Sulsel

15 Kilometer Tertunda, Ditengah Covid-19, Hadapi “PILBUP”Warga Curhat.

Koltim, targettuntas.co.id – Jalan poros Tinenggi-solewatu , kecamatan tinondo kabupaten Kolaka timur propinsi Sulawesi tenggara,sepanjang 15 kilometer , dikabarkan sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945 , baru satu kali tersentuh peningkatan pembangunan( aspal),sebut sumber dari berbagai kalangan, saat itu status jalan tersebut masih merupakan wilayah kabupaten Kolaka.ia, sempat di aspal satu kali ,aera tahun 90 an.

Kini Hampir 10 tahun status jalan poros tinengi solewatu.menjadi aset daerah kabupaten Kolaka timur, propinsi Sulawesi tenggara (SULTRA)
sejak di mekarkannya .namun ironisnya derita penggunaan jalan masih ” memperihatinkan”.

Rangkaian informasi yang berhasil di sadap media ini, sebut sumber” berdasarkan hasil musrembang yang di laksanakan di kantor desa solewatu, kecamatan tinondo , pihak pemerintah desa , kecamatan, bersama pemerintah kabupaten Kolaka timur telah menyepakati akan melangsungkan kegiatan peningkatan pembangunan infrastruktur jalan.tandasnya ter’enyuh.

Ia”,saat itu “katanya” sudah di pastikan akan segera di lakukan pengaspalan , namun sesaat setelah musrembang , kabupaten Kolaka timur ikut dihadapkan dengan situasi yang luar biasa, bencana non alam covid-19 (bencana mendunia) ikut menjadi hambatan, pengalihan anggaran untuk pembangunan turut dilakukan pemerintah, demi menyelamatka rakyat , dialihkannya anggaran untuk penanganan percepatan pencegahan penyebaran covid-19 mengakibatkan peningkatan pembangunan pengaspalan jalan tertunda.

Sementara pemerintah kecamatan tinondo, pihaknya tetap berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan pembangunan infrastruktur jalan, meski di tengah pademik covid-19, hal ini di buktikan, beberapa waktu lalu H.ahmad (camat) bersama segenap masyarakat Tinenggi melakukan aksi Gotong Royong , bahkan
Pemerintah kecamatan mengkordinasikan dengan pemerintah kabupaten Kolaka timur ( pemkab koltim)’ untuk melakukan perbaikan, pemerataan jalan yang bergelombang , dengan menurunkan alat berat kelokasi jalan poros tinengi-solewatu , saat kondisi cuaca membaik, tercatat selama kurang lebih tiga hari alat beroperasi.

Alhasil 15 kilometer suskses’di benahi dengan harapan akses jalan lancar , namun dua pekan setelah jalan tersebut di gereder (di benahi), hujan kembali mengguyur area kabupaten Kolaka timur termasuk lokasi jalan tersebut, sementara kondisi jalan belum terlalu padat, insiden ini yang mengakibatkan kondisi jalan kembali berlumpur .menurut pengendara”selain kondisi tanah yang labil , jalan poros tersebut juga merupakan akses utama penghubung antara beberapa kecamatan, jadi ketika saat musim hujan pasti rawan lumpur”.ketusnya

Upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pengguna jalan, selalu menjadi skala prioritas dalam hal pembangunan infrastruktur .

Sukses berjejer pembangunan infrastruktur jembatan permanen ‘ mewarnai sepanjang jalan se-kecamatan tinondo ,kabupaten Kolaka timur. hanya saja dalam waktu kurang lebih 7 tahun kepemimpinan Drs.tony Heriansyah (bupati koltim’), hingga kini pembangunan infrastruktur jalan belum sempat di sukseskan, secara merata dan menyeluruh.ragam hambatan turut menerpa roda pemerintahannya, termasuk bencana non alam atau covid-19.ikut hadir menjadi hambatan
Akibat dampaknya Beberapa program kegiatan pembangunan infrastruktur jalan di kabarkan tertunda.

Beda halnya, jika di pandang dari sudut sektor peningkatan fasilitas akademis(pendidikan).
Sesuai pemantauan media ini, husus sektor pendidikan , Sekolah dasar SD, dan sekolah menengah pertama, SMP ,nampak elok nan’rapi secara merata , Nuansa peningkatan pencapaian 8 standar pendidikan , pelayanan fasilitasi untuk mencerdaska anak bangsa ,generasi penerus,
Terbilang sukses di tingkatkan ,di tangan kepemimpinan “Tony Heriansyah ” sama halnya keberhasilannya di sektor industri pertanian, Tony herbyansah ” kembali membawa nama harum kabupaten Kolaka timur. Kendati demikian “koltim” kini dikabarkan , salasatu wilayah sentral pertanian tanaman sorgum , yang ada di provinsi Sulawesi tenggara.belum lama ini, pemerintah kabupaten Kolaka timur , menggelar pesta panen perdana tanaman sorgum tepatnya di lingkungan kecamatan lambandia,desa mokupa.sekitar 23 hektar tanaman sorgum,kini siap panen.

Namun jika hanya dipandang melalui perogram peningkatan pembangunan infrastruktur jalan.?
“menurut masyarakat” tidak bisa dipungkiri adanya pro & kontra, bahkan ada yang berpendapat kalau tertundanya kegiatan pembangunan infrastruktur jalan di akibat adanya dampak covid-19,maka kurang pas jika ada pemerintah yang memastikan jalan tersebut akan di aspal tahun anggaran 2021.jika demikian tentu covid-19 juga dapat di pastikan akan berakhir di tahun 2021.

“Kan’ alasan pemerintah” tidak dikerjakan karena covid-19 , nah, berarti jika pemerintah bersama elit politik memastikan di kerjakan tahun 2021, mestinya covid-19 suda berakhir juga.bebernya saat di mintai keterangan (11/9/20). Lanjut sumber menambahkan meski ditengah situasi pademik covid-19.rakyat akan kembali di pertemukan dengan pemilihan pemimpin (bupati) .
“Ia,akan tetap di langsungkan pemilihan bupati bersama wakil bupati kabupaten Kolaka timur, yang akan di laksanakan pada tanggal 9 Desember 2020, event tersebut , mulai menuai berbagai prediksi,dan pertanyaan, apakah Tony Heriansyah, tetap melanjutkan memimpin koltim’ atau akan ada pemimpin baru.?
“Ada yang nyanyikan 2 periode”
“Ada pula yang minta pemimpin baru”
Intinya bulan Desember yang akan menjawab.

Kami sebagi rakyat kecil berharap “Semoga kedepannya pemimpin yang terpilih berhasil mewujudkan impian rakyatnya ,,,,,.
“Yang kami ragukan, pemimpin yang berhasil meraih suara terbanyak dan menduduki jabatan sebagai bupati , juga , belum mampu , melanjutkan peningkatan pembangunan infrastruktur jalan , inilah yang menjadi keraguan kami , jika covid-19 belum berakhir , sementara kondisi jalan sudah sangat memburuk.” Panas berdebu hujan berlumpur. Tandasnya.

Sumber lain menyebutkan, salasatu pelajar mahasiswi fakultas universitas haluoleo Kendari .Tidak bisa di pungkiri jika saat ini timbul ragam pertanyaan dari masyrakat diantaranya luas :
1.apakah harapan rakyat akan terpenuhi ,,,?
2.atau rakyat akan kembali di pertemukan dengan janji politik yang bunyinya sama di waktu lima tahun lalu dan 5 tahun yang akan datang.,,,?
3.Ataukah janji politik hanya berdasarkan situasi atau kondisi dan keadaan bukan berdasarkan visi-misi ,,,? Tanyanya, Sambil meminta tidak di kabarkan identitasnya.

Menelisik lebih jauh,Acuan rakyat saat ini ,Belum ada prediksi status virus Corona atau covid-19 berakhir.maka rakyat menilai sangat keliru jika ada pemerintah yang mengatakan jalan akan di aspal tahun 2021 meski di tengah pademik covid-19.pasalnya rumus tertundanya pekerjaan jalan akibat covid-19 , kerana anggaran pembangunan di alihkan”katanya”hal ini seringkali di sampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat.

Lumpur kembali menyelimuti , jalan’poros tinengi -solewatu, dan hanya ada dua warna musim panas berdebu’ musim hujan berlumpur’ suda berlangsung lama bahkan sudah selama kurang lebih sekitar 20 tahun , betul pernah di aspal kalau kami tidak salah sekitar tahun 1995, sebut sumber (warga) yang di temui di lingkungan kecamatan tinondo.(11/9/20). tandasnya sambil memaparkan unek-uneknya.ia,soal janji pemerintah hal ini sudah berkali-kali ada yang datang membawa janji politiknya.

Jelas”setiap mendekati pemilihan presiden, pemilihan gubernur, pemilihan bupati, dan pemilihan anggota dewan.(DPRD/DPRI).
Jalan tersebut selalu menjadi lahan gemuk janji politik ,janji pembangunan kepada masyarakat, bahkan ada lagi yang menjanjikan dengan datang kedua kalinya , mengucap janji yang sama,, peningkatan pembangunan infrastruktur jalan,, akan di lanjutkan karena menjadi skala prioritas,,(janji yang kedua kalinya).
Lalu bagaimana jika covid-19 belum berakhir,?
Sementara alasan tertundanya pekerjaan akibat bencana non alam atau covid-19. “Irisnya,sambil meminta tidak di publikasikan jati dirinya.

Lain halnya ungkapan dan rasa syukur yang dilontarkan,”black”(sapaan akrabnya), warga setempat, suatu kesyukuran bagi kami ,karena yang menjadi fokus perhatian pemerintah kedepannya tinggal peningkatan pembangunan infrastruktur jalan.sebab infrastruktur jembatan dan penerangan lampu ,serta peningkatan fasilitas pendidikan , sudah memadai dan saya rasa pemerintah suda bekerja dengan baik.dan kini dinikmati oleh masyarakat luas.
Siapapun yang memimpin semoga bisa mensukseskan program peningkatan pembangunan jalan dan dapat terlaksana secara menyeluruh dan merata,siapa pun yang menjadi pemimpin.harapnya.(lip/ril .SB)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button