Berita UtamaSultraTech

Mantan Pereman Tanjung Priok kota Jakarta, Diduga Jadi Aktor Pengalihan Lahan Milik Darma.

Sultra,Koltim,_Sebidang tanah pertanian seluas sekitar 2 hektar yang terletak di tepi kawasan Rawa Tinondo, kini menjadi saksi kehebatan aksi mantan preman legendaris kota Jakarta, sekaligus barometer atau ukuran atas kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya.

Betapa tidak, Darma paru baya warga Dusun 3 Desa Tawatawaro, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur, provinsi Sulawesi Tenggara.menjadi terlapor atas dugaan pengrusakan tanaman sawit PT SARI Asri Reski Indonesia yang bergerak di bidang industri Pertanian.

Foto.dok darama. Memegang surat-surat tanah dan PBB

Menurut keterangan Darma, ia, dilaporkan oleh pihak PT SARI, ke pihak kepolisian resort kabupaten Kolaka,pada bulan Mei 2020 Darma mengaku melakukan pengerusakan kerena tanaman sawit tumbuh diatas lahan pertanian miliknya, darma pun mengaku belum pernah mengalikan/menjual lahan tersebut, kalaupun tanah tersebut dialihkan oleh pemerintah seharusnya ada pemberitahuan kepada kami sekeluarga, dan kalau pun surat tanah yang saya pegang tidak sah kenapa Pemerintah meminta saya untuk membayar Pajaknya(PBB).Darma menghadiri panggilan pihak kepolisian, untuk memberikan keterangan. Darma di dampingi oleh anak kemanakan waktu itu.

Sesuai memberikan keterangan, darma bersama anak kemanakan mengetahui bahwa orang yang sering ngaku mantan pereman Legendaris Kota Jakarta “tanjung prioek” aktor dibalik legalitas dugaan pengalihan lahan pertanian yang sebelumnya diketahui bahwa pada tahun 1984 pihak pemerintah setempat mengeluarkan surat kuasa hak milik untuk Pengelola, didalam isi surat Tertulis nama lengkap suami Darma selaku penggaraf, bukan cuma itu, darma (54)bersama sama (56) memberikan keterangan secara visual kepada wartawan Target Tuntas online dan cetak, (3/8 /2020.) Darma mengungkapkan sejak tahun 2000-2019 ia, mulai melakukan pembayaran pajak bumi bangunan (PBB) atas nama pemerintah darma Tertip melakukan pembayaran.ujar Darma dengan alod.

Lanjut, di uraikan dengan raut wajah di balut rasa kecewa, kenapa….?

“Pasalnya Darma berhasil mengetahui bahwa Oknum Kades Tawatawaro yang sebelumnya seringkalai mengaku eks/ Mantan pereman Legendaris Kota Jakarta “tanjung prioek” diduga kuat dialah aktor dibalik legalitas pengalihan lahan miliknya kepada pihak perusahaan PT SARI, dengan dalil pihak PT SARI telah melakukan ganti rugi.,kepada pemilik lahan”.

“Saya melihat dokumen serta foto Pemerintah setempat ternyata dia betul yang telah melakukan pengalihan lahan pertanian yang sebelumnya saya sering kali bertanya namun kades tidak pernah mengakui”imbuhnya.

Terpisah, Saiful Humas PT SARI saat dijumpai (15/8/2020). “Semua lahan yang di kelola oleh pihak PT SARI, Pemerintah Desa Setempat tentu telah memberikan persetujuan, serta semua laha yang di kelola oleh pihak PT SARI, sebelum di kelola lebih dulu dilakukan ganti rugi.sangat keliru jika pemerintah desa tersebut tidak mengetahui hal itu.

Menarik Ulur, 3 Agustus 2020 Oknum Kades saat dijumpai , mengaku tidak mengetahui kalau ada lahan milik darma di kelolah oleh pihak PT SARI, bahkan Oknum Kades naik pitam, (emosi)”lontar dengan nada Bugis, Enna muissengnga Leh, “mantan peremangnga riolo na,baruka mejadi kades soal tana Darma enna kuissengi”
“Tidak kenal dengan latar belakang saya, saya ini mantan pereman soal tanah ibu darma saya tidak pernah tahu”.

Kembali awak media bersama Mujahidin menjupai pihak PT SARI Asri Reski Indonesia belum lama ini( 12 Maret 2021 ) Jerry staf umum PT SARI,mengutarakan
Terkait lahan pertanian Darma masih ditangani pihak kepolisian resort kolaka,. Ada baiknya kita temui Humas Saiful” kilahnya.

Dua pekan kemudian, (14 Maret 2021) Saiful Humas PT SARI, mengungkapkan, intinya sementara berperoses dan yang menerima Ganti Rugi atas lahan tersebut pihak perusahaan memiliki bukti dokumen, dan atas hak pengelolaan pihak PT SARI memiliki surat legalitas yang di ketahui serta disetujui oleh pemerintah serta pihak PT SARI mengelola dilengkapi dengan surat izin.

“Mujahidin turut berharap Semoga polemik tersebut secepatnya dapat terselesaikan, biarkan pihak yang berkompeten melakukan proses lebih lanjut, kita semua wajib menghormati kebijakan pemerintah dan pihak berwajib”.

target tuntas.co.id. 29 Maret 2021.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button