Daerah

Legislator PPP Rudi Najamuddin Bantu Masyarakat

PAREPARE, targettuntas.co.id. Tidak seperti biasanya, kalau seorang anggota DPRD melakukan reses atau temu konstituen untuk menjaring aspirasi diwilayah pemilihannya, mereka mengumpulkan konstituen sampai ratusan orang, namun reses ditengah pandemi covid 19 kali ini, hanya bisa mengumpulkan konstituen sampai puluhan orang. Hal ini mengikuti protap kesehatan dunia WHO, karena tidak bisa berkumpul rapat harus ada jarak.

Bukan hanya itu, kalau reses sebelum pandemi covid 19, konstituen bisa mengusulkan anggaran kegiatan yang ingin dilaksanakan, kemudian diprogramkan pada menyusunan tahun anggaran mendatang tapi kali ini “, demikian dikatakan Rudi Najamuddin yang merupakan legislator dari praksi Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) dalam acara reses daerah pemilihan Bacukiki / BacukikiBarat yang dilaksanakan di rumah kediamannya di Jalan Bambu Runcing ( 8/5 )

Lebih jauh Rudi Najamuddin menjelaskan, reses kali ini berbeda dari sebelumnya dan kami dari dewan sepakat, disamping reses kita juga melakukan bakti sosial kepada masyarakat yang berdapak Covid 19 dengan memberikan batuan kepada masyarakat berup beras 5 Kg, mudah mudah cukup membantu mereka. Selai itu, kita juga mengeducasi masyarakat tentang bagaimana mencegah penyebaran virus Covid 19 atau Corona.

Kita tidak perlu ketakutan berlebihan terhadap penyebaran virus Corona, yang terpenting kita selalu rajin cuci tangan, sering mandi dan sesering mungkin minum air hangat, serta menun vitamin. Dijelaskan juga, penanganan pasien yang terjangkit virus Corona oleh para medis sangatlah mahal. Harga baju Alat Pelindung Diri ( APD) setiap perawat seharga Rp 800.000., ( delapan ratus ribu rupiah) sampai Rp.900.000,- (sembilan ratus ribu rupiah) dan APD tersebut hanya satu kali dipakai dan harus dibakar. Setiap pasien ditangani oleh 4 orang perawat seriap 4 jam. Jika ini dikalikan maka jumlahnya Rp 21.000.000 (dua puluh satu juta rupiah). Jika ini dikalikan lagi 24 jam maka ada puluhan juta yang harus dibakar satu kali dua puluh empat jam dalam satu pasien.

Lebi jauh Rudi Najamuddin menjelaskan, untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid 19 atau virus Corona, untuk tahap pertama pemerintah Kota Parepare telah mengalokasikan dana sekitar kurang lebih 8,3 milyar, sedang DPRD hampir 4 milyar dan alokasi anggaran ini akan berjalan sampai tahap tahap selanjutnya.

Perlu diketahui lanjut Rudi Najamuddin, Menteri Dalam Negri dan Menteri Keuangan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bersama yang menerintahkan seluruh kepala daerah yang ada di Indinesia untuk memangkas 50 persen dari anggran Infrastruktur fisik yang ada di daerah.

Khusus untuk pemerintah Kota Parepare yang memiliki APBD sekitar 900 milyar kebih kemudian dikeluarkan belanja pegawai sekitar hampir 400 milyar, maka ada sekitar 500 milyar APBD dipangkas 50 persen, jadi sekitar 250 milyar lebih, ini akan dialokasikan ke pencegahan dan penanggulangan virus Corona. Dalam kaitannya itulah sehingga reses ditengah pandemi covid 19 ini ditiadakan pengusulan kegiatan, ucap Rudi ( Irwan Sulnas)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button