Daerah

Kadisdik Sinjai Terapkan Program PJJ

SINJAI, targettuntas.co.id. Andi Jefriyanto Asapa, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai Propinsi Sulawesi Selatan kembali eksis dengan berbagai terobosan dan ide cemerlang hal ini merupakan salah satu bentuk kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan upaya pencapaian 8 standar pendidikan.
Tep

Jumat (17/7/2020) Andi Jefriyanto Asapa mengumumkan aktivitas belajar siswa tetap berlangsung, meski dalam situasi pademik covid-19, siswa tetap belajar dari rumah, melalui metode penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Guru dengan siswa bisa menggunakan berbagai aplikasi pendukung, diantaranya aplikasi Microsoft office 365, saat memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dan proses pembelajan setiap hari.

Kombinasi antara daring (dalam jaringan ) dan luring (luar jaringan) tetap diterapkan, ungkapnya.

Lanjut Andi Jefriyanto, menjelaskan pihaknya akan melibatkan berbagai media lokal yang ada di Kabupaten Sinjai, yakni SINJAI TV, RADIO SUARA BERSATU FM, sambil menambahkan agar orang tua siswa tidak merasa terbebani dengan adanya program PJJ, Harap Kadisdik.

Namun sesuai hasil pemantauan awak media ini di salah satu sekolah yang sampai hari ini belum bisa menerapkan beberapa terobosan metode penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), salah satunya adalah UPTD SMPN 30 SINJAI Kecamatan Sinjai Selatan.

Muhammad Takdir R, S.Ag saat ditemui di ruang kerjanya, mengakui pihaknya belum menerapkan PJJ secara daring (dalam jaringan).
Sejak memasuki tahun ajaran 2020-2021, mulai dari kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), sampai memasuki babak aktivitas belajar mengajar kami tetap menerapkan sistem luring sampai hari ini. Hal yang menjadi kendala yaitu minimnya signal atau jaringan internet di lingkungan sekolah, sementara sekolah juga belum memiliki fasilitas perangkat internet WiFi

Jadi ada dua faktor sehingga siswa tidak belajar secara online yakni sekolah tidak mempunyai perangkat internet (WiFi) dan belum semua siswa memiliki HP Android.
Ungkap Muhammad Takdir (22/7/2020).

Sementara untuk jarak lokasi sekolah dengan rumah siswa diperkirakan sebagian mencapai kurang lebih 10 kilometer (km) khusus bagi
siswa yang bertempat tinggal di Dusun Safaere atau biasa disebut Kampung Boja.

Salah satu upaya agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan menerapkan sistem luring, (luar jaringan), dengan mengantarkan buku paket atau pelajaranan bagi siswa secara keseluruhan, berdasarkan zonasi dan melibatkan semua tenaga pendidik. Tercatat jumlah siswa sebanyak 61 orang dibina oleh 11 orang tenaga pendidik potensial.

Lanjut, “Muhammad Takdir menguraikan, sejak saya menjadi kepala sekolah di UPTD SMP NEGERI 30 SINJAI langkah awal yang saya lakukan mulai dari pemeliharaan lingkungan sekolah, serta menggenjot moral siswa siswi melalui program pendidikan karakter dengan pendekatan bernuansa islami. Diantaranya melakukan sholat duha dan sholat Dzuhur secara berjamaah di masjid.l,”ujarnya.

Sembari menambahkan, Sebelum ada covid-19 setiap hari siswa bersama teman teman guru melaksanakan sholat sunnah duha dan sholat Dzuhur secara berjamaah.

“Saya sangat berharap agar kedepannya sekolah kami dapat memiliki perangkat jaringan internet dan semoga bencana non alam covid-19 cepat berakhir,
Ujar kasek dengan penuh harap.
Kuncinya. (Supriadi).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button