Sulsel

Kendaraan roda empat menabrak regulasi pengelolaan bumdes Tawa-tawaro

Kotim – targettuntas online – kendaraan roda empat(mobil) untuk badan usaha milik desa BUMDES dikabarkan menabrak regulasi administrasi dan pengelolaan serta menciderai aturan yang telah ditetapkan, oleh kementerian desa daerah tertinggal dan taransmigrasi.

Hal ini terjadi di wilayah desa Tawa-tawaro kecamatan tinondo, kabupaten Kolaka timur, propinsi Sulawesi tenggara SULTRA.

Sebelumnya telah di beritakan dan dilansir dari media www. knew. co. id. Pengadaan mobil bumdes Tawa-tawaro, kades di nilai keliru. di terbitkan pada tanggal 20 Agustus 2020.

Sontak menggegerkan warga net, beragam tanggapan dari berbagai kalangan penggiat sosial media ( sosmed). Salasatu diantaranya akun Facebook **** menyebutkan itu sudah sangat fatal, ada juga yang menyebutkan kirain mobil pribadi, karena profil beritanya tercatat di STNK atas nama BAHAR (KEPALA DESA)

Pihak PMD, menilai ada kekeliruan kepala desa, pasalnya administrasi pengadaan mobil , di ambil alih oleh kades dan unit kendaraan roda empat (mobil) juga di kuasai kepala desa.

Ia, meski kades, merupakan komisaris dalam struktur kepengurusan bumdes, tapi tidak di benarkan jika kades yang membelanjakan/ mengelolah dana bumdes , seharusnya dana tersebut tetap di cairkan ke rekening bumdes dan yang wajib mengelola dana tersebut adalah bendahara bumdes,ketua bumdes dan seluruh anggotanya.

Kades,hanya menunggu laporan PAD serta memantau perkembangan badan usaha milik desa BUMDES,adapun hasil dari bumdes bukan untuk kepala desa.ujar PMD kecamatan tinondo saat di temui di kediamannya beberapa waktu lalu (9/8/2020).

Kini mobil tersebut masih di kuasai oleh kepala desa, dan di fungsikan hanya untuk kepentingan kepala desa,serta STNK mobil masih atas nama kepala desa.

Sebut sumber yang tidak ingin di publikasikan jati dirinya”Pengadaan kendaraan roda empat mobil bumdes sesuai hasil kesepakatan bersama Rp.150 jt. Hal ini pernah di ungkapkan kepala desa Tawa-tawaro saat musyawarah desa( musde)”cetus sumber.

pihak pemerintah kecamatan tinondo, mulai, pendamping desa lokal (PDL) dan pihak pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD) suda mengetahui hal ini, sebelum berita ini di terbitkan, bahkan berkali- kali awak media ini menyampaikan secara langsung namun belum ada solusi.
Sementara pemerintah desa Tawa-tawaro berusaha di konfirmasi sedang tidak ada dikantor , berusaha di hubungi Lewat telpon nomor ponselnya sedang berada diluar jangkauan(Non aktif).
Kuncinya .SUPRIADI BURAERAH MNC

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button