Sinjai

Pembangunan Kantor Desa Bijinangka di Sorot, Ada Apa ?

Sinjai, targettuntas co.id – Banyak menilai pelaksanaan pembangunan di Desa Bijinangka, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kurang mapan karena terindikasi pemborosan uang negara. Secara visual banyak kegiatan pembangunan serampangan terkesan carut marut dan mulai menjadi perbincangan hangat, berbagai kalangan turut prihatin atas kinerja oknum Kades Bijinangka.

Sejumlah sumber yang berhasil disadap media ini menyebutkan, adanya sejumlah kegiatan pembangunan fisik terkesan merugikan uang negara diantaranya adalah, pembangunan kantor desa yang menelan anggaran “notabene” ratusan juta rupiah yang belum rampung sampai saat ini. Di duga adanya kekeliruan dalam perencanaan pembangunan kantor desa tersebut.

“Lucu pembangunan Kantor Desa Bijinangka dianggarkan perbaikan dapur tahun 2017, dilanjutkan rehab plapon kantor tahun 2018 lalu kemudian diratakan dengan tanah (rehab total) tahun 2019 dengan anggaran pondasi kantor sekitar Rp 150 juta dan tahun 2020 dilanjutkan pembangunan cor tiang dan atap Rp 250 juta, apa ini tidak merugikan negara ?” Sebut sumber sambil geleng-geleng kepala dengan nada bertanya, Minggu 3 Januari 2021.

Dengan gamblangnya dibeberkan, kegiatan pembangunan kantor desa di sana (Bijinangka red) anggaran pondasi bangunannya melimpah ruah. Kuat dugaan jumlah anggaran yang digelontorkan untuk ukuran pondasi cukup besar. Bahkan diakuinya kegiatan ini dilakukan secara bertahap antara pondasi bangunan dengan tiang cor dan atap agar setiap item dapat penganggaran ratusan juta.

Lanjut sumber, “Dan kini bangunan sudah menelan anggaran kurang lebih Rp 400 juta belum selesai, bisa-bisa nanti ini anggaran yang ditelan untuk menyelesaikan bangunan kantor Desa Bijinangka menjadi pemecah rekor di Indonesia padahal kalau kita lihat bangunannya kurang lebih dengan bangunan kantor desa lainnya yang ada di Sinjai” Terangnya.

Secara terpisah hal senada diungkapkan oleh sumber yang berenisial “H.B” salah seorang warga Desa Bijinangka turut prihatin dengan pembangunan Kantor Desa Bijinangka, anggaran pondasi bangunan dinilainya tidak wajar. Pihaknya mengakui pernah protes pembangunan kantor yang terkesan bertele-tela saat rapat di aula desa.

“Saya pernah pertanyakan itu bangunan saat rapat di aula, baru anggaran pondasi bangunan serta tiang cor beton sampai atap jumlahnya tidak wajar” Sebutnya belum lama ini.

Masih sumber menambahkan, “Sebelumnya, pembenahan lapangan sepak bola juga pernah digoyang isu atas anggaran lumayan besar terkesan tidak wajar beberapa tahun lalu. Bahkan bangunan talut lapangan sempat rubuh diduga asal kerja.

“Banyak sekali di sini besaran anggaran pembangunan kurang wajar baru kualitasnya kurang memadai. Itu lapangan sepak bola dulu anggarannya juga ratusan juta tapi taludnya sudah rubuh” Sebut sumber lainnya terenyuh.

Pengawasan ketat dari pihak Aparat Hukum (APH) sudah sangat baik dengan adanya TP4D gencar melakukan upaya pencegahan korupsi melalui berbagai kegiatan sosialisasi hukum demi menyelamatkan uang negara. Hanya saja, ada oknum juga lebih lihai lagi “menggasak” uang negara.

“Saya rasa kinerja APH mencegah tindak pidana korupsi sudah cukup bagus, tapi memang ada oknum yang memang lihai dalam menjalankan aksinya” Pungkasnya, sembari mengharap agar pihak berkompeten dalam hal ini Kejari Sinjai dan Polres Sinjai mengusut tuntas dugaan mark up anggaran pembangunan kantor desa dan anggaran pembenahan Lapangan Sepak Bola Desa Bijinangka.

Sebelumnya, oknum Kades Bijinangka yang mau dikonfirmasi terkait pembangunan kantor desa dan talud lapangan sepak bola terkesan enggan dikonfirmasi. Saat dihampiri oleh wartawan media ini, ia meninggalkan tempat dan menyibukkan diri menggulung tembakau (Jenis rokok tradisional red) milik salah seorang warga yang lagi duduk istirahat di bawah lokasi kantor. Di lokasi juga tidak ditemukan papan proyek kegiatan pembangunan kantor, jadi kuat dugaan kami jika adanya mark up yang dilakukan oknum kades karena terkesan tertutup, serta tidak transparansi dalam pengelolaan uang negara.(Lap.Supriadi Buraerah/Syam)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button