Berita UtamaSinjaiSulsel

Kongkalikon Gapoktan Desa Talle “Edisi kedua”Sapa Penegak Hukum .

Polemik Gapoktan Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, kabupaten Sinjai, provinsi Sulawesi Selatan, Kembali menyapa pihak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas adanya kongkalikon edisi kedua, jika terbukti harap di proses lebih lanjut.ungkap sumber dari berbagai kalangan.

Kenapa….?

Pasalnya Oknum pengelola Anggaran negara yang di alokasikan untuk Bantuan bagi masyarakat yang di sinyalir dikelola oleh gabungan kelompok tani sedesatalle (Gapoktan Desa Talle) di duga kuat nyangkut di Katong para pengurus inti, alias Anggaran Tidak terkelola dengan baik, laporan administrasi didugapun tidak sesuai dengan fakta lapangan.sedangkan Anggaran mencapai Ratusan juta rupiah.

Diketahui struktur Pengurus inti Gapoktan Desa Talle terdiri dari ketua, sekertaris, bendahara,serta para anggota kelompok tani lainnya.

Inisial AM ,warga kepada pers menyebutkan bahwa Pengurus Gapoktan tidak mengelola anggaran melainkan membagi Anggaran terhadap sesama Pengurus untuk kepentingan pribadi.
Buktinya kala itu tidak ada pupuk yang di salurkan kepada masyarakat., padahal Anggaran ratusan juta rupiah di peruntukkan untuk pengadaan pupuk untuk membantu meningkatkan daya pertanian masyarakat. meski dikelola oleh Gapoktan Anggaran tersebut kala itu terbungkus rapi.sayapun siap menjadi saksi dan saya siap mempertanggung jawabkan apa yang saya ungkapkan, sebab saya memiliki berbagai bukti akurat , pungkasnya.

Terpisah belum lama ini, AJ, yang di sebutkan sebagai sekertaris dijumpai diselah kesibukannya di kecamatan Sinjai borong, kepada wartawan Target Tuntas dan LSM LAI inisial S. “AJ,Sekertaris” menjelaskan pengelolaan anggaran Dana Gapoktan bersumber dari bantuan dinas pertanian dan ketahanan pangan, selain itu, pengelolaan anggaran tersebut wajib di lakukan pengembalian dalam jangka setiap 12 bulan.asis juga memaparkan dirinya Waktu itu sudah tidak terlibat dalam pengelolaan anggaran Gapoktan tahun 2003,.namu ia, tahu secara detail para pengurusnya.

“Waktu itu saya tidak termasuk Pengelola meski saya sekertaris sebelumnya.ujar Asis.
sambil menyebutkan satu persatu yang mengelola”

Ir.abd Rajab kades Talle, di hubungi melalui sambungan telepon seluler (24/3/2021), naas telpon diluar jangkauan.sebelumnya pada Desember 2020 kades Talle sempat dimintai tanggapan terkait hal tersebut.

“Kalau saya tidak salah para pengurus telah melakukan pertemuan untuk merampungkan
Dan mencari solusi” saya juga tidak terlalu mengetahui seluk-beluk Gapoktan yang kita maksud kerena hal itu sebelum saya menjabat.

Diketahui bahwa Anggaran kurang lebih sebesar Rp 100jt. Menurut sumber yang meminta tidak ditulis jati dirinya, ratusan juta tersebut, bersarang di kantong para pengurus.untuk itu harapan saya Selaku masyarakat , kepada pihak penegak hukum agar mengusut tuntas Terkait Polemik Gapoktan Desa Talle.memang benar para pengurus telah melakukan pertemuan untuk membahas terkait dengan polemik Gapoktan.namun kembali ada dugaan kuat kongkalikon edesi Kedua.,nah disini sangat dibutuhkan ketegasan dari pihak dinas terkait , serta pihak penegak hukum untuk menindaklanjuti adanya dugaan kongkalikon Gapoktan edesi Kedua.

“Sampai berita ini diterbitkan para pengurus inti masih berusaha untuk dikonfirmasi”.

Target Tuntas.co.id SuLSel .Maret 2021.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button