SinjaiSorot

Tangkap Kontraktor Nakal

Sinjai, targettuntas.co.id – Pembangunan talud jalan menuju jembatan penghubung dusun pakkita, Desa Salohe kecamatan sinjai timur dengan Dusun Kalamisu, Desa Aska, Kecamatan Sinjai selatan runtuh hingga hal ini yang menjadi kecaman aktivis. pasalnya, pembangunan Jembatan Paket 1(Jembatan Ruas Pakkita – Kalamisu)merupakan pekerjaan Konstruksi yang berasal dari Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Satuan Kerja DINAS PUPR, yang Pelaksana nya PT. TE’NE JAYA beralamat di Jl. Tumanurung Ruko STC B9, Kec. Somba Opu Kab. Gowa -Sulawesi-Selatan dengan dana Berasal Dari Dana Pinjaman Daerah(DPD) yang nilainya sebesar Rp 10.671.771.098,88.

aktvis, Peraktisi Kontruksi dan Konsultan hingga Pihak Terkait, menyayangkan sebab Akibat Runtuhnya Talud pembangunan Jembatan Sepanjang kurang lebih 12 meter.
di ketahui bahwa pembangunan talud ini belum selesai di kerjakan atau sementara masih dalam pekerjaan namun sudah runtuh karna di duga tidak mampu menahan beban timbunan. hal ini yang menuai tanggapan Beragam. Diantaranya Aktvis lidik pro DPD Kab.Sinjai Imran Wahyudin Hidayat Ketua Bidang pengembangan organisasi PDC SEMMI Sinjai dan Peraktisi Kontruksi serta Konsultan.

kepada media mengatakan, “bagaimana tidak runtuh kalau kualitas pasangan batunya seperti itu, banyak sela sela pasangan batu yg tidak terisi campuran semen. jadi, kalau dengan alasan karna beban saya pikir dalam perencanaanya memang sudah di perhitungkan kekuatannya untuk menahan beban. Kami jg meminta kepada pihak terkait serta DPRD kabupaten sinjai untuk turun langsung kelapangan melihat kondisi dan kualitas pekerjaan ini”, ujar Imran.

Imran juga sempat menkonfirmasi kepada pihak pelaksana kegiatan Ulla (SUB) lewat via telpon kamis (1/10/2020) mengatakan bahwa,”penyebab sehinggah runtuhnya talud adalah mungkin karna beban timbunan, dan juga pasangan batunya belum kering namun semua sudah terlanjur di lakukan penimbunan”,”Ungkap Imran.

Semantara Wahyudin hidayat (wahid), yang merupakan ketua Bidang pengembangan organisasi PDC SEMMI SINJAI sangat menyayangkan dan prihatin penkerjaan jembatan kalamisu. pasalya, umur bangunan tersebut belum cukup 1 Bulan Sudah roboh.
Ini membuktikan bahwa penkerjaanya diangap asal-aslaan, dan kami harap agar pihak PUPR DAN REKANAN bertanggung jawab dan mengevaluasi pihak kontraktor.
Karena ini merupakan anggaran pinjaman pemda. kasian kalau belum di fungsikan lantas suda rusak”.Singkat Wahid

Sementara Pihak PUPR sempat di Konfirmasi untuk dimintai keterangannya malah Menjawab, “besok aja tanggapannya karna kronologisnya juga belum jelas apa penyebabnya besok baru kita undang ke Kantor, dan Apa yang saya konfirmasi sudh sesuai dilapangan apalagi konsultanya om sakti”, tanggapnya.

Saktiawan kiri, Sambar tengah dan DPC Lidik pro Imran

Sementara praktisi Kontruksi Dan Konsultan Sempat di temui Di Lokasi Proyek pembangunan jembatan Kalamisu Saktiawan, menuturkan bahwa, “kejadian ini adalah kelalaian operator Karena pasang batu belum kering karena baru dua hari habis di pasang batunya sudah diratakan karena terburu waktu,”jelasnya.

Lain halnya yang di ungkap Sambar, “pekerjanya Tidak mengutamakan keselamatan kerja karena tampak yang terlihat pekerjaan tidak menggunakan Helm DLL khusus pemasangan besi bentangan jembatan. Mengapa mesti tidak menngunakan helm, padahal namanya pekerjaan pemasangan besi panjat dengan ketinggian seharusnya itu mengutamankan keselamatan pekerja,”ungkap Sambar. (SB)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button