Barru

Minyak atsiri tembus 600.000/kiloliter, Kelompok Wanita Tani Desa Bacu Bacu tertarik budi daya Nilam

Barru – targettuntas online – Kelompok Wanita tani di Desa Bacu Bacu Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru, provinsi Sulawesi Selatan, telah membudidayakan tanaman nilam, komoditas yang menjadi bahan baku penghasil minyak atsiri karena harga jual minyak tersebut yang cukup tinggi di kisaran Rp 600.000/kiloliter.
Hal ini sudah digagas setahun yang lalu menanam nilam dengan modal dari kelompok Wanita tani itu sendiri.

Tahap awal untuk penanaman Nilam ini Kelompok Wanita Tani Desa Bacu Bacu telah menanam sebanyak 240.000 bibit pohon Nilam yang ditanami di lahan seluas tiga puluh hektare.
Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Wanita Tani Desa Bacu Bacu Hj. Tamsiah dikala disambangi Media Targettuntas pada saat melakukan Panen Nilam Rabu, 24 Juni 2020
Lebih jau dijelaskan bahwa penanaman Nilam saat ini baru dilakukan oleh kelompok Wanita Tani di Dusun Ampiri Desa Bacu Bacu dan insya Allah akan kami gagas terus hingga seluruh Desa Bacu Bacu dan semua Kelompok Wanita Tani dapat diberdayakan untuk menanam Nilam, dan ia meyakini kelak bibit 240.000 batang tersebut akan menjadi berjuta-juta batang setelah dikembangkan.

Saat ini harga minyak atsiri dari nilam ada di kisaran Rp 600.000/kiloliter sehingga harga tersebut masih masuk dalam perhitungan petani, karena dalam sekali tanam bisa dilakukan panen empat kali. Begitu juga untuk pembibitan, dalam empat bulan pun bisa distek untuk ditanam lagi.

Sementara Kepala Desa Bacu Bacu, Sufratman, saat memfasilitasi kelompok Wanita Tani tersebut mengatakan bahwa prospek budi daya nilam saat ini memang sangat bagus sehingga pihaknya memberi dorongan mereka untuk membudidayakan nilam.

Sufratman menambahkan bahwa nantinya Pemerintah Desa akan memacu Masyarakat Desa Bacu Bacu untuk terus melakukan Budi daya tanaman Nilam, dalam rangka memanfaatkan lahan kosong, karena tanaman Nilam dapat ditanam dimana saja diluar daripada lahan persawahan, dan setelah ada pemerataan para kelompok Wanita Tani tidak harus membawa keluar untuk dijual, tapi kami melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membeli hasil dari petani nilam karena melalui BUMDes diharapkan mampu mendorong dari sisi pengembangan dan hilirisasi mengingat salah satu tugas pengurus BUMDes adalah pengembangan unit usaha.tandasnya..astt

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button