Daerah

Brigade Kota Parepare Dinilai Rugikan Petani

PARE-PARE, tar.co.id. Brigade Kota Parepare, Sulsel dinilai rugikan Petani di Kecamatan Ujung Kota Parepare. Sudah tiga tahun terakhir ini merasa dirugikan dengan mobil kombain brigade karena keterlambatan mobil brigade untuk melayani petani.

Padahal, dinas Pertanian Kota Parepare sudah membentuk panitia serta calsenter brigade namun di duga tidak berjalan dengan baik (tidak profesional), sebab, jauh sebelumnya petani di kecamatan Ujung Kota Parepare sudah mendaftarkan lahannya untuk di panen tetapi mobil brigade yang di minta petani tak kunjung datang.

Para pengurus hanya selalu berjanji akan menurunkan mobil brigade tanggal 21 April namun hingga saat ini belum juga ada.
Menurut keterangan petani, “hampir setiap tahun kita di kecamatan ujung selalu di anak tirikan dari para pengurus brigade, dan yang selalu di istimewakan petani di Kec. Bacukiki. Padahal di parepare ada tiga unit mobil brigade.

Lucunya lagi, ketika kami mau mengambil mobil kombain dari luar kami dilarang dari pihak dinas Pertanian namun pelayanan dari dinas sendiri kurang memuaskan karena kami sudah dirugikan baik dari segi waktu dan juga materi, kami juga sudah menyiapkan komsumsi masakanan begitu banyak karna harapan mobil yang dijanjikan akan datang tetapi, tak kunjung datang,”ungkap warga yang mau disebutkan namanya.

Bukan hanya itu, terkadang kalau padi sudah terlambat panen akan berkurang isinya apa lagi kalau sudah kondisi padi rubuh. “Kami sangat berharap agar petani di Kecamatan ujung di perhatikan dan jangan di anak tirikan, ” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pertanian Adam yang di konfirmasi media TT , (21/4) terkait dengan kepengurusan brigade mengatakan, “saya akan mengevaluasi kembali kepengurusan brigade, agar tidak ada lagi petani yang merasa dirugikan atau di anak tirikan. Ia memang mengakui kalau kepengurusan ini masih kurang baik tetapi kedepan kami akan lebih baik lagi,” jelasnya singkat.


Diharapkan agar pemerintah Kota Parepare atau instansi terkait agar kiranya memperhatikan petani di kecamatan ujung karena selama ini ia merasa di anak tirikan. Diminta kepada Kadis Pertanian Kota Parepare agar mengevaluasi kembali kepengurusan brigade.

Sebab, sekitar kurang lebih dari tiga tahun petani di kecamatan ujung merasa di anak tirikan. Anehnya, pengurus brigade membawa mobil brigade keluar dari kota parepare sedangkan masih banyak petani yang belum panen di parepare khususnya di Kec. Ujung sehingga petani terlambat panen, Akibatnya, hasil panen padinyapun berkurang. ( Lap. A. Ikhsan).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button