SorotSultra

Bangunan Embung Solewatu “Ambruk” Rugikan Negara

Sultra, targettuntas.co.id – Satu unit bangunan embung desa yang terletak di area persawahan, Desa Solewatu, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, ambruk dan tidak dapat di fungsikan.

Ambruknya bangunan tersebut, di perkirakan terjadi tahun kemarin (2019). Sementara bangunan tersebut di bangun tahun 2018 dan di resmikan akhir Desember tahun 2018 alias umur bangunan kala itu baru satu tahun.

Nampak nyata, bagian dinding bangunan yang ambruk mengakibatkan aliran air mengikis sudut lahan persawahan masyarakat yang sudah berlangsung sejak lama.

Sesuai informasi yang berhasil di sadap media ini (4/10/2020), menurut salah seorang petani penggaraf sawah yang di temui di lokasi mengungkapkan, bangunan tersebut sangat di sayangkan belum cukup beberapa tahun dan baru sekali terisi air sudah ambruk, sementara hadirnya bangunan tersebut kami sejumlah petani sangat berharap dan merasa terbantu harapan kami semua dapat membantu meningkatkan hasil pertanian. bukan malah terbalik, justru bangunan tersebut kini jadi benteng dinasti saran hama (tikus) dan merugikan negara. Imbuhnya Ter enyuh sambil meminta tidak ditulis jati dirinya.

Hal senada juga di ungkapkan MR (42thn) seharusnya kalau memang faktor cuaca yang mengakibatkan bangunan amruk, otomatis hanya satu titik yang ambruk, namun ini sejumlah titik juga ditemukan retak-retak di bagian dinding bangunan. Seharusnya kan semua bangunan tentu telah dilakukan survei lokasi sebelum dilangsungkan pembangunan dan TPK tentu tahu teknisnya, nampak jelas sebagian pondasi bangunan yang ambruk memperhatikan minimnya kualitas dan diduga kuat kuku pondasi tidak sesuai. Akibat kurangnya kesadaran para penyelenggara kegiatan waktu itu, termasuk pihak BPD kurang pengawasan.

Lanjut sumber lain menyebutkan kalau tidak salah kemarin di kerjakan saat Bastian S.Pd M.Pd sebagai pelaksana jabatan (PJ), kala itu beliau juga selaku camat Tinindo. Seharusnya bangunan embung desa yang notabenenya menelan anggaran yang cukup besar dapat memperlihatkan kualitasnya dan dinikmati sesuai harapan, dan fungsinya.

Baru satu kali Terisi air dan belum cukup satu tahun bangunan tersebut sudah rusak, namun anehnya belum ada upaya perbaikan yang dilakukan oleh pihak terkait sementara anggaran dana desa DD yang di alokasikan’ jumlahnya cukup besar Rp. 510.560.000′

Kami tahu persis perogram tersebut, sentilnya sambil menyebutkan dirinya pernah menjadi bagian dari pemerintah desa solewatu. Ketusnya.

Jumlah anggaran besar yang di alokasikan untuk bangunan tersebut, benar adanya, sesuai papan proyek yang di temukan di lokasi , sebesar Rp. 510.560.000′ atau 0,5 milyar rupiah.

Sementara Bastian yang di sebutkan sebagai PJ kades solewatu sampai berita ini di terbitkan masih berusaha untuk di konfirmasi.

Lanjut warga menyampaikn kepada media ini, Masih seputar informasi lingkungan wilayah desa solewatu, di tempat terpisah terdapat pula “satu unit bangunan embung”, tidak di gunakan sesuai kegunaannya embung tersebut kini dijadikan empang ikan peribadi oleh satu orang warga setempat, lokasi Tersebut tepatnya juga di dusun 1 pungkasnya. lap tim

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button