Sulsel

PWI Sulsel Rendahkan Wibawa PWI Pusat

.

BILAMANA KONFERENSI PWI SULSEL OKTOBER 2020 DITUNDA,
PWI PUSAT DIHARAP MEMBENTUK CARETEKER.

MAKASSAR, targettuntas.co.id.
Surat Peringatan (SP) PWI Pusat, tanggal 26 Maret 2019, terkait pelanggaran PD-PRT PWI Konferkab Sidrap-Enrekang yang menuai sorotan keras termasuk peserta Konferkab yang menilai cacat. Sebab melanggar PD-PRT pasal 25 ayat (2) huruf (a) di mana ketua terpilih Edy Basri belum memegang kartu keanggotaannya, dan pun kalau sudah ada, namun belum cukup satu tahun.

Karena Konferensi akabupaten Sidrap – Enrekang itu melanggar PD-PRT PWI, sehingga dilaporkan oleh Risal Cs ke DKP Sulsel.


Berdasarkan laporan tersebut, DKP Sulsel memanggil, pelapor Risal Cs, serta terlapor Sekretaris PWI SulSel Anwar Sanusi dan Wakil ketua Bid. organisasi, Mappiar, karena kedua pengurus harian ini terlibat langsung, mulai dari persiapan, pelaksanaan Konferensi, hingga acara pelantikan.
Pemanggilan Anwar Sanusi dan Mappiar, karena menghadiri semua acara tersebut untuk diklarifikasi atas laporan Risal dan kawan-kawan.

Dari hasil klarifikasi tersebut, DKP Sulsel menerbitkan rekomendasi ke Pengurus PWI Pusat dan juga ke DK PWI Pusat untuk ditindaklanjuti.

Dan hasilnya, PWI Pusat menerbitkan Surat Peringatan kpd Ketus PWI SulSel, Agus Alwi karena dianggap turut mengetahui pelanggaran PD-PRT tersebut.

Sementara itu, DKP PWI SulSel juga merekomendasikan kepada Pengurus PWI Pusat, bahwa konferkab Sidrap-Enrekang harus dianulir atau dibatalkan . Selain melanggar Psl 25 ayat (2) huruf a PD, pun melanggar Psl 20 ayat (2) PRT.
Rekomendasi DKP PWI SulSel, agar menjatuhkan Sanksi Organisasi berupa Skorsing terhadap Anwar Sanusi dan Mappiar.

Anwar Sanusi, sebelumnya, telah diskorsing dari kepengurusan PWI SulSel, karena telah melakukan pertengkaran di depan Gedung PWI SulSel, dianggap telah menjatuhkan harkat, martabat, marwah, serta integritas organisasi dan pribadi waryawan itu sendiri.

Selsin itu, SP PWI Pusat nomor 827/PWI-P/LXX1V/2020, Hal Peringatan PWI Pusat yang menindak lanjuti surat no.797-PWI-P/2020 tanggal 2 Maret 2020, hingga hari ini tidak ditaati oleh Ketua PWI SulSel untuk mencabut SK Pengangkatan Ketua PWI Sidrap-Enrekang.

“Ketua PWI Provinsi Sulsel belum mencabut kembali SK Pengangkatan Ady Basri sebagai ketua PWI Kabupaten Sidrap-Enrekang,” jelas Rizal, wartawan di Sidrap.

Terkait pelanggaran PD-PRT PWI Konferkab di Sidrap, akhirnya Pengurus PWI Pusat memberikan sanksi organisasi kepada PWI Sulsel berupa Surat Peringatan Keras (SPK).

Anehnya, sejak dikeluarkannya SP PWI Pusat yang memerintahkan Ketua PWI Sulsel untuk mencabut/membatalkan SK Pengangkatan Edy Basri sebagai Ketua PWI Sidrap-Enrekarang, namun sampai saat ini belum juga ditindaklanjuti oleh Ketua PWI Sulsel, ada apa ?

Akibat PWI Sulsel tidak menataati Perintah PWI Pusat, tgl.26 Maret 2020 lalu, akan berdampak sebagai suatu pelecehan, sekaligus merendahkan dan mempermalukan Pengurus PWI Pusat.

Terkuaknya SP PWI Pusat ini, karena selama ini diduga keras PWI Sulsel menyembunyikan. Sikap ini dianggap PWI Sulsel tidak transparan. Salah satu contoh, email PWI Sulsel hanya staf khusus yg dapat membuka. Lagi-lagi dipertanyakan akan tertutupnya sistem administrasi di PWI SulSel.

Bukan hanya pelanggaran PD PRT di Konferkab Sidrap-Enrekang namun masih ada beberapa daerah lain, seperti Konferkab Luwu Raya dimana Sekretaris dan bendaharanya masih anggota Muda, pembentukan Korda Lutra dan Lutim yang bukan anggota pwi, serta pengukuhan ketua pwi terpilih kabupaten Pangkep yang pernah tervonis penjara namun hingga kini belum diberi sanksi.

Sebenarnya PWI Sulsel sarat pelanggaran PD PRT. Tak beran jika PWI Propinsi Sulsel patut diberi sanksi oleh PWI pusat.

KONFERENSI PROVINSI SULSEL

Tak lama lagi Konferensi PWI Provinsi Sulsel akan digelar pada bulan Oktober 2020 mendatang, “Kabinet” Ketua PWI Sulsel, Agus Alwi Hamu akan berakhir masa baktinya.

Di luar pengurus, sudah banyak wartawan senior akan dicalonkan dan atau mencalonkan diri, demi semata-mata menyelamatkan organisasi.

Yang jelas, perhelatan konferensi PWI Sulsel tidak ada alasan untuk ditunda sebab tidak ada aturannya, baik itu di PD maupun di PRT.
Kalaupun ada niat Ketua PWI SulSel untuk meminta perpanjangan masa jabatannya dgn alasan, bahwa saat ini musibah covid-19 Corona.

Kalau Konferensi ditunda ke tahun 2021, diharapkan kepada Pengurus PWI Pusat untuk membentuk Careteker, yang akan bertugas mempersiapkan dan melaksanakan Konferensi PWI Sulsel. Nanti carateker yang membentuk organizing comeete (OC), panitia pelaksana, dan Stering Comeete (SC) panitia pengarah Konferensi. //TT

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button