SoppengSorot

Proyek Asal Jadi Dinas PU-TR-SDA Tutup Mata

Soppeng, targettuntas.co.id – Pekerjaan rehabilitas daerah irigasi D.I Leworeng Kabupaten Soppeng,
yang menelan anggaran sebesar Rp. 17.400.000.000,- ( Tujuh belas milyar Rupiah) diduga menyalahi juknis alias asal jadi.
Mengapa demikian?
Dari hasil pantauan wartawan Target Tuntas saat mengunjungi kegiatan Rehabilitasi daerah irigasi yang ada di Leworeng Kab. Soppeng, di duga adanya kecurangan konstruksi yang dilakukan oleh oknum pelaksana pihak perusahaan PT. Ananta Raya Perkasa. Karena campuran semen yang digunakan diduga tidak sesuai juknis, begitu pula dengan pasangan talud yang sebahagian di timbun pakai tanah galian. Yang lebih parah lagi pasangan talud yang dikerjakan oleh pihak perusahaan PT. Ananta Raya Perkasa tidak mencukupi volumenya.


Saat wartawan media ini menanyakan kepada oknum pelaksana! “Mengapa pasangan taludnya sempit dibawah namun lebar di atas”?
Jawab oknum pelaksana yang hendak menyebutkan namanya, ” itu bukan urusan kami, itu urusan bos”, jawabnya dengan santai.

Lanjut wartawan media ini, ” kalau di gambar berapa ketebalan talud dan lantainya”,?
Oknum pelaksana pun langsung menjawab, ” kalau ketebalan talud, 40-30 cm, dan kalau lantainya 25 cm. Kenapa anda mempertanyakan semuanya ini bukan urusan anda “, jawabnya dengan kesal.

Apa yang dikatakan denga oknum pihak perusahaan sangat tidak bersahabat, dan tidak menganggap kalau wartawan adalah mitra kerjanya, dan apa yang ia katakan sangat berbeda yang terjadi dilapangan karena pasangan taludnya berpariasi, di bawah 20 cm dan bagian atas 30 cm, dan seharusnya dibagian bawah talud 40 cm. begitu pun dengan lantainya, seharusnya 25 cm namun dilapangan hanya 10 cm.

Melihat hasil pekerjaan PT. Ananta Raya Perkasa yang di duga melakukan kecurangan konstruksi, wartawan media ini pun langsung melaporkan hal ini ke PPK dan PPTKnya dan melampirkan foto dokumentasi hasil temuan dugaan kecurangan pihak rekanan di lapangan. Oknum PPTK bereniasial “M” berjanji akan membongkar semua pekerjaan yang di anggap tidak sesuia juknis seperti apa yang ditemukan wartawan media ini. Namun kenyataannya sampai saat ini tidak ada pembokaran yangdilakukan, padahal menurut oknum “M” sudah membongkarnya namun buktinya belum ada.
Saat wartawan media ini menanyakan, ” jika memang sudah dilakukan pembongkaran mana bukti dokumentasinya”? Namun Misna red” hanya diam dan tak bisa menjawab apa-apa. Ada apa,,?
Melihat “M” yangvtudak bisa menjawab, kuat pula dugaan jika adanya pengaturan oleh oknum pihak perusahaan dan oknum Dinas terkait. hingga pihak dinas terkesan tutup mata.
Diharapkan agar pihak Kejaksaan, Polri, BPK dan Inspektorat agar melidik kasus dugaan kecurangan konstruksi serta para oknum mafia proyek di lingkup Dinas PU-TR-SDA. Dan jika terbukti seret kepenjara. Lap. (Andi Ilham)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button