HukumSorot

Di Duga Selewengkan Dana Desa Dan Alihkan Hak Warganya.Oknum Terkesan Kebal Hukum ada Apa?

Sultra,_Target Tuntas.co.id-Kades Tawatawaro di Duga Selewengkan Dana Desa, dan pengalihan lahan hak masyarakat, ganti rugugi dari PT SARI.
Data dihimpun media ini mulai foto dokumentasi saat Penerima uang serta foto copy kartu tanda penduduk dan kartu keluarga semua berciri ciri milik kades.

Terkesan Kebal Hukum ada apa,?

Oknum Kepala Desa Tawatawaro, kecamatan Tinondo kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara.terkesan kebal hukum. meski telah melakukan kongkalikon pengelolaan anggaran Dana Desa yang berbuntut dugaan penyelewengan dana desa T.A.2017 sebesar Rp.20 juta rupiah.

Anggaran tersebut di alokasikan untuk pengadaan bibit tanaman pala yang rencananya akan di bagikan kepada masyarakat agar dapat menebas keterpurukan ekonomi melalui central pertanian.

Namun ironisnya alih-alih untuk mensejahterakan rakyat Justru Rp.20 juta di duga masuk di kantong Oknum.

Maraknya kongkalikon yang terjadi di lingkungan pemerintah Desa Tawatawaro akibat kurangnya pengawasan dari pihak terkait.BPD nya saja mati kiri.ungkap sumber dari berbagai kalangan.

Jamaluddin Ketua BPD sempat di jumpai Wartawan Media ini, kala itu sewaktu ditemukan adanya Penerima bantuan langsung tunai BLT DD yang ikut Dobel menirima bantuan bersumber dari jenis bantuan BPNT. Ketua BPD kala itu terkesan kurang pengawasan bahkan diakuinya semuanya urusan mengarah kades yang mengetahui.

Dihubungi melalui sambungan telepon seluler Kamis 22 April 2021 kontak telepon kades sedang berada di luar jangkauan.

Satu orang pihak Pemerintah kecamatan Tinondo sempat di konfirmasi terkait kegiatan fiktif Tersebut, berhasil menemui kepala Desa Tawatawaro.”kata dia”. Saat dijumpai awak media,.

Ia kades Tawatawaro saat saya temui ikut membenarkan Tahun 2017 telah menganggarkan untuk pengadaan bibit tanaman pala namun hingga kini belum terealisasi, ungkapnya menirukan Keterangan kades.

“Benar telah di Anggarankan sebesar Rp 20 juta. Kemarin saya ketemu kades ungkap pihak kecamatan Tinondo kepada target tuntas saat dijumpai di saksikan dan di dengarkan salah satu masyarakat kecamatan Tinondo”.

“Linca ,Lihai,Licin terkesan kebal hukum betapa tidak Oknum kades yang sering mengaku di depan umum kalau dirinya mantan pereman Legendaris Kota Jakarta

Sejak tahun lalu telah diketahui oleh pihak polres Kolaka bahwa kades Tawatawaro telah menerima uang ganti rugi lahan pertanian hak rakyatnya (darma-red).pihak PT SARI Reski Indonesia pun, turut membenarkan hal itu.semua sudah berperoses di polres Kolaka, ujar daefulla humas PT SARI, lanjut ditambahkan semua lahan yang di kelola PT SARI telah lebih dulu dilakukan ganti rugi dan itu diketahui oleh pemerintah setempat termasuk pihak kecamatan Tinondo.

Bermula saat Darma (54) di laporkan oleh pihak PT SARI Reski Indonesia atas pengrusakan tanaman sawit. Darma kepada wartawan Target Tuntas online dan cetak saat dijumpai di kediamannya, menuturkan bahwa setelah dirinya mendapat surat panggilan yang diantar oleh pihak polres Kolaka ke kediaman darma.

Darma mematuhi aturan dan memenuhi panggilan untuk di periksa oleh pihak penegak hukum polres Kolaka pada bulan Mei 2020 Lalu., seusai pemeriksaan Darma mengetahui bahwa orang yang menerima atas ganti rugi hak miliknya tak lain pemimpin wilayah setempat.

“Ungkapan pihak penegak hukum kepada Darma waktu di polres Kolaka.Darma uraikan secara Visual”mauki tahuki yang jualki lahanta Bu, ini orangnya, ini fotonya, kita tahu ini yang ada kumisnya Bu? seandainya cepat kepolres Kolaka dari dulu kita tahu Bu, imbuhnya.

Tiruan jawabannya kepada pihak berwajib “iye pak Pemerintahku itu pak.tuturnya terenyuh.

Bukti dokumen ada di kantor polres Kolaka saya lihat dengan mata kepala saya sendiri,ujar darma sambil menyebutkan kemanakan saya sempat di izinkan oleh pihak penegak hukum untuk mendokumentasikan bukti tersebut.

“Namun hingga kini entah apa yang menjadi hambatan Penegak Hukum sehingga Oknum terkesan kebal hukum, padahal nyata oknum kades tersebut telah menerima uang sesuai dokumen falid, di lengkapi dengan bukti foto dan di ketahui oleh beberapa pihak termasuk Dokumen tersebut ikut di setujui dan di tandatangani oleh Bastian S,Pd saat menjabat sebagai Camat Tinondo”.

Di harapkan kepada pihak penegak hukum agar mengusut tuntas dugaan kasus tersebut.sebab jika di biarkan sama saja lembaga hukum memberikan ruang kepada Oknum nakal yang dapat menyebabkan masyarakat terzolimi.

Sampai berita ini diterbitkan Sejumlah pihak masih berusaha untuk dikonfirmasi.bersambung.(TT)

Catatan: foto ilustrasi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button