Berita UtamaKesehatan

Sekilas Catatan Kuli Tinta, Informasi Menarik.

Penulis: Supriadi Buraerah(SuBur)
Editor  :admin online

Mengulas Tentang pemahaman dan  Latar Belakang Desa Serta Peran Aktif Pemerintah Di Tengah Pademik Covid-19.

Target Tuntas.co.id _Seringkali kita mendengar bahkan menjupai seorang pemimpin yang mengendarai Roda pemerintahan terkesan kekuasaan terselubung minim pemahaman tentang lambang Garuda Pancasila hal ini terkadang membuat Pemerintah terkesan Abai dalam mengemban amanah.

Ditegaskan bahwa penggunaan lambang Garuda (negara)diatur oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.sebagai pemangku kebijakan semestinya harus cermat dan paham substansi peraturan tersebut.

Bahwa menjunjung tinggi nilai-nilai yang terdapat pada dasar dan Lambang Negara itu harus pada ketaatan dan pemahaman.

Tetapi mentaati aturan perundang-undangan juga suatu keharusan.

Maka sangat kurang etis jika yang dilakukan merupakan perilaku latah dan Abai atau terkesan Arogan.

Tulisan ini bertujuan mengajak semua elemen pembaca meluangkan waktu sejenak untuk lebih menghormati dan menghargai lambang Negara Garuda Pancasila seyogyan Bhinneka tunggal Ika, serta membahas peran aktif pemerintah di tengah situasi pademik Covid-19.

keberhasilan pemerintah pusat dalam melangsungkan kelanjutan stabilitas  kesejahteraan masyarakat, Sinabung dengan pemerintah Desa.

Desa atau lembaga formal pemerintahan yang wajib menjaga Marwah empat bidang peran penting prioritas fungsional untuk kesiapan mensejahterakan masyarakat secara menyeluruh meluas dan merata.

Ke empat proritas tersebut meliputi Bidang pembangunan,bidang pemberdayaan,bidang pelayanan,dan bidang pembinaan.

kendati demikian Pemerintah pusat persiden Republika Indonesia Ir.Joko Widodo Besama Mentri keuangan dan Mentri Desa daera tertinggal dan teransmigrasi.menyepakati gelontoran Anggaran APBDesa setiap tahun

Diketahui bersama setiap tahun Pemerintah pusat menggelontorkan Anggaran Triliunan rupiah untuk menggenjot peningkatan pembangunan kemajuan wilayah Desa untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Tentu wajib didukungan dari peran aktif berbagai pihak yang berkompeten dalam melakukan monitoring  pengawasan pengelolaan anggaran Negara.

Mulai dari inspektorat , Kejaksaan,TNI-Polr, legislasif (DPRD) serta Badan Pengawas lokal (BPD) dan Lembaga lainnya , semua bertujuan demi pencapaian pengelolaan Anggaran Dana Desa Secara tepat sasaran.

Latar belakang Pemerintah Desa adalah penyelenggara urusan pemerintahan Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengatur dan mengurus kepentingan warga setempat.

Berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang di akui, dihormati dalam sistem manajemen pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI sejak dahulu kala.

Desa juga merupakan komponen terpenting dari sistem Pemerintahaan yang dapat menunjang tercapainya kesedihan kelengkapan, akurasi dan semua hal yang berhubungan dengan seluruh sistem funda mental dan data kependudukan.

Seiring berjalannya waktu berbarengan dengan kemajuan wilayah dan kecanggihan teknologi pihak kementerian Desa Daerah tertinggal dan teransmigrasi terus mendorong dan menggagas berbagai inovastif yang ikut di programkan di setiap wilayah Desa melalui pemerintah Desa.

Di Sulawesi Selatan melalui pemerintah kabupaten Sinjai seluruh wilayah desa kabarnya berhasil melangsungkan pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan manajemen integritas  pemerintahan Desa, merajut inovasi daya saing, gagasan dan ide cemerlang terus di perogramkan seperi halnya, perogram menuju Desa  Informatif  dan Terintegrasi.

kabarnya sukses di gelar melalui Pusat pengembangan Informasi Pemerintahaan Daerah PUSPIMDA TRAINING CENTER

Giat tersebut di gelar Pada tahun Anggaran TA.2019 pada bulan Agustus.dikuti oleh seluruh kepala Desa Se-kabupaten Sinjai.berjalan dengan baik dan lancar.

“Sekedar Dikabarkan”tentang pengalihan ADD-DD dan vaksinasi covid-19.

Mengingat covid-19 belum berhasil di halau oleh pemerintah meski telah menelan Triliunan Uang Negara konon kabarnya, hingga memakan waktu tahunan Corona virus faktanya masih menjadi Ancaman globalisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Ratusan juta korban jiwa berjatuhan akibat keganasan jangkitan Corona virus”covid-19” yang akrab dikenal sangat mematikan.

Keganasan covid-19 bencana non alam fenomena penyakit yang berkemampuan tanpa pandang bulu, menyerang manusia melalui saluran pernapasan dan mata serta penyebarannya yang sangat cepat dan mematikan.

“Sangat cepat dan Mematikan manusia”.

Dapat diketahui manusia terjangkit virus Corona covid-19, dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan dan melalui penyampaian informasi dari juru bicara “Jubir covid-19” terkadang menyampaikan melalui jumpa pers, siaran suara live di TV terkadang pula melalui keterang tertulis via WhatsApp Kepada sejumlah awak media.
Penyampaian informasi tersebut melalui hasil pemeriksaan tim ahli tenaga kesehatan (medis-red).

Adapun ciri khas penyebutan penyakit Corona yang menjangkit manusia  satu diantaranya OTG orang tanpa gejala,dengan demikian keganasannya sangat luar biasa.
Corona yang diketahui mematikan itu, dapat menghilangkan nyawa manusia tanpa ada gejala.(ganas-red)

Untuk itu mari kita semua menghormati dan menghargai kebijakan pemerintah, serta mematuhi peraturan undang-undang kesehatan tentang kedisiplinan perotokol Kesehatan.

Beberapa bulan lalu Peran aktif pemerintah bersama TNI-POLRI Gencar melakukan giat Steril lingkungan dengan melakukan penyemprotan disinfekan di setiap tempat umum dan rumah penduduk.Sosialisasi himbauan serta pembagian masker ikut di langsungkan.

Turut pula di perogramkan pengecekan suhu badan bagi setiap warga pengendara yang memasuki wilayah  provinsi, Kabupaten, kecamatan sampai pelosok Desa.

Di samping itu pemerintah menyiapkan Posko tanggap darurat Covid-19 disetiap wilayah perbatasan dan rumah Isolasi bagi warga masyarakat yang baru tiba dari luar kota.

Terkhusus wilayah Desa, se-kabupaten Sinjai Anggaran APBDesa (ADD-DD) yang di dialihkan untuk pencegahan penyebaran Corona virus secara keseluruhan mencapai miliaran rupiah.

Untuk Anggaran APBDesa yang bersumber dari APBN Dana Desa setiap Desa mendapatkan pengurangan anggaran kurang lebih Sebesar Rp.10 juta rupiah.

Sedangkan untuk pengalihan Anggaran yang bersumber dari APBD Alokasi Dana Desa ADD kurang lebih sebesar Rp 100 juta rupiah.pengalihan tersebut di terapkan dengan metode berlaku untuk setiap wilayah Desa di kabupaten Sinjai.

sehubungan dengan pengelolaan dikelola langsung oleh pemerintah kabupaten Sinjai dengan melibatkan beberapa unsur instansi terkait.

Pengalihan Anggaran semata-mata untuk kepentingan masyarakat dalam artian untuk kegiatan pencegahan penyebaran covid-19.

Anggaran yang dimaksud dialihkan di luar konteks Anggaran Dana Desa DD yang di alokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai.

Mengingat Pandemi Covid-19 masih belum berhasil di Halau oleh pemerintah meski pemangkasan (pengalihan) Anggaran dari berbagai jenis Anggaran istansi SKPD seperti halnya DAU DAK hingga APBDes turut menjadi sasaran utama.

Bukan berarti Pemerintahan ternilai gagal menghalau Corona virus, hingga kini pemerintah cenderung Sigap memperhatikanĀ  keselamatan rakyat.

Tidak ada yang salah dalam hal itu, hanya saja sebahagian Aktifistas masih terkesan terbatasi meskipun kehidupan normal baru (New Normal) telah di terapkan Sejak beberapa bulan lalu.

Memasuki Awal tahun 2021 Corona virus (covid-19) semakin menuai tindakan Penanganan lebih serius baik dari segi Anggaran maupun tindakan menangkal bahaya dampak jangkitan corona.

Setelah beberapa rangkaian serta kebijakan pemerintah dikeluarkan untuk memutus mata Rantai penyebaran Covid-19 selama beberapa bulan sampai memasuki awal tahun 2021, giat serentak menangkal covid-19 melalui vaksin terus di lakukan.

Sinergitas TNI dan polri bersama pemerintah serta tenaga kesehatan (medis) terus menerus gencar melakukan sosialisasi himbauan, dan serentak mendukung dan dalam melaksanakan perogram Tangkal jangkitan keganasan covid-19.

melalui Program Pemerintah pusat bekerja sama dengan WHO untuk menggelar pencanangan Vaksinasi Covid-19.

Dengan harapan rakyat terbebas dari ancaman Corona virus “covid-19″yang mematikan itu.kabarnya sukses di gelar sampai tingkat pelosok.

Sesuai data yang di himpunan Awak media media Target Tuntas. Pantauan di lokasi kecamatan lambandia melalui sambungan dalam Jaringan.

camat lambandia saat jalani suntik vaksin.

Giat dipimpin oleh camat lambandia Supriadi S.Pd M,si.sukses bersama pemerintah Desa melaksanakan kegiatan pencanangan Vaksinasi Covid-19 yang bertempat di ruangan tenaga medis puskesmas kecamatan lambandia, kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)Pada Senin 08 Maret 2021.

Saat pencanangan Vaksinasi Covid-19 berlangsung

Camat lambandia Supriadi S,Pd M,siĀ  mengutarakan kegiatan tersebut serentak di gelar dengan melibatkan seluruh unsur Tokoh masyarakat dari berbagai wilayah Desa Se-kecamatan lambandia.

10 Maret 2021.
Saran dan masukan kami selalu harapkan dari pembaca.berita target tuntas.co.id

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button