SidrapSorot

Bongkar Mafia Proyek “Lubang Talud Menyerupai Sarang Tikus”

Sidrap, targettuntas.co.id – Ditengah situasi pandemik covid19, upaya pemerintah dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan serta peningkatan pembangunan gedung dan peningkatan lingkungan tetap terlaksana melalui anggaran APBN TA 2020 tak tanggung tanggung anggaran yang digelontorkan mencapai milyaran rupiah.

Seperti halnya pembangunan yang sedang berlangsung di kelurahan lawowoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrab, Provinsi Sulawesi Selatan.

Namun ironisnya kenapa,,,,?

“Berjejeran lubang, yang menyerupai lubang sarang binatang (tikus), nampak nyata saat wartawan media ini, mengunjungi lokasi proyek, berjejeran lubang yang tidak terisi semen (campuran) sepanjang dinding talud, satu awak media mencoba memasukkan tangannya guna memastikan, kekiri, kekanan, atas bawa, “wao, ternyata benar, tidak terisi  campuran sepenuhnya, banyak selah selah batu di duga sengaja di kosongkan (tidak terisi semen di cela pondasi). selain itu, sesuai jangka waktu pekerjaan proyek yang tertulis di papan pemberitahuan, dengan jangka waktu 180 hari kalender dikabarkan sudah lewat. Sementara kondisi bangunan belum mencapai 80 persen.

Sedangkan total jumlah anggaran sebesar Rp.10.266.8199,500 ,
Dengan nomor kontrak pelaksanaan jasa kontruksi PT. TIARA TEKNIK.

Salah satu oknum yang ditemui Dilokasi (12/12/2020), mengaku sebagai mandor, atau pengawas pekerja lapangan menguraikan, sehubungan dengan berjejerannya lobang yang menyelimuti dinding talud, (menyerupai lubang tikus). Akan tertutup seketika di pelaster.

“Ia, kami  akan tutup lubang  dan  di isi campuran semen saat di pelaster. Rombongan dari pihak PUPR provinsi Sulawesi Selatan, baru saja kemarin melakukan pengecekan lapangan”, kilahnya.

Masih kicauan sumber yang sama
“Bahkan  kemarin saat kami ditegur oleh Drs.Ir .H. Rudy Djamaluddin M. eng. kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  Provinsi Sulawesi Selatan, saya suruh ambil palu karena di sangka cor ( beton ) bangunan tidak kuat. Bahkan satu ukiran patung huruf sempat juga di tendang oleh pak kadis
PU PR, disangka ukiran tersebut tidak memakai besi”, ungkapnya.

Lanjut di tanyakan soal ukuran tinggi pondasi, dengan singkat oknum pengawas menyebutkan “kami sesuaikan dengan Medan atau lokasi”, pungkasnya.

Diharapkan kepada pihak yang berkompeten, agar bongkar mafia proyek dan melidik kasus dugaan kecurangan yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Dan jika terbukti harap ditindak tegas, karenanya jika di diamkan maka oknum tersebut akan semakin bandel dan ketawa ketiwi. Karena berhasil menutupi lubang-lubang yang menyerupai sarang tikus.

Sekedar dikabarkan bangunan tersebut rencananya diresmikan tahun 2020.

Sementara pihak kontraktor wydan saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Sesui  nomor ponsel  yang dikirim salah satu oknum, 085 256 481 *** tidak ada upaya untuk menanggapi laporan tersebut, “Nou coment”. (Lap. tim)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button