Berita UtamaSultra

Mengulas Tentang Oknum kades Arogan di Bombana.fersi Intelektual.

Oleh. Supriadi Buraerah ( SuBur)

Sultra_Target Tuntas.co.id-Pemerintah Desa salah satu lembaga formal kebanggaan dan harapan pelopor pembangunan sekaligus Unjung Tombak kesejahteraan masyarakat dari berbagai kalangan.

Empat fusional peran penting pemerintah desa wajib di embang dan di pertanggung jawabkan.

Ke empat poin bagian dari wujud perilaku layaknya Pemerintah terhadap masyarakat luas.

meliputi ke empat poin tersebut diantaranya fungsi pembangunan, pemberdayaan, pembinaan dan pelayanan.

Bukan justru sebaliknya sikap Arogansi terkesan terselubung dinasti otak licik di balut keserakahan menumbuh kembangkan indikasi korupsi Seperti belum lama ini terjadi di Bombana.satu orang jurnalis dari media online mendapatkan perlakuan kurang baik dari oknum kades (6/3/2021)

Awak media yang melakukan peliputan terkait adanya indikasi kongkalikon dana bantuan yang bersumber dari salah satu perusahaan Swasta Ternama.

Saat wartawan /Jurnalis melakukan komunikasi konfirmasi, Oknum kades di temui sontak naik pitam.

Seharusnya Oknum kades bersyukur atas kehadiran mitra kerja yang berusaha membantu meluruskan dugaan adanya polemik yang menyeret. namanya.

harus Bersyukur’ kenapa….?

Sebab Jurnalis (Wartawan) mempunyai peranan penting dalam setiap lembaga formal yang berkaitan dengan Pemerintahan.

Mulai dari Lembaga pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan hingga pelosok Desa.serta instansi lainnya termasuk eksekutif Legislatif yudikatif serta Informasi yang tumpan tindi yang bergulir ditenga masyarakat seperti yang terjadi di desa Ulungkura di Bombana.

Sebelumnya jurnalis memperoleh informasi dari berbagai sumber yang menyebutkan di desa Ulungkura di duga terjadi polemik terkait penggunaan anggaran bantuan dari salah satu perusahaan ternama.

Lebih lagi, kepala Desa Salah satu pemegan amana lambang Garuda,Semboyan Bhinneka tunggal Ika.(lambang negara-Red).

Secara filosofi para pemangku desa harus mencerminkan perilaku baik untuk mewujudkan masyarakat yang adil berkemakmuran atau makmur berkeadilan.

Bukan justru Realita ,fakta .sebaliknya, dimana masalah birokrasi demokrasi dan korupsi justru tumbuh tak terbendung dan berkembang sangat subur.hal ini ditemukan adanya Oknum kades terkesan serakah dan Arogan Di kabupaten Bombana.

Ditegaskan bahwa penggunaan lambang Garuda (negara) diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.sebagai pemangku desa semestinya harus cermat dan paham substansi peraturan tersebut.
bahwa menjunjung tinggi nilai-nilai yang terdapat pada dasar dan Lambang Negara itu harus pada ketaatan dan pemahaman. tetapi mentaati aturan perundang-undangan juga suatu keharusan. Makan sangat tidak etis jika yang dilakukan merupakan perilaku latah terkesan Arogan.

Tingkat keprihatinan semakin meningkat adanya perilaku latah pemangku Lembaga pemerintah desa terhadap Lambang Negara, yaitu Lambang Garuda yang dipakai dalam lencana atau pin jabatannya.Justru kades sendiri yang kurang atau pura pura kurang paham.(buta Rasa-red).

Entah apa yang merasuki oknum kades Ulungkura di Bombana sehingga, Dengan Gobloknya berkelakuan layaknya tak senonoh kepada wartawan media online.

Nex berita selengkapnya .

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button