Bone

Mengenal Lebih Dekat Kades Mattiro Walie Bone

Bone, TARGETTUNTAS.CO.ID – Sederhana, ramah serta berbaur dengan warga sosok, Andi Pangile, Kades Mattiro Walie, Kecamatan libureng, Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Pijakannya adalah menempatkan jabat sebagai amanah, harus dijalankan dengan baik.

Runtut dari semua itu, gebrakan pembangunan sejak terpilih menjadi kepala desa Mattiro Walie tahun 2017 silam, infrastruktur terus digodok bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Konsentrasi anggaran desa masih di infrastruktur” Ungkap Andi Pangile, Sabtu 16 Januari 2021.

Hanya saja lanjutnya, dengan adanya bencana non alam pandemi covid-19 melanda hampir seluruh negara termasuk negara kita ini (Indinesia red). Berdampak pada kesehatan dan ekonomi rakyat sampai pelosok termasuk warga Mattiro Walie turut merasakan dampak Corona tersebut. Tiarapnya prekonomian dilakukan langkah-langkah penyegaran melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Sebagian anggaran desa tahun lalu (2020) kita alihkan untuk penanganan serta penanggulangan Covid-19 dan BLT sebanyak 75 rumah tangga sasaran. Ini sesuai dengan petunjuk dari pihak Kementerian Desa (Kemendes red)” Jelasnya.

Selain BLT dan penanganan penanggulangan Covid-19 pihaknya berhasil merampungkan pembangunan fisik 6 titik dengan jenis kegiatan : perintisan dan perkerasan jalan tani 3 titik dan drainase (jaringan irigasi desa) 3 titik.

“Kegiatan pembangunan kita libatkan masyarakat mulai dari tahap pengusulan sampai tahap pelaksanaan dengan sistem padat karya tunai. Untuk Harian Orang Kerja (HOK) tetap kita mengacu pada juknis” Tuturnya, sambil ditambahkan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DDS) tahun 2020 lalu sekitar Rp 1, 3 Miliyar.

Pengembagan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelola Sumber Daya Alam (SDA) terus digempur. Potensi desa seperti pertanian, peternakan dan home industri (Induatri rumah tangga red) dikembangkan secara berkesinambungan.

“Kita akan kembangkan potensi yang ada, seperti pertanian dan perkebunan. Selain itu peternakan turut dikembangkan karena ini sangat menunjang peningkatan ekonomi masyarakat” Beber Andi Pangile.

Lebih jauh disebutkan, Desa Mattiro Walie memiliki penduduk kurang lebih 1000 jiwa dan 400 KK.

“Kita berharap mudah-mudahan covid-19 cepat berlalu dan keadaan kembali normal” Harapnya.

Sekedar diketahui, sebelum mendapat amanah menahkodai desa Mattiro Walie, Andi Pangile, merupakan karyawan di pabrik gula Camming kurang lebih 30 tahun.

Lap : Muhammad Yunus

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button