Sulsel

Gubernur Kaltara Tinjau Lokasi KBM Digunung Seriang

Tanjung Selor, – hari ke-23 Ramadan ini tepatnya Sabtu (16/5/2020) Gubernur Kaltara H Irianto Lambrie meninjau lokasi Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor di Gunung Seriang, bersama kepala OPD, Irianto langsung melihat kondisi lahan yang sudah kita kuasai melalui proses pengadaan lahan. Alhamdulillah, patok-patoknya sangat jelas. Sebagian besar hutannya masih rimbun, ujarnya.

Total lahan KBM yang sudah kita siapkan sudah sekitar 720 hektare. Beberapa bidang dalam proses pematangan dan penimbunan. Karena kontur lahan di lokasi KBM berbukit-bukit, sehingga perlu diratakan.

Kita tahu bahwa KBM Tanjung Selor sudah menjadi proyek nasional, salah satu dari 10 kota di luar pulau Jawa yang dikembangkan pusat atas usulan kita sejak tahun 2014 lalu.

Kita harus optimistis, KBM Tanjung Selor akan terealisasikan dengan percepatan-percepatan yang Pemprov lakukan bersama pemerintah (pusat).

Di KBM, kita tengah membangun Kantor Inspektorat dan beberapa persiapan ruas jalan. Tetapi pada intinya, kewajiban Pemprov adalah menyiapkan lahan KBM, itu sudah kita lakukan.

Tinggal menunggu dan kita akan dorong rencana-rencana aksi 12 kementerian yang diberi tugas oleh Presiden Jokowi sesuai yang tertuang dalam Instruktur Presiden Nomor 9 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan KBM Tanjung Selor.

Selepas dari lokasi KBM, Saya juga meninjau Pos Terpadu Check Point Kilometer 10 Poros Bulungan-Berau. Personel gabungan antara Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, BPBD, dan Dinas Kesehatan sangat sigap melakukan tugasnya masing-masing.

Saya menyaksikan, setiap kendaraan yang akan melalui Pos Check Point ini disetop. Kemudian diarahkan melapor ke petugas yang ada di tenda posko. Petugas sudah tahu bagaimana cara bertindak taktis kala memeriksa orang dalam kondisi normal, begitu pun kala situasi emergency.

Masyarakat yang mau mudik, oleh petugas diminta untuk putar balik. Ini memang sudah menjadi instruksi pemerintah. Memang ada pelonggaran moda transportasi, tetapi dengan kriteria dan klasifikasi pengecualian. Mudik itu tetap dilarang.

Yang boleh berangkat keluar masuk adalah, pertama, orang yang bekerja pada pelayanan bidang pertahanan, keamanan, kebutuhan dasar, pendukung layanan dasar, fungsi ekonomi, percepatan penanganan covid-19. Kedua, pasien yang membutuhkan penanganan medis.

Ketiga, orang dengan kepentingan mendesak keluarga yang meninggal dunia. Keempat, pemulangan PMI, WNI, dan Pelajar dari luar negeri dan pulang ke daerah asal.

Itu pun ada syaratnya lagi antara lain membawa Surat Tugas, Surat Lurah/Kepala Desa, Hasil Negatif Tes Covid-19, KTP. Riwayat dan rencana perjalanannya juga akan ditelisik.

Saya juga memberi bantuan kepada personel yang berjaga di Pos Terpadu Check Point Kilometer 10 dan di Pos Pelayanan Pelayanan Lebaran Polres Bulungan di Kilometer 2 Tanjung Selor.

Saya mengapresiasi kerja semua personel di sana. Tidak hanya polisi, tetapi juga tenaga kesehatan yang setia melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seriap penumpang dalam rangka pencegahan Covid-19.(peri)tt

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button