PendidikanSorotSultra

Pembangunan SDN 1 Iwoimea Diduga tidak Sesuai Juknis

Sultra, targettuntas.co.id – Bangunan gedung perpustakaan sekolah dasar SD Negeri 1 iwoimea kabarya “kurang sedap”, tindak tegas oknum bandel.

Pembangunan satu unit gedung perpustakaan sekolah dasar SD Negeri 1 iwoimea, dikabarkan menuai sorotan dari berbagai kalangan. Kenapa ?

Anggaran dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp.153 juta rupiah di duga kuat ada upaya oknum pengelolah untuk memoles dan melakukan manipulasi teknis penggunaannya.

Sesuai informasi yang disadap Target Tuntas cetak dan online, berdasarkan pemantauan dialokasi terdapat beberapa bagian pekerjaan yang tidak sesuai dengan gambar perencanaan, diantaranya galian untuk pondasi seharusnya sedalam 25 cm dan tinggi pondasi kurang lebih 50 cm, sementara realisasi galian hanya mencapai 13 cm tinggi pondasi di perkirakan 30 cm dan untuk besi yang di gunakan untuk tiang setiap sudut bangunan (pengecoran) mestinya menggunakan besi 12, namun faktanya besi yang digunakan besi 10.

Hal senada diungkapkan Dua orang pekerja (tukang) yang ditemui di lokasi bangunan.
Ia, galian pondasinya 13 cm, dan besi 10 untuk tiangnya sambil menyebutkan hal ini berdasarkan perintah bapak, Manan S.Pd selaku kepala sekolah.

Kami hanya bekerja sesuai perintah kepala sekolah adapun upa kerja yang akan kami terima setelah bangunan tersebut selesai (terima kunci) Sebesar Rp. 25 juta rupiah. Ujar pekerja yang di temui di lokasi bangunan.

Selain terdapat kekeliruan di dalam objek bangunan tersebut juga di duga kuat tidak sesuai tatanan pelaksanaan alias keluar dari aturan pelaksana P2S konon kabarnya, faktanya tidak berdasarkan aturan.

Seharusnya, melibatkan 2 orang tua siswa, dari unsur masyarakat dan 2 orang tua siswa dari tenaga pendidik, sebagai pelaksana kegiatan (P2S) hal ini justru berbanding terbalik komite sekolah tidak dilibatkan, bahkan bangunan tersebut hanya di pelopori oleh kepala sekolah.

Pentingnya kesadaran dan kurangnya pengawasan sehingga sebagian bangunan yang berdiri di lokasi tersebut dikabarkan minim kualitas, sementara menelan anggaran yang cukup fantastis.

Seperti halnya dikutip tahun 2018 anggaran yang dialokasikan untuk peningkatan bagunan gedung ruangan kelas belajar RKB (rehab)
Belum berapa tahun kini sudah nampak kerusakannya di bagian atap dan plafol serta gedung di bagian belakang.

Terdapat beberapa titik yang terindikasi ada manipulasi yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sementara uang negara yang di glontorkan untuk peningkatan bangunan guna mendorong dan membantu untuk mencerdaskan anak bangsa , tidak dapat dinikmati sesuai harapan.

Hal ini turut di benarkan Manan S.Pd saat dijumpai beberapa waktu lalu. Ia, kala itu bangunan di kerjakan oleh kontraktor.
Lanjut ditanyakan kontraktor dari mana,,,?
Manan Kesek’, tidak memberikan penjelasan melainkan memberikan alasan kontratornya suda pergi jauh. Tandasnya.

“Oww”, kontraktornya bukan orang disini sudah pergi jauh, dan bangunan tersebut di rehab tahun 2018 Lalu, bebernya, terenyuh.

Menelisik lebih jauh, terdapat satu kekeliruan yang diduga kuat suda berlangsung sejak lama.
Terdapat satu titik saluran derenase mengalami kerusakan, dan mengakibatkan air mengendap ketika musim hujan.

Tertimbunnya saluran derenase jelas tanpa alasan, ketus “warga” setempat yang di temui di lokasi, pasalnya hal ini terjadi dengan adanya unsur kesengajaan dan nihilnya kepedulian antara kepala sekolah dan kepala desa, untuk pemeliharaan aset daerah , (pemeliharaan bangunan).

Sekitar 3 meter saluran derenase yang di timbung mengunakan material dan batu tepat di pintu masuk lokasi sekolah, sementara derenase di bangun mengunakan APBDesa berdasarkan aspirasi masyarakat dengan harapan agar permukaan jalan pemukiman bebas dari luapan air seketika musim hujan.”kan” lucu saluran derenase ditimbun dan kini mengalami kerusakan, cukup parah. Pungkas warga kepada Target Tuntas cetak dan online (26/9).

Menarik ulur semua polemik yang ada di lokasi sekolah dasar SD negeri 1 iwoimea, sebelumnya awak media ini, pernah menyampaikan langsung kepada Manan S.pd kepala sekolah, saat dijumpai (16/9) termasuk dengan galian pondasi bangunan perpustakaan kala itu belum di lakukan peletakan batu pondasi serta besi yang hendak digunakan turut dibahas tuntas dan Manan Kepsek mengakui akan memperbaiki, kekeliruannya,,,, namun ironisnya media Target Tuntas cetak dan online kembali ke lokasi bangunan tersebut, terungkap fakta apa yang di ucapkan Kepsek, hanya di bibir saja.

Kembali di harapkan kepada pihak yang berkompeten agar mengusut tuntas polemik tersebut dan tindak tegas oknum bandel agar ada efek jerah.

Kembali media ini melakukan konfirmasi kepada Manan Kesek’ melalui via WhatsApp hingga berita ini di terbitkan belum ada tanggapan. Kuncinya (tim).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button