Sulsel

Jangan Nilai Kinerja Pemerintah Dengan Opini

Kotim – targettuntas online – Setiap warga negara berhak menyampaikan pendapatnya, baik di depan umum maupun melalui kolom-kolom media massa dan media sosial seperti yang terjadi saat ini. Karena kebebasan itu, sudah tertuang dan dijamin oleh Undang-Undang.

Namun, satu hal yang perlu dicatat dan dipaham seluruh warga Indonesia, jika taat dengan aturan hukum tersebut, opini dan pendapat yang disampaikan sesuai dengan realita yang terjadi dan dialami, bukan opini tanpa dasar yang terkesan menjustifikasi pihak tertentu dan membuat onar atau kategori hoaks. Karena berita atau opini hoaks, bisa dilaporkan sebagai bentuk pelanggaran pidana dalam hal ini pencemaran dan pelanggaran Undang-Undang ITE.

Namun, hal ini nampaknya banyak terjadi apalagi bagi wilayah atau daerah yang akan menggelar Pilkada, pihak-pihak tertentu yang merasa terancam dengan kekuatan dan keberadaan petahana atau pemimpin yang akan maju kembali bertarung, banyak menyebarkan berita hoaks alias bohong tanpa melihat lebih jauh kedalam apa dan bagaimana sepak terjang petahana tersebut.

Satu contoh misalnya, di Kolaka Timur atau Koltim, akhir-akhir ini sang Bupati Drs H Tony Herbiansyah yang juga petahana, banyak dibuatkan informasi dan berita dari antah berantah yang tidak jelas sumbernya, dan itu selalu dipublikasi oleh salah satu media online. Padahal, jika merujuk pada Undang-Undang Pers Nomor 41 Tahun 1999, dank ode etik jurnalistik, berita itu harus berimbang dan tidak menyerang salah satu pihak hanya karena suka dengan tidak suka.

Padahal, jika ingin menjadi media yang kritis dan akuntabel dengan sorotan yang lebih tajam dan akurat, belajarlah pada Majalah atau Koran Tempo, yang begitu kritis tapi akurat bukan hoaks.

Sejumlah berita yang dimuat salah satu media online tersebut, salah satunya berjudul Program Memori Daun Pisang Tony Herbiansyah, jika dibaca dan dipelajari dengan saksama, semunya mengandung unsur opini belaka tanpa mengecek kebenaran dilapangan atau mengonfirmasi pihak Pemda Koltim sendiri.

Seperti program Singkong Gajah yang pernah digaungkan Pemda Koltim di bawah kendali Tony Herbiansyah pada 2016 lalu, yang perlu diketahui awalnya PT. Sidomuncul selaku pembeli dengan skala besar, sanggup dan siap untuk membeli hasil tersebut jika sudah ada, dan bukan saja di Koltim tapi beberapa kabupaten di Sultra memprogramkan ini. Dan keseriusan ini, ditandai dengan penandatanganan MoU antara beberapa kabupaten di Sultra dengan PT Sidomuncul saat itu di Kendari. Namun menjadi hal yang biasa terjadi dalam dunia bisnis atau perdagangan, begitu uji coba hasil, PT. Sidomuncul mundur dari kesanggupannya, sehingga pemerintah tidak mungkin merugikan petani jika terus melnajutkan produksi singkong gajah tersebut.

Kemudian, yang tak kalah pentingnya untuk dipahami lagi, terkait tanaman hortikultura, para petani hingga saat ini terus melakukan budidaya, dan hasilnya bisa ditanyakan langsung ke petani. Bahkan salah satu petani dalam testimoninya, mengatakan jika dulu ia pengusaha dan banyak uang, tapi biar membangun rumah tidak bisa karena uangnya tidak pernah tersimpan dengan baik. Tetapi sejak menjadi petani hortikultura atas program Pemda Koltim, beberapa tahun terakhir, ia sudah bisa bangun rumah dan sarang walet dari hasil tanaman hortikultura ini dan tentu saja rumah yang sangat layak.
Dan yang terbaru dan saat ini sedang dijalankan, tanaman sorgum, Pemda Koltim sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan dari Surabaya dan Jakarta, untuk membeli seluruh produksi yang dihasilkan masyarakat dan Pemda. Pungkasnya SUPRIADI BURAERAH

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button