Sultra

Kejari Kolaka Siap Lidik Kasus Darma diduga kuat kades penjualnya

Sultra, targettuntas.co.id – Darma yang telah dilaporkan pihak PT Sari Reski Indonesia, atas dugaan pengerusakan tanaman sawit yang ditanam oleh pihak perusahaan PT Sari Reski Indonesia diatas lahan sebidang tanah yang di kelaim oleh darma, menurut darma tanah tersebut masih berstatus hak miliknya, kenapa.?

Darma “menurut saya itu milik saya, pasalnya saya mempunyai bukti hak kepemilikan sejak tahun 1984, dan saya mulai membayar PPB sejak tahun 2001-2019. Lagian saya tidak pernah merasa menjual tanah tersebut kepada pihak siapapun”, pungkasnya (3/8/2020).

Ditempat terpisah, orang yang ada didalam foto proses pengalihan lahan tersebut yang dilengkapi dengan dokumen bukti transaksi, serta foto copy KTP dan KK saat dijumpai dikediamannya (3/8/2020) mengakui tidak tahu menahu tentang lahan tersebut.

Orang yang ada didalam foto tersebut adalah ( Bahar .Red), yang masih merupakan pemerintah desa tawatawaro, Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara.

Saat wartawan media ini berusaha menemui kades Tawa-Tawatro(7/11/2020) namun sedang tidak ada di kantor.

Oknum Kades Tawa-tawatro dikabarkan sedang mengikuti rapat pertemuan di aula kantor kecamatan Tinondo. dan menurut salah satu suber mengatakan pada waryawan media ini kalau Kepala Desa sedang keluar ke kantor kecamatan kebetulan ada pertemuan, ujar sumber (7/11/2020) yang mengaku warga setempat yang hendak disebutkan namanya.

Sedangkan, pihak PT Sari Reski Indonesia melalui ungkapkan humas “Saiful” kepada awak media ini, intinya semua lahan yang kini sedang di kelolah di tanami oleh pihak PT Sari Reski Indonesia, merupakan hak milik perusahaan atas pembelian kepada semua pemilik lahan (masyarakat) dan turut di setujui oleh pemerintah saat peroses pembelian berlangsung.

Humas, Saiful juga menambahkan “jadi jika pemerintah setempat tidak mengetahui hal tersebut “kekeliruan” sebab pihak perusahaan tidak mungkin berani untuk melakukan transaksi pembelian tanpa diketahui oleh pemerintah setempat, lagian persoalan ini sudah dalam peroses penanganan pihak berwajib”.tegasnya (15/8/2020).

Laporan tututan perusahaan yang ditujukan kepada Darma, kini di tindak lanjuti oleh pihak wilayah hukum Polres Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara pada bulan Mei.
Ia, saya mendapat surat panggilan dari polres Kolaka, pada bulan Mei yang jelas bulan puasa kemarin, saya hadiri.
Saya di minta untuk menghadiri surat panggilan tersebut guna untuk memberikan beberapa keterangan atas dugaan pengerusakan tanaman sawit”.imbuhnya .

Lebih urai darma menjelaskan, saya betul telah melakukan pengerusakan tanaman sawit. sebab tanaman tersebut terdapat diatas tanah milik saya yang seluas dua hektar (2HA).
Darma juga mengungkapkan kepada awak media ini bahwa, orang yang telah melakukan penjualan lahan miliknya adalah Bahar yang merupakan pemerintah desa Tawatawaro.
Hal ini diketahui atas bukit dokumen yang di izinkan di perlihatkan oleh pihak berwajib Polres Kolaka, yang di saksikan oleh Yusran (Uce) kemanakan darma.

masih sumber yang sama, “Saya di dampingi Yusran (Uce), bahkan sempat waktu itu Uce kemanakan saya memotret /memfoto dokumen tersebut, itupun atas izin pihak berwajib” ujarnya.

Darma juga mengungkapkan dengan nada tegar “sebelum saya kekantor Polres Kolaka, saya terlebih dahulu memberikan informasi kepada Oknum kepala desa (Bahar), dengan tujuan saya mau meminta bantuan untuk menemani (mendampingi )saya kala itu

“bagaimana ini pak desa , ada panggilan polres Kolaka, saya diminta untuk hadir.? Sambil menyodorkan surat panggilan tersebut, pertanyaan darma kepada kades

Darma menirukan jawaban kades kala itu kades Bahar menjawab sambil membaca surat panggilan tersebut “tidak usah kita hadir, lagian ada virus Corona (covid-19), dan ini keterangan, apa yang ingin diminta kepada saya.
“Atau kalau ada yang bisa antar kita hadir saja”.
Jawaban kades, yang ditirukan darma kepada media ini.

Adapun bukti surat kepemilikan Darma, berupa surat-surat antara lain sebagai berikut:
1.berupa surat bukti pemberian kuasa hak milik dari pihak pemerintah sejak tahun 1984 yang turut disetujui /diketahui/dibuat oleh pemerintah.
2.lembaran bukti pembayaran PBB sejak tahun 2001-2019.

Supriadi buraerah, awak media ini menyampaikan permohonan pemilik lahan (darma) , kepada pihak kejaksaan negeri
Kabupaten Kolaka(Kejari) ,(6 ,November 2020).
Alhasil, pihak Kejari Kolaka A.malo Manurung kasi Intel, akan membantu mengusut tuntas terkait persoalan tersebut.

Hal senada juga di ungkapkan Idawan kuswadi , kepala Kejari Kolaka, sebaiknya disiapkan berkas-berkas (bukti) atas kepemilikan saudara darma. “intinya kami melakukan pelayanan secara terbuka dan menyeluruh atau akrab kata ( bersih melayani)”, tegasnya, sambil menambahkan bahwa pihaknya tepat Sabtu besok (7/11) akan melangsungkan kegiatan sosialisasi penegakan hukum pemilihan bupati dan wakil Bupati Kabupaten Kolaka Timur. yang bertempat di aula kantor Kecamatan Tinondo.

Sedangkan untuk pihak Polres Kabupaten Kolaka, sampai berita ini diterbitkan masih berusaha untuk dilakukan konfirmasi. Lap.(supriadi buraerah).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button