Sultra

Janji Manis Camat Tinondo, 229 Unit Lampu PLTS “Redup Dibalut Masker”

Sultra, targettuntas.co.id – Wilayah Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, yang terdiri dari 1 Kelurahan dan wilayah 11 Desa.

Dan mayoritas wilayah pegunungan, yang terdapat di bagian Utara, serta penunjang pendapatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian perkebunan dan persawahan.

Wilayah kecamatan Tinondo juga sangat dikenal dengan ciri khas kearifan lokal, budaya serta nilai gotong royong dan tenggang rasa masih terjaga bersama sama dan serentak.

Terbukti pada bulan Mei H. Ahmad memimpin warganya untuk melakukan aksi heroik peduli lingkungan, aksi gotong royong  tersebut dilangsungkan dilingkungan desa Talata tepatnya, Jln. poros Pinegi Solewatu.

Namun kini wilayah tersebut memunculkan kontroversi sebabnya.?

H.Ahmad S,pd M,pd, pemerintah kecamatan Tinondo, beberapa bulan terakhir dalam lantunannya,229 unit bantuan lampu PLTS segerah menerangi wilayah sekecamatan Tinondo, hingga kini hal tersebut masih saja sebatas alunan “janci mutaroe”, bak lantunan puisi. Sentil, rakyatnya tinondo kepada media ini  Senin (9/11/2020).

Esok harinya, “Menolak lupa menagih janji Camat Tinondo”,. ungkap sejumlah sumber kepada wartawan media online dan cetak target tuntas  Selasa soreh (10/11/2020).

Kenapa,,,,?

Sebab, Kabar seputar janji pemerintah Kecamatan Tinondo kepada rakyat yang mana kala itu mengabarkan segerah hadir lampu jalan PLTS, sebayak 229 unit, dan siap menerangi 11 wilayah desa dan 1 wilayah kelurahan.

“Hangatnya sudah sekian lama berlalu 229 unit lampu PLTS, sejak akhir bulan juni 2020 belum juga ada. yang ironisnya lagi sekarang sudah memasuki awal bulan Januari 2021 dalam kurung waktu (kurang lebih 6 bulan ,-Red), namun perogram tersebut redup, ibarat dibalut masker dan ditelan bumi. Untuk itu, kami selaku rakyat menagih janji pemerintah Hecamatan Tinondo”, pungkas warga setempat saat dijumpai (5/1/2021)

Menarik ulur, “seiring berjalannya waktu, 229 unit dikabarkan redup sebelum di pasang dilokasi, alias macet total (matol)”, ujar sumber yang juga mengaku pernah mendengar kabar tersebut.

Lanjut sumber yang sama, “kami pernah dengar langsung kabar tersebut, bersamaan dengan kabar bantuan kilometer lampu (kwH) untuk warga yang kurang mampu, terkhusus yang belum memiliki (kwH).
Saya waktu itu bersama pemerintah setempat (kades) saat rapat pertemuan di aula kantor Kecamatan Tinondo, kabar lampu jalan PLTS, dan bantuan kilometer (kwH) turut di paparkan saat rapat berlangsung”, imbuhnya ter,enyuh sambil sumber meminta agar tidak di publikasikan jati dirinya,(10/11/2020).

“Terkhusus 11 wilayah desa dan 1 wilayah kelurahan yang membetuk kecamatan Tinondo, dalam waktu dekat ini, akan dibagikan kepada satu wilayah kelurahan dan semua wilayah desa. terkhusus Kecamatan Tinondo”, hal ini di ungkapkan langsung oleh H. Ahmad S,pd M,pd kepada awak media ini pada tanggal 4 Agustus 2020, saat dikonfirmasi kala itu media ini merilis kabar kelurahan tinegi.

Ia, “dalam waktu dekat ini, masyarakat Kecamatan Tinondo segera tersentuh kucuran (gelontoran ) bantuan pengadaan lampu jalan, program tersebut merupakan program desa terang, bersumber dari bantuan pusat. Umgkap H. Ahmad S,Pd M,Pd (camat tinondo). Hal senada juga di tirukan Rosnaeni Nuhung (Lurah Tinegi), lampu PLTS segerah menerangi lingkungan yang dipimpinnya sebanyak 16 unit.

Termasuk beberapa kepala desa yang sempat ditemui wartawan media ini pada bulan Agustus lalu, diantaranya kades Solewatu Asryad, mengutarakan terkhusus di desa solewatu pihaknya segerah mendapat bantuan lampu jalan PLTS sebayak 26,unit.

Sementara kades Tutuwi Indo Becce, mengakui “sebanyak 16 unit untuk wilayah desa Tutuwi dan titik koordinat lokasi sudah siap”, ujarnya.

Ditempat terpisah Di barengi semangat penuh harapanĀ  yang di sebutkan
A. Hasanuddin Kades Ameroro sebanyak 17 unit untuk wilayahnya semogah dalam waktu dekat ini dapat terealisasi sesuai harapan warganya

Lanjut A.Hasanudduin menirukan harapan warganya, pihaknya sangat bersyukur atas rencana pengadaan lampu jalan PLTS tersebut, karena menurutnya lampu jalan bagian dari kebutuhan warga penguna jalan saat malam hari.

Senada yang di ungkapkan oleh Saidin  kades Ambapa, dalam uraiannya Saidin kepada media target tuntas, pihaknya segera menentukan titik koordinatnya
Sambil menunggu hasil kesepakatan bersama warganya, “kalau saya tidak salah data,16 unit untuk wilayah desa Ambapa”, jelasnya.

Menelisik lebih jauh, salah seorang aparat desa yang di temui pada (10/11) , turut menyampaikan unek-unek nya dia mengakui dirinya kurang percaya diri, dengan warga  pasalnya pengadaan lampu PLTS, seringkali jadi nyanyian warga setempat”, keluhnya.

“Masiri-siri na’ sedding nataro lampu pembagian,nge, sappo” biasa,ni, engka bahasa (istilah) na’fau warga’e, janci mutaroe, tega’ni lamppu jalan’nge pak,,,? seruan warga dengan nada Bugis.(warga menagih janji).

Polemik janci mutaroe 229 unit lampu PLTS merupakan program pemerintah pusat – Kabupaten-Kecamatan-untuk wilayah kelurahan dan desa, dengan rencana pembagian masing-masing berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk, hal ini di ungkapkan H .Ahmad S,pd M,pd saat di jumpai di rumah jabatan Camat Tinondo, 4/8/2020 lalu.

“Ia, secara keseluruhan sebanyak 229 unit dari jumlah tersebut satu paket dengan tiang, intinya tinggal di pasang sesui titik koordinat masing masing wilayah, dengan metode pembagian berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk”, kilahnya.

“Dalam waktu dekat ini, akan di bagikan kepada satu wilayah kelurahan dan 11 wilayah desa sesuai rincian pembagian yang telah di sepakati bersama”, pungkas H.Ahmad, dengan tegas.

Awak media target tuntas kembali menyambangi kantor kecamatan Tinondo dan rujab Camat Tinondo guna melakukan konfirmasi tepat tanggal (11/11/2020).

Alhasil cek & ricek, H.Ahmad S,pd M,pd (Camat), saat dikonfirmasi ” pengadaan lampu jalan PLTS, redup sebelum menyalah”.
Sesuai tanggapan Camat Tinondo sementara menunggu rekomendasi dari pihak terkait, tandasnya.

Sekitar dua bulan kemudian, tepat (5/1 /2021). Media ini kembali melakukan konfirmasi masih dalam konteks pengadaan lampu PLTS,
Sesuai pesan singkat via WhatsApp,
Camat Tinondo, mengutarakan “Saya juga masih menunggu harapan Karena pernah menanyakan belum ada info akuratnya”, sambungnya.

Semrawutnya perencanaan perogram pemerintah mencerminkan fakta lapangan serta realisasi. Lalu harapan rakyat kemana arahnya?

(Supriadi buraerah)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button