Sorot

Melanggar PD-PRT, PWI Sidrap-Enrekang dan PWI Luwu Raya-Toraja Minta Dibekukan

Siapa Sebenarnya Sekretaris PWI Luwu Raya-Toraja?

PALOPO, targettuntas.co.id. Pelanggaran PD-PRT yang sempat menjadi sorotan tajam bagi kalangan Insan Pers, yakni konferensi Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Enrekang, dimana sejak awal tahapan penjaringan calon ketua hingga pelaksanaan konferensi dinilai melanggar PD-PRT.

EDY BASRI (Ebas) merupakan salah satu calon kuat serta rivalnya Risal yang menjadi kandidat calon ketua PWI Perwakilan Sidrap-Enrekang.

Namun sebelum pemilihan dimulai sejumlah peserta konferkab memprotes kartu Anggota Biasa (AB) PWI EBAS, sebab belum bisa memperlihatkan bukti fisiknya, yang diatur pada PD-PRT PWI pasal 25, seorang calon harus mengantongi kartu keanggotaan minimal 1 tahun.

Tetapi oleh panitia Konferkab tidak dihiraukan dengan alasan kartu keanggotaan Ebas sementara di kirim dari PWI pusat, sehingga pimpinan sidang saat itu sekretaris PWI Sulsel, Anwar Sanusi tetap melanjutkan acara konferkab.

Kendati saat itu banyak yang intrupsi. Karena Pimpinan Sidang tetap melanjutkan Konferkab tersebut sehingga Risal, Darwin Sire, Mansyur Nanno memilih meninggalkan acara konferkab. Akan tetapi konfercab Sidrap-Entekang tetap dilanjutkan dan memilih Edy Basri secara aklamasi dan selanjutnya membentuk formatur hingga pelantikan.

Bukan disitu saja, karena kubu RIZAL merasa konferkab Sidrap-Enrekang menganggap melanggar aturan PD-PRT, akhirnya masalah ini dilaporkan ke DKP PWI Sulsel, serta ke PWI Pusat.

Berdasarkan surat laporan Rizal dkk, akhirnya DKP PWI Sulsel memanggil sejumlah nama termasuk sekretaris PWI, Anwar Sanusi serta Mappiar wakil ketua Bidang Organisasi yang ikut Hadir saat itu untuk dimintai keterangannya. Kendati ada nama yang tidak bersedia menghadiri panggilan DKP.

Setelah dianggap lengkap, DKP PWI Sulsel melaporkan hasil sidangnya ke Dewan Kehormatan Pusat di Jakarta. Dengan proses panjang pelanggaran, Anwar Sanusi serta pelanggaran percekcokan
dengan Muh. Ilyas Nurdin yang dianggap melanggar Kode Etik Prilaku, Anwar Sanusi bersama Muh. Ilyas Nurdin dijatuhi skorsing sementara berdasarkan SK PWI Pusat.

Lain halnya dengan konferensi PWI Luwu Raya-Toraja, juga sarat pelanggaran PD-PRT. Dimana saat itu, tidak ada lagi pembacaan tatib serta verifikasi kartu keanggotaan calon, sebab Aryanto Tanding  dinyatakan aklamasi dan selanjutnya ketua terpilih Aryanto Tanding membentuk formatur : Ketua Aryanto Tanding, Sekretaris, Ajis dan Bendahara, Nur Ali, hanya berselang beberapa hari terbentuknya Pengurus PWI perwakilan Luwu Raya-Toraja, pengurus tersebut telah menyusun persiapan Pelantikan.

Namun akhirnya, persiapan pelantikan PWI Luwu Raya-Toraja dibatalkan oleh pengurus PWI Sulsel dengan alasan sekretaris Ajis dan Bendahara Nur Ali kartu keanggotaannya masih status anggota muda. Sehingga keduanya sempat protes dan merasa malu karena sudah beredar informasi mereka akan dilantik. “Kalau memang ada pelanggaran dengan alasan kartu keanggotaannya masih anggota muda lalu kenapa saat itu kartu keanggotaan PWI kami tidak dipertanyakan, bukan kami yang salah tapi pengurus propinsi yang menghadiri konferensi yang salah, artinya Sekretaris dan wakil Ketua Bid.Organisasi tidak begitu memahami PD-PRT serta tidak bekerja secara profesional,” ungkap Ajis yang diamini Nur Ali.

Diminta kepada Pengurus PWI Sulsel kiranya mengusut siapa sebenarnya Sekretaris PWI Palopo-Toraja, dan meminta kepada Ketua PWI Sulsel, kiranya membekukan pengurus PWI Palopo-Toraja sebab telah melanggar PD-PRT PWI. //Tim

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button