Nasional

Anwar Sanusi Bukan Lagi Anggota PWI

MAKASSAR, targettuntas.co.id. Sekretaris PWI Sulsel, Anwar Sanusi bukan lagi anggota PWI Sulsel setelah diberi sanksi skorsing melalui SK PWI Pusat nomor 145- PGS/PP-PWI/2020 skorsing pemberhentian sementara keanggotaan Anwar Sanusi no.23.00.10470.028 sebagai anggota PWI Sulsel, begitu pula Muh. Ilyas Nurdin dengan no anggota PWI 23.00.12650.068, keduanya telah diberhentikan sementara sebagai anggota PWI Sulsel.

Keduanya disangka telah melakukan pelanggaran berat PR-PRT dan Kode Etik Prilaku PWI yang dianggap merusak citra profesi kewartawanan dan keanggotaan PWI.

Pemberian sanksi skorsing pemberhentian sementara sebagai anggota PWI didasari laporan pengurus PWI dan DKP PWI Sulsel, tanggal 3 Januari 2020, begitu pula adanya rekomendasi DKP PWI Pusat tanggal 21 Januari 2020, serta keputusan Rapat Pleno Pengurus PWI Pusat, tanggal 26 Maret 2020.

Dengan dasar tersebut, PWI Pusat memberi sanksi skorsing pemberhentian sementara Sektetatis PWI Sulsel, Anwar Sanusi media Makassar Pena bersama Muh. Ilyas Nurdin media Sinergi. Keduanya bukan lagi anggota PWI setelah diberi sanksi skorsing oleh PWI Pusat yang ditandatangani oleh, Ketua PWI Pusat Atal S Depari, wakil Ketua Bid. organisasi, serta Sekjen PWI tertanggal 26 Maret 2020.

Anehnya, setelah sekretaris PWI Sulsel, Anwar Sanusi diberi sanksi skorsing menuai beberapa tanggapan miring, bahkan ada mengucapkan rasa syukur, termasuk ramainya di medsos pemberhentian Anwar Sanusi sebagai anggota PWI.

Bukan itu saja, diam diam diantara rekan wartawan, yang tidak bersedia disebutkan namanya ada yang bernasar potong kambing jika Anwar Sanusi dijatuhi sanksi berat. Begitu beratkah pelanggaran sang Sekretaris.

Terbukti, Anwar Sanusi dijatuhi skorsing oleh PWI Pusat pemberhentian sementara keanggotaan PWI Anwar Sanusi, dengan demikian Anwar Sanusi dengan sendirinya terpaksa angkat kaki dari gedung PWI Sulsel dan harus dicarikan PLT Sekretaris PWI, demi kelancaran tugas tugas organisasi, apalagi menjelang Konferensi PWI Sulsel bulan Oktober 2020, sebab memasuki akhir masa kerja Bapak H.Agus Alwi Hamu sebagai Ketua PWI Sulsel.

Sejak Anwar Sanusi menjadi sekretaris, banyak kebijakan yang dianggap kontroversi, seperti menjadi pimpinan sidang saat perhelatan konfercab PWI kabupaten, mengambil sumpah jabatan saat pelantikan Plt ketua PWI di Kabupaten Sinjai, menghadiri pembentukan Korda Lutra dan Lutim bersama Wakil Ketua Bid. Organisasi yang sempat menuai sorotan tajam dari sejumlah kalangan wartawan sebab melanggar PD-PRT dan akhirnya kembali dibekukan oleh PWI Pusat.

Menjadi pimpinan sidang saat Konferkab Sidrap-Enrekang yang memaksakan salah satu kandidat menjadi jargonnya, yang juga melanggar PD-PRT dimana ketua terpilih Ebas keanggotaannya belum cukup 1 tahun.

Berbagai skenario diperankan Anwar hingga pelantikan.
Kendati demikian Anwar Sanusi seakan tidak ada beban sedikitpun. Dan akhirnya berbuntut adanya laporan dari sejumlah anggota PWI ke PWI Pusat terkait Konferkab di Sidrap.

Dari sejumlah laporan pelanggaran yang ditujukan ke Sekretaris ANWAR baik itu pelanggaran PD-PRT maupun pelanggaran Kode Etik Prilaku sehingga menjadi PR DKP Sulsel.

Namun akhirnya, DKP Sulsel melanjutkan hasil sidangnya terkait pelanggaran kepada ybs.
Setelah melalui proses panjang, akhirnya, sekretaris PWI Sulsel Anwar Sanusi dijatuhi sanksi pelanggaran berat berupa skorsing pemberhentian sementara keanggotaan Anwar Sanusi bersama Muh.Ilyas Nurdin.
Informasi terakhir yang disadap targettuntas online, kini Anwar Sanusi mencoba mengumpulkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan kesejumlah daerah di Sulsel dengan maksud agar SK PWI Pusat dapat ditinjau kembali, namun perjuangan sang Sekretaris Anwar Sanusi membela diri bisa terwujud, yang jelas Anwar Sanusi memiliki sejumlah daftar dosa pelanggaran sehingga Keputusan PWI Pusat dianggap sangat tepat. //Aan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button