SorotWajo

Proyek Siluman Desa Ugi

Wajo, targettuntas.co.id – Proyek siluman di Desa Ugi Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo kini jadi bahan pembicaraan publik, baik dari warga Desa Ugi maupun di liar desa Ugi.

Proyek peningkatan jalan di dusun Salopokko Desa Ugi 2020 tidak ada terpampang papan proyek, dan di duga dalam pelaporan administrasinya fiktif, serta kegiatan tersebut diduga tidak sesui juknis.

Kuat pula dugaan jika dalam kegiatan tersebut, adanya oknum yang terlibat dan mengatur kegiatan proyek di desa Ugi, dan mencoba mengkebiri uang negara.

Oknum kades yang di konfirmasi oleh wartawan Target Tuntas diruang kerjanya pukul 10:00 wita Selasa 3 Desember 2020, sekaitan jumlah anggaran pekerjaan peningkatan jalan Dusun Salopokko serta pagar kantor desa Ugi, ia hanya diam dan tidak bisa menjawab. Oknum kades yang baru saja bangun dari tidurnya dengan rambut yang kusam hanya diam dan mengotak atik Henponnya.

Lanjut wartawan TT, “Berapa jumlah anggaran untuk peningkatan jalan dusun Salopokko, dan berapa mobil matrial yang dipakai, dan berapa harga satuannya per mobil. Dan mengapa papan proyek tidak pernah terpasang hingga pekerjaan ini selesai”? tanya wartawan kepada oknum kades.

Jawab kades, “semua rincian ada di staf saya” jawab oknum kades dengan singkat.
Wartawan TT, ” berapa jumlah anggaran untuk pembangunan pagar kantor”?

Kades, ” itu anggaran APBD”.

Sangat aneh, oknum kades tidak menyebutkan kisaran anggaran untuk pembangunan pagar kantor desa Ugi. Ada apa?

Berselang beberapa menit oknum kades pun menelpon salah satu stafnya untuk menjawab pertanyaan wartawan terkait kegiatan peningkatan jalan dan tdk lama kemudian ia pun datang dan membawa papan proyek.
Saat ditanya berapa jumlah matrial yang di pakai ia langsung menjawab, ” kami menggunakan lebih dari tiga ratus mobil matrial dan anggaran yang kami kelolah Rp. 298.000.000,-“, jawabnya.
Dari penjelasan kedua oknum di atas sangat berbeda dengan apa yang dikatakan narasumber yang di sadap media ini, karena menurut sumber yang berinisial AB mengatakan, ” matrial yang kami antar disini semuanya seratu lima puluh mobil, dan harga matrial per mobil Rp. 600.000,- jadi jumlah keseluruhannya Rp. 90.000.000″, jelasnya.

Ada pun salah satu sumber yang hendak disebutkan namanya mengatakan, “oknum kades hanya jadi boneka, namun yang menentukan semua orang tuanya”, jelasnya.
Oknum kades yang kesannya tertutup dalam kegiatan pembangunan di Desa Ugi, yang juga diduga selalu tebang pilih dalam memberi kebijakan kepada warganya seharusnya oknum seperti ini tak layak dijadikan kades.

Olehnya itu, diharapkan agar instansi terkait baik dari pemerintah maupun para penegak hukum, agar kiranya melidik kasus proyek siluman yang ada di desa Ugi. yang di duga telah melakukan Mark Up serta di duga pelaporan administrasinya fiktif dan apa bila itu terbukti, kiranya oknum kades dihukum sesuai undang-undang yang berlaku. Lap. Andi ilham

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button