber masih berusaha di konfirmasi.

Laporan.wartawan. 26 april 2021

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button