Sulsel

Bukti menguak,kades Tawa-tawaro diduga jual lahan milik darma.”Dimana hati nuraninya”

Kotim-targettuntas online -Darma 56 tahun warga dusun 3 ,desa tawatawaro, kecamatan tinondo, kabupaten Kolaka timur, provinsi Sulawesi tenggara.

Mengisahkan peristiwa pilu yang dialaminya sejak tahun 2015 hingga kini,darma terpaksa harus menelan pil pahit,atas kelakuan oknum seorang pemimpin yang dikenal cukup Arif bijaksana,ia Bahar kades Tawa-tawatro, di duga kuat telah melakukan pengalihan/ penjualan hak milik warganya ,kepada pihak PT Sari Reski Indonesia.”dimana hati nuraninya” ujar sumber dari berbagai kalangan.

Sebidang tanah seluas sekitar 2 hektar yang terletak di lokasi dusun 3 desa tawatawaro, atas bukit kepemilikan masyarakat mulai sejak tahun 1984 , hingga kini berdasarkan selembar kertas bukti hak kepemilikannya atas bukit legalitas persetujuan pemerintah , bahkan darma memiliki bukti pembayaran PBB mulai sejak tahun 2001 hingga 2019 ,ia” kami bayar PPB lahan tersebut sejak tahun 2001 – 2019, ujar darma kepada awak media ini sambil menyodorkan bukti- bukti tersebut”ini buktinya Nanda”imbuhnya terenyuh.

Darma saat ditemui dikediamannya Senin sore ,3 /8 /2020 bersama, suaminya (Sama 60 tahun) mengutarakan secara terurai dan alod ,kepada wartawan media ini, “berkat surat panggilan polres Kolaka ,kami bersama seluruh keluarga telah mengetahui orang yang telah melakukan penjualan lahan milik saya ,yang sudah bertahun tahun, kami cari tahu siapa pelakunya?, alhasil berdasarkan bukti dokumen yang di izinkan/ di perlihatkan pihak polres Kolaka ,kepada saya saat menghadiri surat panggilan tersebut, kala itu ,saya didampingi oleh ananda Yusran (Uce), untuk menghindari surat panggilan pihak berwajib, darma menambahkan , seingat saya waktu itu,bulan puasa, yang jelas tahun ini (2020),sebab sudah ada wajib pake masker akibat covid-19.

Awalnya darma bersama keluarga,bahwa surat panggilan tersebut merupakan surat panggilan untuk pemeriksaan covid-19, setelah di baca dan diamati oleh keluarga , ternyata surat panggilan polres Kolaka, atas laporan pihak PT Sari Reski Indonesia, dugaan pengerusakan tanaman sawit yang ditujukan kepada darma pemilik lahan.

Darma pun tidak gentar, didampingi oleh Yusran (kemanakan ), darma setiba di kantor polres Kolaka, langsung di mintai keterangan oleh pihak berwajib.ada beberapa keterangan yang sempat saya ungkapkan kepada pihak berwajib, diantaranya :

1.saya mencabut tanaman sawit yang ada di lokasi karena lokasi Tersebut saya yang punya, sementara pihak perusahaan menanam tanpa seizin saya.
2.saya tidak pernah menerima uang dari pihak PT Sari Reski Indonesia terlebih-lebih menjual lahan tersebut.
3.hal ini sudah berkali-kali saya sampaikan kepada pihak pemerintah setempat, dan pihak PT Sari Reski Indonesia,guna meminta bantuan namun belum ada hasil penjual lahan milik saya belum terungkap,dan pihak PT Sari Reski Indonesia, masih menanam bibit kelapa sawit, sampai hari ini, pihaknya mengaku bahwa lahan yang ia,tanami sudah dibeli.

Lanjut darma menambahkan, seiringan pernyataan saya kepada pihak berwajib, sontak saya di tanyakan / di perlihatkan bukti dokumen foto berkas orang yang terlibat dalam pengalihan hak milik lahan tersebut, terdapat foto Bahar kades Tawa-tawatro, yang dilengkapi dengan bukti penandatanganan Bastian S.pd. M.pd turut memberikan persetujuan atas peroses peralihan hak milik kepada pihak perusahaan PT Sari Reski Indonesia, selain itu turut pula dilengkapi dengan foto copy KTP dan KK Bahar kades, didalam arsip yang sempat kami lihat,dan Yusran (kemanakan) di izinkan oleh pihak berwajib untuk memotret/ memfoto dokumen -dokumen waktu itu.

Darma pemilik lahan,juga menguraikan ,”sempat waktu itu, pihak berwajib mengatakan kepada saya,andai ibu darma cepat kekantor kami ( polres) , dari dulu kita tahu siapa yang telah menjual lahan Bu,darma ,dan lahan tersebut suda kita miliki kembali, pungkasnya menirukan perkataan pihak berwajib.

Dikursi terpisah Hal senada diungkapkan , sama 60 tahun (suami ,darma), semenjak kami sekeluarga sudah mengetahui orang yang telah mejual lahan milik saya, dan semenjak istri saya dari polres Kolaka , tiba-tiba kades Bahar , berkelakuan sangat berbeda dengan biasanya, jika kami ketemu agak rama dan istri saya juga saat ini sudah terdaftar sebagai salah satu penerima BLT dan penerimaan BPNT , padahal sebelumnya , kalau kami bertemu dengan kades Bahar, jangankan berbicara senyum pun terpaksa.sambung suami darma, dengan nada tegar, sambil menitip pesan, semoga pihak aparat penegak hukum,(APH) dapat menindak tegas, serta di peroses secara aturan yang berlaku,dan semoga pihak PT Sari Reski Indonesia dapat mengembalikan hak kami.

Sedangkan Bahar kades saat di temui dikediamannya sekitar pukul 7.17 wib (3/8) kebakaran jenggot, bahkan mengungkapkan sekaitan lahan milik darma warganya, baru ia, ketahui .ia,nappai itu ku,isseng engka pale lahanna Bu,darma na,ala perusahaan lehhh,,,,!!!
Ungkap kades Bahar kepada awak media ini , sambil memasang dada dan mengakui kalau dirinya, merupakan salah satu mantan pereman, yang pernah melegendaris.pungkasnya.

Lanjut ditanyakan ,hal ini baru kita ketahui pk.desa.?. Pertanyaan media ini

Kades Bahar menjawab,iaaa,,,baru saya tahu , bahkan saya pernah dituding oleh warga bahwa saya telah menjual lahan masyarakat sekitar 70 hektar. Mungkin karena masyarakat melihat saya bersama Bastian kala itu akrab dan sering sama-sama,tapi Bukan berarti kami terlibat dalam penjualan lahan masyarakat.

Makin melaju pernyataan Bahar kades,memang pernah kami semua pemerintah desa di mintai KTP dan KK, oleh pihak PT Sari Reski Indonesia “katanya untuk buka buku rekening” tapi waktu itu cuma saya yang tidak menyetor,,, imbuhnya sambil menyebutkan satu persatu, nama nama yang pernah menyetor KTP dan KK kepada pihak perusahaan PT Sari Reski Indonesia, ia, termasuk itu,MuLIATI istri Ambo sakka ,kades tawarombadaka , sempat menyetor .

Sementara , ditempat terpisah Saiful humas PT Sari Reski Indonesia,saat di jumpai (15/8), mengatakan ,sekaitan hal tersebut seharusnya kita tanyakan kepada pihak pemerintah setempat, saya rasa mereka dapat memberikan jawaban yang tepat,lagian hal tersebut suda dalam peroses, penanganan pihak Mapolres kabupaten Kolaka.

Lanjut Saiful mengungkapkan,jadi sangat keliru jika pemerintah setempat tidak mengetahui hal tersebut.

Ditanyakan berapa hektar lahan milik darma yang sempat di beli oleh pihak perusahaan, ? Pertanya media ini kepada humas (Saiful).

Humas, menjawab yang jelas semua lahan yang kini dikelola oleh pihak PT Sari Reski Indonesia merupakan hak milik PT Sari Reski Indonesia melalui bukti kepemilikan atas pembelian kepada semua pemilik lahan / masyarakat atas persetujuan pemerintah setempat.

Jika di simpulkan ,peroses pembelian lahan kala itu, pihak PT Sari Reski Indonesia, melakukan pembelian tanpa persetujuan pemilik lahan darma secara langsung, melainkan hanya berdasarkan persetujuan pemerintah setempat.

Sebelumnya telah di beritakan , oleh media online dan cetak target tuntas cod.id “ungkap penjualan lahan milik darma”.

Sekedar kabar, sempat viral di media sosial Facebook,melalui akun Facebook Bahar Bahar yang menampilkan foto kades bahar , beserta dokumen bukti transaksi, yang diduga kuat merupakan bukti penjualan lahan milik darma.

Bahkan awak Media ini, sempat dikirimkan melalui via WhatsApp, (6/11/2020) , bukti screenshot salahsatu sumber yang sempat melihat postingan tersebut.

Sampai berita ini diterbitkan pihak polres kabupaten Kolaka , provinsi Sulawesi tenggara, masih berusaha untuk dikonfirmasi.
(laporan tim telusur target tuntas).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button