Sultra

LSM Sorot Bangunan Jembatan “APH”

Sultra, targettuntas.co.id – Upaya pemerintah Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, menjadi skala prioritas, seperti halnya satu unit bangunan jembatan yang sedang berlangsung, dengan gelontoran anggaran  sebesar Rp.895.719.000 APBD TA 2020. Kontraktor pelaksanaan CV. Geometri Engineer. Jangka waktu 120 hari kalender, mulai 25 Agustus 2020 – 22 Desember 2020.

Lokasi Bangunan Tersebut, terletak tepatnya dijalan poros Amesiu-Melulu, Kecamatan Melulu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi tenggara.

Berdasarkan informasi yang di sadap awak media ini, beberapa jenis bahan bangunan , tidak sesuai regulasi di antaranya, terdapat pada pemasangan pondasi penahanan beban yang sengaja dirubah.

Bangunan jembatan menggunakan bahan bangunan yang diduga tidak sesuai regulasi. “ironisnya “Sumarto ST (PPTK) saat di temui Dilokasi proyek (19/11/2020) mengatakan “ia,saya sengaja merubah, karena untuk mempersingkat waktu, dan menurut saya semuanya sudah benar.

Jelas nyata, suda tidak sesuai dengan regulasi, sebabnya aturan teknis serta bahan bangunan, sangat tidak dibenarkan untuk di rubah, apalagi dengan alasan (pungkas Rusdi Lsm).

Sorotan keras dan detail, dari satuan lembaga swadaya masyaraka, barisan anti korupsi (LSM BARAK).

“Dengan berubahnya pondasi jembatn, ke pondasi sumuran yang mengunakn cincin sumur yang diduga tidak memakai besi,seharusnya jika di sesuaikan wajib menggunakan  beton bertulang di lengkapi dengan pembesian namun ” faktanya”di lapangan di gantikan “cincin sumur” yang semua dimensinya (ukurannya) beda degan pondasi sumuran beton bertulang,  maka kekuatan, ketahanannya dan kualitas diragukan.

Sebab kalau “cincin sumur” yang digunakan sangat disayangkan. Kenapa ?
Pasalnya bangunan yang dibangun adalah jembatan bukan sumur dan tentunya telah diteliti, sebelum perencanaan pembangunan berlangsung.

Selai diduga melanggar aturan teknis, cincin sumur yang digunakn dapat di pastikan tidak dapat menahan beban tetap (sasaran beban) yang ada di atasnya, seperti :
Beban Abutmen, beban gelagar, beban Lantai dan beban-beban lainnya atau beban yang sifatnya sementara.

Cincin sumur hanya beton tumbuk yang gampang pecah apabila menerima/mendapat desakan ataupun getaran.

Dia meter sumuran beton juga diduga kuat tidak sesuai juknis, karen ketika di lakukan pengukuran diduga kuat tidak sesuai, seharusnya menggunakan ukuran diameter 180 cm.

Menarik ulur, awak media ini, sempat menyambangi , kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi tenggara. Tanggal (18/11/2020).

Namun kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Pemukiman Kabupaten konawe, Ir.Muh. Syahrullah Saranani MT. Saat dijumpai di ruang kerjanya.
Mengaku kalau dirinya, kurang sehat (sakit), dan tidak bisa memberikan keterangan sekaitan bangunan jembatan tersebut, kondisi kadis PU (sedang sakit-Red).

ia”saya sedang sakit pak, kami tidak tahu menahu,apa yang kita pertanyakan, ujar kadis, sambil mengakui kalau dirinya sering lupa lupa ingatan.

Satu pembuktian, seorang pejabat yang menduduki jabatan strategis (kadis PU) meski sedang sakit, dan terkadang lupa lupa-lupa ingatan namun tetap mengembang amanah tugas memaksakan diri untuk tetap aktif berkantor.

Ditempat terpisah ,Sumarto ST.( PPTK) membenarkan kadis PU kurang sehat,
Ia pak kadis memang sakit keras, akibat kemarin sempat kecelakaan menabrak trotoar, kala itu pemerintah Kabupaten Konawe sedang mempersiapkan kedatangan kunjungan kerja Mentri keuangan, Sry Mulyani.

Nah” beliu spontan bantin stir, saat melihat spanduk sambutan kedatangan Bu, Menteri.
Pasalnya beliu (kadis PU) di tugaskan, untuk memerintah rekanan PU untuk menata jalan, yang akan dilintasi Bu, manteri.

Namun jalan tersebut belum tertata,
“Kaget lah beliau, sebabnya baru ingat kalau ada tugas yang belum di laksanakan.

Lanjut Sumarto ST menguraikan,
Pak Kadis memang lupa-lupa ingatan
Namun terkadang juga kembali normal ingatannya, seketika misalnya ada yang bisa menghiburnya,(suasana terhibur ), pak kadis PU kembali normal imbuhnya, kepada media ini.dilokasi proyek (19/11).

Sementara salahsatu aktifis LSM BARAK kembali mengharapkan kepada pihak, aparat penegak hukum APH agar turun kelokasi peroyek untuk melakukan pemeriksaan, dan jika terbukti diharapkan ditindaklanjuti
Sesuai aturan yang berlaku.

Sekedar dikabarkan, terdapat satu unit bangunan jembatan, selesai dibangun tergeser dari lokasi semula, tepatnya berada sekitar kurang lebih dua kilometer dari lokasi jembatan yang sementara dibangun, “menurut”Sumarto ST, faktor cuaca, karena sebagian abudmen jembatan jika musim hujan terhantam deras Arus aliran air, ia,disana itu memang susah tidak tergeser, sebab, waktu dikerjakan rencana posisi sungai rencana luruskan , namun warga pemilik lahan, meminta ganti rugi, akhirnya tetap di bangun tanpa merubah aliran sungai, sehingga seketika musim hujan otomatis abudmen jembatan terhantam aliran air.ujar Sumarto ST,sembari menyebutkan warga tidak mau diatur.
Kuncinya.

Laporan : (Rus/SB)

Editor : Rivaldi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button