HukumKriminal

Ungkap Mister Akhir Desember 2020.Mayat Bayi Mengapung. Pelaku Ibu kandung

Penegak Hukum wilayah Banjarnegara Berhasil Mengungkap Peristiwa Menyayat Hati. Pelaku IBu Kandung.

Target Tuntas.co.id- Entah Setan apa yang merasuki pelaku ibu kandung sehingga membuang anaknya, dengan cara tragis

Napsu birahi tak terbendung hubungan gelap Bersama pria hidung belang, mengantar seorang ibu.parkir di balik Jeruji Besi.kurang lebih 9 bulan lamanya mengandung buah hati setelah lahir sang ibu berkelakuan kepada “anak bayi” layaknya penghuni Neraka (Bejat-red).mengakibatkan korban tidak dapat tertolong (kehilangan nyawa-red).

Informasi yang dihimpun wartawan media ini,Peristiwa menyayat hati mengakibatkan anak Bayi yang tak berdosa kehilangan nyawa.

Aroma misteri penemuan mayat tersebut di ketahui oleh pihak penegak hukum sejak Sabtu 26 Desember 2020.berlokasi sekitaran aliran sungai tepatnya dibawa jembatan Serayu waduk jenral Soedirman RT 1/RW 4 Desa Tapen, Kecamatan Wanadadi Banjarnegara.

Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto, SH, SIK, MH, M.Si melalui Kasat Reskrim Iptu Donna Briadi, SIK, mengungkapkan mayat bayi pertama kali ditemukan ND (38) sekitar pukul 11.00 WIB, saat itu ia sedang menjala ikan tiba-tiba melihat sebuah tas warna putih mengapung di pinggir aliran Sungai, iapun (saksi penemu-red) berinisiatif mendekati tas tersebut dan melihat satu orang anak bayi di dalam tas.

kemudian atas kesaksiannya Lanjut melaporkan kepada perangkat desa IS (41) dan BR (50), BR menindak lanjuti laporan saksi,kepada penegak hukum Polsek Wanadadi. 

“Anggota Polsek Wanadadi bergegas cepat kelokasi, lalu mengevakuasi anak Bayi ke Rumah sakit umum daerah ( RSUD) Hj. Anna Lasmanah Kolopaking Banjarnegara.

Naas anak bayi yang malang melalui hasil pemeriksaan tenaga kesehatan di ketahui bayi Kehilangan nyawa sebelum tiba di ruang medis sekira 12 jam lalu.

Kasatreskrim, team INAFIS Polres Banjarnegara, dokter RSUD dan petugas Piket SPKT Banjarnegara melakukan pemeriksaan luar.satu buah celana legging warna hitam ukuran S, satu buah rok panjang warna hitam, satu buah tas kain warna putih dan satu buah tas plastik merek indomart.

Anak Bayi yang terbuang secara teragis diketahui ciri fisik saat di temukan.melalui pemeriksaan pihak terkait, mayat bayi berjenis kelamin laki-laki, panjang badan 47 cm, lingkar kepala 31 cm, lingkar dada 27 cm, lingkar lengan atas 9 cm, panjang umbi lokal 60 cm, panjang rambut 3 cm, berat badan antara 2.5 sampai 3 kg.

Dari hasil bukti tersebut pihak penegak hukum melakukan penyelidikan lebih lanjut. ditambah laporan Informasi warga, tertangal 18 Januari 2021 mengarah ke suatu wilayah kecamatan.

“Iptu Donna Briadi melakukan rangkaian penyelidikan lebih lanjut.
di wilayah Kecamatan Sigaluh Banjarnegara di rumah inisial “TM” tinggal seorang wanita yang sebelumnya diketahui hamil, Belum lama ini melahirkan, akan tetapi Anak bayinya tidak diketahui rimbanya.

Anggota Satreskrim Polres Banjarnegara gabungan anggota Polsek Wanadadi bekerja sama dengan Tim Resmob Jatanras Polda Jateng mendatangi lokasi untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut.Sejumlah alat bukti mengara kuat”tepat sasaran.” ternyata benar.pelaku Inisial RA(23) warga kecamatan mandiraja.tinggal bersama”TM”. Keduanya tak berkutik. saat diamankan,.pekan kemarin Jumat 5 Maret 2021.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intens terhadap “TM dan RA”.

Terungkap ,Keronologi misteri penemuan mayat bayi. pelaku RA” menjelaskan dan mengakui telah melahirkan bayi seorang diri didalam kamar sebuah rumah di Kelurahan Kutabanjarnegara Kecamatan Banjarnegara sekitar pukul 03:30 Wib  Sabtu 26 Desember 2020.

Setelah melahirkan RA melakukan kekerasan fisik terhadap buah hatinya (anak bayi-red) karena takut ketahuan melahirkan anak dari hasil hubungan gelap Bersama pria hidung belang (hasil hubungan terlarang-red).

“Anak bayi dihilangkan nyawanya terlebih dahulu, tak terhenti sampai disitu,ia pun berusaha menghilangkan jejak.

Setelah meninggal, mayat bayi dibungkus plastik lalu dimasukan ke dalam tas kain warna putih.(Bejat-red)

“Selanjutnya sekira pukul 04.30 WIB tersangka keluar dari dalam rumah sambil membawa tas kain warna putih berisi mayat bayi, dengan menggunakan jasa layanan ojek roda dua menuju arah Tapen, sekira pukul 05.15 Wib RA minta berhenti di pertigaan Waduk Mrica dengan alasan akan dijemput keluarga.

Seusai membayar layanan jasa kendaraan roda dua ojek Rp.16.000,- RA ibu kandung bayi itu. berjalan kaki ke arah jembatan tapen dan sekira pukul 05.30 WIB tiba di jembatan sembari membuang mayat bayi ke sungai, lalu RA meninggalkan lokasi mengunakan tumpangan mobil pick up menuju terminal proyek Kecamatan Bawang.

Akibat melawan hukum dan melenyapkan nyawa anak kandungnya RA(23) disangkakan melanggar Pasal 80 Ayat (4) UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo UU No.17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak menjadi Undang-undang dan atau Pasal 342 KUHP.

Dengan Ancaman pidana penjara paling lama lima belas tahun ditambah sepertiga karena pelaku tak lain adalah ibu kandung. Kuncinya. SuBur.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button