Sorot

Jalan Alternatif Jadi Kubangan Kerbau

Tertunda Hingga 2021, Jalan Poros Dada Jadi Nyanyian Warga

SINJAI, targettuntas.co.id. Seabrek harapan warga Dusun Gareccing, Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sul-Sel di balik dana pinjaman ratusan miliyar Pemkab Sinjai untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan kembali sirna, kenapa ? Karena jalanan alternatif mereka dikhabarkan luput dari anggaran yang “notabene” kurang lebih Rp 185 miliyar tersebut. Rasa “rindu” menikmati jalan mulus “berbuntut” rasa kecewa warga.

“Sudah lama kita merindukan jalanan mulus seperti jalanan lainnya, sudah ada dua kali dihotmix kita masih daftar tunggu, belum ada tanda-tanda jalanan kami bakal dikerja tahun ini (2020 red),” ungkap Syamsudin salah seorang warga Gareccing dengan nada kecewa.

Dikatakan, jalanan Dusun Gareccing, Desa Talle, merupakan jalan alternatif warga ke poros jalan nasional (Poros Bulukumba – Sinjai) tepatnya di sekitar Jembatan Dada. Namun herannya, jalan ini baru satu kali tersentuh peningkatan sejak Indonesia merdeka tahun 1945 silam.

“Jalanan kami sudah lama hancur, berlumpur saat musim hujan dan susah dilalui kendaraan. Pernah ada pengaspalan pasca banjir bandang tepatnya tahun 2007 lalu, namun saat ini kondisinya rusak parah,” sebutnya terenyuh sambil berharap, pihak Pemkab dalam hal ini Dinas PU-PR Sinjai bisa memperhatikan jalanan tersebut.

Informasi lainnya yang berhasil disadap media ini menyebutkan, kondisi Poros Dada – Matamatae, memprihatinkan dan sudah lama menjadi keluhan. Bahkan “acap” kali menjadi lahan gemuk bagi para politikus menuju kursi kekuasaan senjata kampaye para calon Pilkada.

“Kalau yang menjanjikan jalan ini untuk diperjuangkan sudah banyak sekali, utamanya pada detik-detik perhelatan pemilihan Legislatif,” tutur sumber minta tidak dipublikasikan jati dirinya.

Di tengah penantian peningkatan jalan tersebut, nyanyian keluhan dialamatkan kepada, Ir. Abd Rajab, Kades Talle yang akhir-akhir ini semakin gencar. Tentunya tetap masih harapan yang sama adalah merindukan jalan “mulus”.

“Kalau keluhan masyarakat kepada kami, itu saya tanggapi secara dewasa karena selama ini kita tidak tinggal diam, selalu mengusulkan kepada pihak Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas PUPR Sinjai, karena ini adalah jalan kabupaten dan bukan kewenangan anggaran Desa,” kilahnya.

Terpisah, Agus Saenal, ST, Kabid Binamarga Dinas PU-PR Kabupaten Sinjai, mengatakan, jalan Poros Dada-MataE sekitar 6 Km sudah masuk usulan tahun depan (2021).

“Tidak masuk program tahun ini (proyek anggaran pinjaman Pemka red), namun kita usulkan untuk tahun depan,” tuturnya, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Lanjut dikatakan, anggaran pinjaman Pemda sekitar Rp 185 miliyar, digunakan untuk peningkatan jalan sekitar 114 Km, tersebar di seluruh kecamatan kecuali Kecamatan Pulau Sembilan.

“Yang sementara berjalan baru sekitar Rp 165 Miliyar” Katanya.

Di tempat yang sama, Andi Taufiq, Kepala Dinas PU-PR Sinjai, menyebutkan dana pinjaman Pemda tersebut memang peruntukannya adalah pembangunan infrastruktur.

“Dana ini khusus untuk pembangunan jalan dan jembatan, di mana – mana saat ini sementara tahap pelaksanaan,” Jelasnya.

Andi Jusman, ST, anggota DPRD Kabupaten Sinjai, saat di konfirmasi, 17 Mei 2020, seputar jalan poros Dada-Matamatae tidak terlalu banyak berkomentar. Namun demikian, pihaknya menyebutkan tetap akan memperjuangkan peningkatan jalan tetsebut.

“Untuk saat ini belum bisa kita pastikan kapan bisa di kerjakan, di mana kita diperhadapkan bencana non alam covid-19. Meski demikian, beberapa pembangunan tetap berlanjut karena tahap pengerjaannya sedang berlangsung” Kuncinya. (Yus/Supriadi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button